
Di ruang keluarga, semua sudah berkumpul bahkan Nana dan Qilla pun ikut duduk bersama mereka.
"Princess" panggil Dad Elga.
"Iyaa Daddy, jangan di bahas lagi ya. Aku tidak akan mungkin jika tidak bekerja tetapi uang ku banyak" ucap Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.
"Nanti aku di kira memelihara tuy*l lagi" celetuk Qilla kembali.
Uhuk Uhuk
Nana langsung tersedak minuman yang sedang ia minum saat mendengar celetukan sang sahabat.
"Apa kamu baik-baik saja, Na?" tanya Qilla dengan polos.
"Ck, kau bisa tidak jangan asal nyeletuk kalau bicara" omel Nana dengan kesal.
"Sudah-sudah" lerai Mom Ayu dengan tersenyum.
"Kalau begitu terserah kamu saja, tapi kamu harus tetap hati-hati" ucap Elga lembut.
"Siap Dadd" balas Qilla semangat.
Lalu Elga menatap Nana yang sedang duduk di samping Qilla.
"Orang tua mu tinggal dimana, Nak?" tanya Elga dengan wajah tegas nya.
Nana menunduk dan meremas baju nya, lalu ia menatap Qilla dengan tatapan sulit di artikan.
__ADS_1
Qilla hanya menganggukan kepala saja.
"Orangtua saya sudah meninggal, Tuan. Saya di besarkan di Panti asuhan yang ada di pinggir kota dan rezeky bagi saya bisa mendapatkan beasiswa di kampus bersama dengan Qilla" jawab Nana dengan tersenyum.
Ayu menatap nya dengan lembut, tidak ada tatapan jijik ataupun iba di mata keluarga Qilla pada Nana.
"Pasti aku di suruh jauhin Qilla, mana bisa aku jauh dari manusia ini" batin Nana dengan menundukan kepala.
Ayu mendekat dan memeluk Nana dengan lembut, Nana langsung terperanjat kaget atas tindakan Mom Ayu.
"Nyo nyonya" ucap Nana lirih.
"Kami tidak akan melarang Qilla berteman dengan siapapun, dari kasta atau apapun itu. Kami akan melarang Qilla berteman dengan anak yang nakal, dan yang lainnya" ucap Ayu dengan tatapan lembut nya.
"Jadi kamu tenang saja, saya tidak akan melarang kamu berteman dengan Putri saya asalkan itu baik, jujur dan tidak membawa keburukan pada diri Shaqilla" jelas Mom Ayu kembali
Qilla menatap sahabat nya dengan tersenyum , ia lalu memeluk Nana dengan erat.
"Iya iya, tapi lepaskan dulu ini aduh aku bisa-bisa bengek" gerutu Nana dengan melepaskan pelukan Qilla.
"Hehe maaf" balas Qilla dengan cengengesan.
Ayu dan Elga menggelengkan kepala melihat kelakuan sang Putri.
"Apa Qilla selalu membuat ulah?" tanya Opa dengan penasaran.
"Tidak, aku ini baik dan tidak sombong" jawab Qilla dengan cepat.
__ADS_1
Sedangkan Nana, ia sudah menahan tawa nya bahkan wajah nya sampai memerah.
"Benarkah? Apa kamu tidak membully balik teman mu?" tanya Elga meneliksik.
"Ck, mana ada, aku ini terkenal baik dan lemah lembut nya" jawab Qilla kembali dengan tersenyum.
"Fpppttt hahahaha" tawa Nana akhir nya pecah karena sudah tidak tahan lagi dengan ucapan Qilla.
"Diam kau, Na" kesal Qilla dengan mendengus
"Ehhh, maaf" ucap Nana dengan tak enak.
"Sudah ketebak kau ini pasti akan lebih bar-bar" tebak Mom Ayu dengan mendelik.
"Apaaa hhmmmp" baru saja Qilla akan menjawab, mulut nya sudah di masukan makanan oleh Oma nya.
"Omaaaa" rengek Qilla dengan wajah kesal nya
"Apaa?" tanya Oma dengan santai.
Tawa mereka kembali pecah saat melihat Qilla yang sudah mencebik kesal.
Hingga larut malam mereka baru ke kamar masing-masing.
Nana dan Qilla langsung saja merebahkan tubuh nya yang memang agak lelah, hingga tak lama kemudian mereka terlelap dengan buaian mimpi.
.
__ADS_1
.
.