
Semua persiapan untuk pernikahan pun sudah hampir selesai, bahkan Keluarga besar Qilla pun sudah datang.
Hanya saja Adel dan Kafka yang masih belum datang kesana.
"Kemana Nana ya" gumam Qilla saat melihat kesana kemari tidak ada sahabat nya.
"Nyari siapa?" tanya Mom Ayu
"Nana, Mom" jawab Qilla
"Dia sedang melihat semua pekerja di halaman depan, Nak" ucap Mom Ayu tersenyum.
Qilla menganggukan kepala dan berlalu menghampiri Nana, ia akan meminta Nana untuk memberikan berkas yang penting.
"Sayang kau mau kemana?" tanya Dadd Elga.
"Aku mau ke Nana, Dad" jawab Qilla menghentikan langkah nya.
"Mau apa?" tanya Daddy nya.
"Mau meminta berkas yang sedang di langsungkan proyek nya bersama Zayn" jawab Qilla.
Dadd Elga langsung saja merangkul sang Putri dan membawa nya ke arah sofa ruang tamu.
"Jangan mikirin masalah pekerjaan dulu, sayang. Semua nya sudah di handle sama Asisten Zayn" ucap Dad Elga lembut.
"Harusnya kamu istirahat sana, besok kan acara pernikahan mu" ucap nya lagi.
"Baiklah Dad, tapi biarkan aku melihat nya terlebih dulu untuk memastikan semua nya. Aku merasa ada yang janggal" balas Qilla dengan serius.
__ADS_1
Dad Elga mengerutkan kening nya , ia menatap bingung pada sang Putri.
"Ayo kita ke ruang kerja" ajak Qilla.
Dadd Elga menganggukan kepala dan berdiri dari duduk nya.
Sedangkan Qilla, ia menyuruh salah satu pelayan untuk memanggil Nana dan menyuruh nya untuk ke ruang kerja.
Qilla dan Daddy nya duduk di sofa yang ada di ruang kerja tersebut. Mereka menunggu Nana untuk melihat berkas nya.
Ceklek.
"Dadd, La" sapa Nana dengan cepat.
Sebelum duduk, Nana sudah mengunci terlebih dulu pintu nya.
"Ini yang kau minta, aku sudah menyelidiki nya dan kejanggalan itu ada pada perusahaan kita bukan Zayn" jelas Nana dengan serius.
Lalu Qilla dan Dadd Elga melihat berkas yang di berikan oleh Nana.
"Seperti nya dia bekerja sama dengan pesaing bisnis Daddy" ucap Qilla.
Nana menganggukan kepala nya dan ia juga menjelaskan semua nya.
"Dan kalian akan kaget siapa pemilik perusahaan X, bahkan besok dia akan hadir di acara pernikahan mu" ucap Nana dengan santai.
"Memangnya siapa?" tanya Qilla penasaran.
Sang Daddy hanya diam saja, ia sudah sangat kagum kepada ke dua wanita tersebut, mereka bahkan sudah sangat mahir dalam memecahkan masalah.
__ADS_1
"Reno Foraz" jawab Nana dengan tegas.
Hah.
Qilla menghela nafas kasar, ia bahkan meremas berkas yang ada di tangannya.
"Dia belum tau siapa pemilik perusahaan Pramudya, dan yang dia tahu bahwa kau adalah anak orang kaya saja tanpa tahu siapa Daddy dan Oppa" jelas Nana kembali dengan terkekeh.
"Dan tentu nya besok adalah hadiah untuk nya" balas Dad Elga dengan senyuman smirk nya.
"Biarkan saja dulu, aku sudah memberitahu pada Asisten Zayn masalah ini. Setelah acara pernikahan kita baru kita bertindak" jelas Nana.
"Baiklah, aku sudah sangat gatal" ucap Qilla dengan kesal.
"Biarkan Bom waktu yang akan menghancurkan mereka" ucap Dad Elga.
"Dan kau tahu siapa Adik kesayangannya?" tanya Nana dengan terkekeh.
Qilla hanya menggelengkan kepala saja, karena memang ia tidak di beritahu masalah proyek ini oleh siapapun.
"Tiara" ucap Nana.
"Ck, bocah itu ternyata dan itu adalah musuh mu" kekeh Qilla dengan mengambil minuman yang ada meja.
Dad Elga pergi dari sana dan membiarkan mereka berdua untuk membahas nya.
Ia merasa lega karena Putri nya sudah sangat bisa di andalkan.
.
__ADS_1
.
.