Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
35


__ADS_3

Pagi Hari.


Putri dan Gibran sudah siap akan ke Kota M. Mereka sengaja tidak membawa jelita karena perjalanan bisnis kali ini akan memakan waktu yang lama.


Mereka berangkat sehabis subuh. Jelita di titipkan pada pelayan.


"Bi, jaga Jelita ya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi kami" Pesan Gibran


"Baik, Tuan" Jawab pelayan tersebut.


Gibran dan Putri langsung berangkat ke Kota M. Mereka tidak tahu bahwa masalah sedang menantinya disana sedangkan yang ia tahu ia akan mendapatkan keuntungan.


**


Ayu dan yang lainnya sudah sampai lebih dulu ke Kota M. Mereka langsung menuju Villa dan menunggu Gibran dan yang lainnya disana. Mereka akan berangkat bersama ke Tempat Resort nya.


"Sayang?" Panggil El


"Ehhhh, a apa?" Jawab Ayu gugup karena baru kali ini El memanggilnya sayang.


"Ini minum dulu agar tidak tegang" Ucap El lembut. "Jangan terlalu tegang, rilexs saja" Ucapnya kembali


"Hmmm, Terimakasih" Balas Ayu tersenyum tipis.


Hampir semua relasi bisnis disana melongo melihat sikap lembut El pada Ayu. Mereka sudah mengira bahwa Ayu adalah pasangan dari Tuan Kejam tersebut.


Hampir 1 jam menunggu dan membahas masalah Resort tersebut, Gibran dan Putri sampai disana.


"Maaf saya terlambat" Ucap Gibran tak enak.


"Tidak apa-apa, Tuan Gibran" Jawab salah seorang relasi.


Lalu mereka langsung menuju ke Reaort dengan mobil masing-masing. Di dalam mobil Ayu. Tama dan Lana sudah menyiringai dengan tersenyum tipis.


Ayu menatap El dengan tersenyum.


"Tenanglah, semua akan berhasil" Ucap El tersenyum.


"Hmmm aku sudah pastikan itu" Balas Ayu tersenyum.


Lalu mereka sampai di tempat tujuan dan langsung berkumpul.

__ADS_1


"Mari semuanya kita langsung melihat Resort sebelum di buka" Ajak Gibran bangga.


"Baiklah, Ayo" Jawab Lana datar.


Mereka langsung berjalan menuju bangunan yang di bilang Resort tadi.


"Apa apaan ini hahhh" Kaget seorang Pria paruh baya dengan emosi.


Lalu yang lainnya langsung melihat disana bangunan yang belum rampung bahkan ada bagian yang roboh di depannya.


Semua orang tercengang dengan bangunan tersebut. Mereka merasa di bohongi oleh Gibran.


"Ini kenapa bangunannya jadi begini" Ucap Gibran panik.


"Mas bagaimana ini bisa terjadi" Panik Putri memegang tangan Gibran.


"Bagaimana ini, Tuan. Anda bilang bangunan sudah rampung bahkan besok malam bisa langsung di buka. Saya sudah bela-belain datang kesini dan menunda pertemuan penting saya" Bentak Rekan bisnis Gibran.


Seorang kepala mandor datang kesana dengan tergesa-gesa.


"Maaf, Tuan. Saya semalam sudah memberitahu anda bahwa bangunan roboh karena ada gempa bumi" Terang kepala mandor tersebut.


"Kenapa kau tidak memberitahu ku sejak semalam" Ucap Putri dengan menahan emosi.


"Bagaimana ini, Tuan Gibran. Anda sama saja membuang uang dan waktu saja. Perusahaan anda sudah berjanji akan menyelesaikan dengan baik. Tapi apa ini? Mengecewakan!" Ucap Ayu penuh nada kecewa.


"Ya anda sangat mengecewakan kami, Tuan" Seru sorang rekan bisnis.


"Ini pasti ada yang sengaja bikin bangunannya roboh, Tuan. Jadi kalian tenang saja , perusahaan suami saya akan memperbaiki nya. Jangka 1 bulan kami sudah menyelesaikannya" Mohon Putri dengan panik.


"Maaf, kami semua sudah kecewa dengan anda, Tuan Gibran. Jadi kami ingin meminta ganti rugi nya segera" Ucap seseorang dengan tegas.


"Tapi , Tuan." Balas Putri yang belum sempat melanjutkan bicara semua orang sudah bubar kecuali, Ayu , Tama , El dan Lana.


"Arrggghhhh , ini pasti ulah kamu kan, Ayu" Tuduh Gibran emosi.


"Iya ini pasti ulah kamu, Ja*ang" Timpal Putri dengan menahan amarah.


"Hei jaga bicara anda wanita murahan" Teriak Tama dengan emosi karena tidak terima Ayu di sebut ja*ang.


"Pelankan suaramu pada istriku" Bentak Gibran.

__ADS_1


"Kenapa Gib? Kamu sekarang berubah bahkan kamu serakah. Inilah akibat dari keserakahan kamu" Balas Tama sinis.


"Ohhh jadi benar ini perbuatan kalian" Tebak Putri.


"Apa kalian tuli, sudah tahu semalam ada gempa yang merobohkan bangungan ini. Mungkin bahan kualitasnya yang rendah jadi gampang roboh" Cibir Lana datar.


"Siapa anda menuduh kami dengan begitu, kami memberikan bahan yang nomor 1" Balas Gibran naik suaranya


"Tidak akan roboh jika bahannya nomor 1 atau yang berkualitas. Mereka akan tahan dengan guncangan gempa" Ucap Elgaza dengan dingin.


"Siapa anda ikut campur, Hah. Ohh apakah anda Om-Om si ja*ang ya" Ucap Putri tertawa sinis.


"Jaga ucapan anda terhadap calon istri saya" Bentak El dengan garang.


"Lan, tarik semua saham di perusahaan wibawa jangan ada yang tertinggal. Dan putuskan kontrak kerja sama antara Ardmaja dengan Wibawa" Perintah El dengan lantang.


Deg.


Putri mengerjabkan mata nya syok. Ia tidak tahu bahwa Pria yang ada di hadapannya adalah Pria si kejam.


Gibran langsung melotot.


"Tuan saya mohon jangan lakukan itu" Mohon Gibran dengan cepat.


"Siapa anda memohon pada saya? Saya tidak akan pernah menarik kembali ucapan saya" Balas El dingin.


"Perusahaan anda sudah membuat saya rugi. Dan saya ingin anda membayar kerugiannya dengan 2x lipat" Ucap Ayu datar.


"Dan saya juga akan mencabut saham saya dan saham Amanda pada kantor tersebut" Ucap Ayu kembali.


"Siapa anda berani merebut saham Amanda?" Sinis Putri


"Bukankah kalian telah menjual saham tersebut? Ya aku beli lah" Jawab Ayu tersenyum miring.


Lalu Ayu dan yang lainnya pergi dari sana dengan wajah bahagia.


Putri terduduk lemas bersama Gibran yang melihat bangunan pundi uangnya telah hancur lebur. Dia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Pramudya dan Elgaza.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2