Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

Kafka menyuruh Dokter psikiater saja yang datang , ia ingin mendengar dengan jelas bagaimana kondisi Delisa.


Seorang Dokter wanita cantik yang masih muda langsung maju berhadapan dengan Delisa.


Dokter tersebut terus saja berinteraksi dengan Delisa dan lama kelamaan Delisa bisa lebih tenang dan melupakan kejadian yang lalu.


"Untuk saat ini , Nona harus berlibur agar otaknya lebih fress, Tuan" ucap Dokter tersebut dengan ramah.


"Hemm baiklah" balas Kafka


"1 minggu sekali saya akan menemui Nona Delisa, dan saya yakin 2 kali pertemuan lagi Nona akan sembuh" ucap Dokter dengan yakin.


"Terimakasih, Dok" balas Kafka yang masih saja mengelus kepala Delisa lembut.


"Kalau begitu saya permisi dulu" pamit Dokter tersebut.


Kafka menganggukan kepalanya tanpa menoleh ke arah Dokter.


Rendi , Sela , Retika dan Raka saat ini sedang menjenguk Delisa yang masih terlelap tenang. Mereka sangat syok saat mendengar bahwa Delisa kembali akan di lecehkan.


"Kami pergi dulu ya, Ka. Kau harus sabar" ucap Raka menepuk pelan pundak Kafka.


"Hmmmm , terimakasih" balas Kafka tersenyum tipis.


"Ren , Sel gue titip perusahaan mungkin sampai 1 minggu kedepan , karena gue akan berlibur dan sekalian menghadiri pernikahan Om Ikmal di Negara I" ucap Kafka.


"Lo tenang aja , gue akan jaga tuh aset duit gue" jawab Sela tertawa.


Mereka ikut tertawa karena celetukan Sela. Lalu mereka pergi dari sana.


Kafka mendekati kembali ranjang pasien milik Delisa, ia kembali duduk disana dengan tangannya yang terus menggenggam erat tangan Delisa.


Ceklek.


Pintu terbuka dan masuklah Ayu dan Elga. Kafka tersenyum melihat ke dua orangtua nya.

__ADS_1


✴✴✴


-Negara I


Sudah 3 hari sejak kedatangan Ikmal ke pesantren , hari ini Pak Ustadz meminta Bu susi , suami dan Ikmal datang ke pesantren.


Ikmal melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang , ia sungguh sangat berdebar bahkan pikirannya tidak karuan.


"Tenanglah, Nak" ucap Ayah terkekeh.


"Aku gugup , Yah. Padahal sudah tua ya aku ini" balas Ikmal tertawa pelan.


Ibu Susi hanya tersenyum menggelengkan kepala nya saja.


"Ada-ada saja kau ini , Nak" ucap Bu Susi


Mereka mengobrol dengan seru untuk mengurangi rasa gugup di diri Ikmal.


Sesampainya di Pesantren , Ikmal dan Orangtua nya langsung berjalan ke arah Pos tamu.


"Nak , bagaimana keadaan Ibu mu?" tanya Bu Susi


Setelah melapor terlebih dahulu baru mereka di arahkan untuk ke rumah Pak Uatadz langsung.


Disana ternyata Keila , Bu Ustadz dan Pak Uatadz pun sudah menunggu nya.


"Assalamualaikum" ucap Ikmal dan Orangtua nya.


"Waalaikumsalam" balas Pak Ustadz dan yang lainnya.


"Mari duduk Bu , Pak , Nak Ikmal" ramah Bu Ustadz.


Mereka duduk berhadapan dengan Pak Ustadz. Keila sesekali melirik Ikmal dan kembali menunduk malu.


"Begini Pak , Bu , Keila ingin memberikan jawaban atas lamaran Nak Ikmal tempo lalu" ucap Pak Ustadz lembut tetapi tegas.

__ADS_1


"Baiklah , katakan saja Kei , aku tidak akan marah jika kamu menolakpun , tapi jika seandainya menerima pun 1 minggu setelah ini aku akan langsung menikahimu. Aku ingin mengenalmu dengan status Halal" balas Ikmal tersenyum lembut.


Keila menatap kearah Pak Ustadz dan istrinya bergantian. Lalu ia menghembuskan nafas dan mengucap basmallah terlebih dahulu.


"Bismillahirohmanirohim, atas izin Allah saya menerima Mas Ikmal dengan apa adanya" ucap Keila dengan lembut.


Ikmal tersenyum bahagia begitupun dengan Orangtua nya. Mereka tidak menyangka bahwa Keila akan menerima nya.


"Terimaksih sudah mau menerima anak saya yang sudah tua" ucap Ayah dengan nada menggoda.


Mereka tertawa pelan mendengar ucapan Ayah dari Ikmal.


"Sesuai perkataan saya tadi , saya ingin melangsungkan pernikahan 1 minggu lagi dan saya juga menginginkan Ijab Qobul nya di pesantren ini , apa kamu tidak keberatan , Kei?" tanya Ikmal


"Tidak , malah saya setuju , karena lebih baik mengenal sesudah Halal , jadi tidak terkena zina dan fitnah nantinya" jawab Keila menunduk malu.


"Baiklah , sudah sepakat kalau pernikahan akan di adakan disini dan kurun waktu 1 minggu lagi" ucap Pak Ustadz.


"Iya Pak Ustadz, dan besok anak buah suami saya akan mengirimkan beberapa makan dan keperluan lainnya untuk memasak makanan dan untuk dekor nanti Ikmal akan menyuruh WO kenalan kami yang akan kesini" ucap Bu Susi lembut.


"Tidak usah , Bu. Itu merepotkan kalian" tolak halus Keila.


"Tidak apa , saya dan keluarga Ikhlas kalian hanya mengarahkan saja" balas Bu Susi.


"Iya , saya akan merasa tersinggung jika kalian menolaknya" ucap Ikmal menimpali.


Keila menghembuskan nafas kasar dan mengangguk.


"Baiklah , sebelum nya saya ucapkan terimakasih" balas Keila lembut.


"Dan untuk masalah Cincin , Ikmal sudah menyediakannya , jadi kamu tidak perlu khawatir" ucap Bu Susi.


Keila menganggukan kepala pasrah. Lalu mereka kembali membahas semua tentang pernikahan dan Ikmal serta Orangtua nya langsung di ajak makan bersama oleh Pak Uatadz.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2