
Hari ini Jelita akan pulang ke Apart dan hari ini juga Ikmal dan Keila akan pulang ke tanah air. Karena mereka tidak bisa terlalu lama disana sedangkan ke dua Anak nya mereka titipkan di Pesantren.
"Papa, Mama kapan-kapan kesini lagi ya, dan bawa Adik Jelita" ucap Jelita dengan sendu.
"Iya sayang, kamu cepat sembuh dan jangan terlalu lelah ya. Kalau bisa jangan melakukan pekerjaan berat dulu" balas Keila lembut.
"Nah dengar kata Mama" timpal Kania.
"Hehe iyaaa, Bunda dan Mama ku sayang" ucap Jelita dengan tersenyum.
Keila mengecup kening Jelita dan memeluk sebentar, Ikmal pun melakukan hal yang sama dengan Keila.
"Hati-hati di jalan ya, kalau sudah sampai beri kabar" ucap Gibran.
Ikmal mengangguk dan melambaikan tangannya pada yang lainnya.
"Sekarang kita pulang" ucap Farhan bahagia.
Jelita membalas nya dengan senyuman, lalu mereka keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran.
Saat di loby, Dokter Ardi sudah menunggu disana dengan senyuman ramah nya.
"Selamat pagi" sapa Dokter Ardi pada Lita.
"Pagi, Dok" balas Jelita dengan malu.
"Boleh saya ikut mengantar nya pulang, Tuan?" tanya Dokter Ardi dengan ramah.
__ADS_1
"Silahkan jika memang tidak repot" jawab Gibran dengan ramah.
"Kalau begitu Kak Lita satu mobil saja dengan Dokter Ardi, lalu kita bertiga" usul Farhan.
Baru saja Jelita akan menolak tetapi Gibran sudah menyetujui nya dan ia hanya bisa pasrah.
"Kalau begitu kami duluan" pamit Gibran.
Farhan tersenyum dengan menggoda sang Kakak. Ia sangat tahu bahwa mereka sedang dekat.
"Baiklah Tuan" balas Dokter Ardi.
Lalu Dokter Ardi mendorong kursi roda milik Jelita ke arah mobilnya. Setelah itu ia memindahkan Jelita pada kursi mobil dan Dokter Ardi memasukan kursi roda nya ke bagasi.
"Hei kenapa cemberut begitu" ucap Ardi dengan mengusap lembut pipi Jelita.
Ardi hanya menggeleng dan melajukan mobil nya dengan sangat hati-hati.
"Mau jalan-jalan dulu?" tanya Ardi dengan senyuman.
"Boleh, aku ingin ke taman yang banyak makanannya. Aku dulu sempat ingin kesana tetapi di larang Bunda karena takut aku kelelahan sampai akhirnya aku merengek dan Bunda mengajak aku hingga aku kembali drop" cerita Jelita dengan sendu.
"Jangan bersedih, jika dalam 2 bulan kamu sudah sembuh total aku akan membawa kamu jalan-jalan kemana pun kamu mau, oke" ucap Ardi lembut.
"Bener yah" balas Jelita berbinar.
"Iyaa sayang" jawab Ardi.
__ADS_1
Blush.
Pipi Jelita langsung merah merona karena malu dengan sebutan sayang dari Dokter tampan.
Ardi melajukan mobil nya ke arah Taman yang sedang sepi tetapi banyak yang berjualan. Sesampai nya disana, mata Jelita langsung berbinar dan memancarkan cahaya bahagia.
"Maafkan aku yang telat menemukan mu, sayang" batin Ardi sendu.
Ardi langsung membawa Jelita duduk di kursi yang rindang. Lalu Jelita memilih banyak makanan, meskipun itu bukan Negara nya tetapi ia sedikit banyak tahu tentang makanan disana.
Jelita sangat bahagia bahkan ia selalu tersenyum pada Ardi.
"Terimakasih, ya" ucap Jelita dengan tulus.
"Besok kita akan jalan-jalan kembali, tidak apa kan kalau yang dekat dulu?" tanya Ardi.
"Tidak usah, kamu kan seorang Dokter pasti sangat sibuk. Jika weekend saja ya" jawab Jelita lembut.
"Baiklah" ucap Ardi.
Lalu Ardi membawa Jelita untuk pulang, karena sudah waktu nya makan siang jadi mereka singgah di Restoran cepat saji.
.
.
.
__ADS_1