Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
62


__ADS_3

Ayu mengambilkan makanan dan lauk nya untuk Elga. Ia dengan telaten menyiapkan segalanya.


"Cukup , sayang" ucap Elga lembut.


"Baiklah, mas" balas Ayu lalu ia memberikan piring berisi makanan tersebut pada Elga.


Ayu mengambil untuknya dan duduk di samping Elga. Mereka makan dengan lahap bahkan sesekali Elga menyuapi Ayu.


Setelah selesai Ayu mengajak Elga untuk bersantai di ruang keluarga.


"Mas , apa ada masalah?" tanya Ayu yang melihat wajah tegang Elga.


Elga menatap Ayu dengan lembut.


"Sayang jika suatu saat mas tidak bisa berdampingan lagi denganmu, berjanjilah akan hidup bahagia bersama anak kita" pinta Elga sendu.


Ayu bangkit dari tidurannya dan duduk menghadap suaminya.


"Mas , kita akan melewatinya bersama-sama. Entah itu suka maupun duka atau bahkan kemiskinan sekalipun. Kita akan bersama-sama membesarkan anak-anak kita bahkan sampai kita di pisahkan maut. Mas harus berjanji jika bukan maut yang memisahkan kita , kita harus tetap bersama dan bertahan" tegas Ayu dengan air mata yang sudah menetes.


Elga memeluk Ayu dan menghapus air mata yang sudah menetes dari kelopak indah itu.


"Mas janji sayang , kita akan tetap bersama selamanya" janji Elga


Ayu mengangguk dan memeluk suaminya. Lalu ia menatap manik mata yang teduh itu.


"Ceritalah , mas" ucap Ayu lembut.


Elga merebahkan kepalanya di pangkuan Ayu dan mencium perut buncitnya.


"Paman tiriku membuat ulah kembali setelah ia merenggut semua harta warisan Ayah dari Kakek. Dia kembali lagi ingin merebut Ardmaja dari tanganku , yang tentu aku tidak akan membiarkannya. Ardmaja adalah perusahaan yang Ayah bangun dari Nol dengan jerih payahnya tanpa bantuan Kakek ataupun uang Kakek. Tetapi Paman mengira perusahaan itu adalah milik Kakek" cerita Elga dengan tangan yang tak diam terus saja mengusap perut Ayu.


"Aku akan berdosa jika sampai aku memberikan pelajaran yang terlalu berat. Tetapi aku tak bisa tinggal diam begini , sekarang aku harus menjaga Ardmaja , Kau dan calon anak kita ini" ucapnya kembali lalu mencium perut Ayu.


Dengan penuh sayang , Ayu mengusap rambut Elga dan mendengarkan keluh kesahnya. Ayu sendiri juga bingung harus bagaimana.


Tangan Elga mengusap pipi cabby Ayu dengan senyuman.


"Tenanglah sayang, tapi aku sudah mengatasinya dengan Lana" ucap Elga bahagia.


Ayu mengeryit bingung dan menatap suaminya dengan mata bulat yang menggemaskan.


"Bagaimana cara mengatasi nya?" tanya Ayu penasaran.

__ADS_1


"Nanti juga kau akan tau , sayang" jawab Elga tersenyum.


"Ck , kau ini mas" decak Ayu sebal.


Elga duduk dan memeluk Ayu hangat.


"Apa kau tau sayang, bahwa Lana sedang dekat dengan Vani" ucap Elga mengalihkan pembicaraannya.


"Wah benarkah, mas?" senang Ayu


"Iyaa , nanti aku akan menyuruh Lana melamar Vani" ungkap Elga lembut.


"Hmmm iya mas , tapi lebih bagus lagi langsung saja nikahkan" balas Ayu terkekeh pelan.


Elga mencubit gemas hidup mungil istrinya karena gemas.


"Kau ini , kau saja yang meminta nya pada mereka" ucap Elga santai.


Dengan penuh semangat Ayu mengangguk antusias bahkan ia memeluk suaminya erat.


"Sayang" ucap Elga lembut.


"Ck , iya ayo kita tidur" decak Ayu yang sudah tahu kemana pembicaraan itu.


**


Sedangkan Lana saat ini sedang duduk berdua dengan Vani di salah satu Restoran yang ada di pinggir Pantai.


Vani memesan beberapa seafood begitupun dengan Lana. Mereka makan dengan santai karena esok hari weekend jadi mereka bisa bersantai.


"Van" panggil Lana di sela makannya.


"Iya, Na" jawab Vani.


"Setelah makan ada yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Lana datar.


"Hmmm baiklah" balas Vani. Dia sudah terbiasa dengan wajah datar itu jika ada seorang wanita yang menatapnya dengan penuh minat.


"Ck , mengganggu mood makan ku saja" decak Lana kesal.


Vani melihat seorang wanita sexy yang menatap Lana dengan mata genitnya. Vani dibuat geram.


Dengan gerakan cepat Vani mengambil makanan Lana dan menyuapinya dengan mesra.

__ADS_1


"Makanlah yang banyak sayang , agar nanti Baby nya senang" ucap Vani dengan wajah berbinar.


Lana menurut saja meski bingung menerpanya. Vani terus menyuapi Lana dengan lembut , detik kemudian Lana berbalik menyuapi Vani dengan tersenyum.


Vani menerima dengan wajah bahagia. Lalu ekor mata nya menatap wanita tadi yang sedang menahan geram bahkan emosi.


Lalu wanita tersebut pergi dengan wajah merah terlihat jelas.


"Bagaimana Baby nya senang tidak" olok Lana terkekeh


"Ishhh kau ini" malu Vani lalu menunduk. Lana memberikan minuman pada Vani dan mengajaknya pulang.


Vani duduk dengan tenang di sisi Lana, ia menatap ke arah luar jendela dan menikmati indahnya malam sepanjang jalan.


Mobil yang di lajukan Lana berhenti tepat di Taman yang sangat indah , banyak lampu temaram yang menghiasi nya bahkan bunga-bunga sedang bermekaran.


Lana membawa Vani ke kursi yang ada di tengah Taman tersebut lalu mereka duduk disana.


"Apa kau suka?" tanya Lana


"Hmm ini sangat bagus, Na. Aku sangat menyukainya" jawab Vani dengan berbinar.


Lana izin pergi dulu sebentar lalu tak lama kemudian ia kembali dengan membawa sesuatu di tangannya yang di sembunyikan di belakang tubuh.


"Bangunlah dan beridir denganku" pinta Lana lembut. Vani hanya menurut saja dan tanpa tahu apa yang akan di lakukan Pria di hadapannya.


Setelah Vani berdiri , lalu Lana mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan.


"Kau tahu , aku bukan Pria romantis bahkan aku tak tau cara menyatakan Cinta yang sangat berkesan di mata wanita. Tetapi saat ini , detik ini bahkan setiap hari Aku sudah jatuh cinta padamu, Vani" ungkap Lana dengan tegas. Lalu ia berjongkok dan mengeluarkan satu ikat bucket bunga mawar merah dan kotak cincin bermata berlian.


"Will You Marry Me, Vani" ucap Lana dengan lantang dan tegas.


Vani mengerjap kaget dan bahagia , ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


Dengan air mata yang menetes , Vani menganggukan kepalanya.


"Yess, I Will" balas Vani dengan tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2