
Setelah selesai, Zayn dan Qilla langsung saja pulang ke Rumah nya.
Begitupun dengan Nana dan Dio mereka pun pergi pulang.
"Aku seperti sedang mimpi melihat sifat asli, Qilla" ucap Dio menggelengkan kepala.
"Ya itulah sifat asli nya, dia akan kejam dengan musuh" balas Nana dengan tersenyum.
"Lihat saja besok, bagaimana dia akan membuat Kakak berAdik itu hancur" ucap Nana dengan tersenyum miring.
Dio menganggukan kepala, lalu ia fokus kembali ke jalanan. Mereka langsung pulang karena sang Mommy yang menyuruh nya pulang cepat.
**
Sedangkan di Club, Tiara sedang bersama dengan pria yang akan menemani nya.
Ia tidak tau siapa pria tersebut, Tiara hanya ingin bersenang-senang saja.
Tiara terus saja meminum minuman tanpa henti, bahkan ia tidak menyadari bahwa pria tersebut sudah tersenyum miring.
"Ayo sayang, sekarang kita bersenang-senang" racau Tiara dengan melenggokan tubuh nya di hadapan pria tersebut.
Dengan sekali tarikan, Tiara langsung di bawa oleh pria tersebut ke luar dari dalam club tersebut.
Lalu pria tersebut merogoh ponsel nya, ia akan melapor pada Tuan nya terlebih dulu.
"Target sudah di tangan" ucap pria tersebut.
Setelah itu, pria itu membawa Tiara pergi dari sana dengan menggunakan mobil nya.
***
Ke esokan pagi nya, Zayn dan Qilla sudah siap dengan pakaian kantor nya masing-masing.
__ADS_1
"Ayo sarapan dulu, tadi aku sudah buatkan nasi goreng" ajak Qilla dengan lembut
"Oke, kita harus banyak tenaga agar lebih seru permainannya" ucap Zayn terkekeh.
Mereka berdua lalu melangkah keluar dari kamar, Qilla menggandeng tangan Zayn.
Mereka sarapan terlebih dulu, bahkan Galih pun ikut serta sarapan disana.
Setelah selesai, mereka langsung saja menuju ke proyek yang sedang di bangun oleh perusahaan mereka.
"Apa Reno sudah mulai bergerak kembali?" tanya Zayn pada Galih.
"Belum Tuan, dia sedang bersenang-senang bersama wanita nya dan melupakan bahwa perusahaan nya yang hampir bubar" jawab Galih dengan tegas.
"Biarkan saja, setelah Hendi tertangkap baru kita datangi perusahaan itu" ucap Qilla dengan santai.
Setelah sampai di proyek, Qilla dan Zayn turun ke lapangan.
Mereka berdua mengecek semua bahan dan yang lainnya, bahkan ia tidak melewatkan sedikit pun.
"Baik Nona" balas mandor tersebut.
"Ayo kita ke perusahaan" ajak Zayn.
Qilla menganggukan kepala, ia lalu memeluk tangan Zayn dengan lembut.
Qilla lalu berkirim pesan dengan Nana yang sudah ada di perusahaan.
"Aih cepat selesai sih masalah nya, aku rasanya ingin bulan madu kembali bersama mu, sayang" bisik Zayn dengan memeluk Qilla.
Bahkan Zayn memindahkan Qilla ke pangkuannya, Qilla langsung saja menutup tirai penghalang antara kursi depan dan belakang.
Zayn dengan lembut mengecup bibir candu nya, ia bahkan mencumbu Qilla dengan sangat lembut di dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Hingga akhir nya mobil yang mereka naiki sudah sampai di perusahaan.
"Ahhh sayang aku rindu" rengek Zayn dengan memeluk Qilla.
Zayn bahkan membenamkan wajah nya di dada Qilla dengan lembut.
"Nanti malam kau akan mendapatkan nya, sayang" bisik Qilla dengan sensual.
"Aku akan menagih nya" ucap Zayn semangat.
Mereka berdua lalu keluar dari dalam mobil setelah membereskan pakaiannya.
"Selamat datang Nona, Tuan muda" sapa para karyawan yang mereka temui di sepanjang jalan.
Qilla dan Zayn langsung saja menuju ke ruangan Qilla, sedangkan Galih sendiri ia pergi ke perusahaan TR atas perintah Zayn.
Nana dan Dio sudah menunggu mereka berdua di ruangan Qilla, bahkan Dio seperti enggan berpisah dengan Istri nya, Nana.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka dan munculah Zayn beserta Qilla.
"Na, apa kau sudah bekukan rekening milik Hendi?" tanya Qilla sambil duduk di kursi kebesarannya.
"Sudah, bahkan dia sempat bingung karena dia akan menarik semua uang nya hari ini. Setelah itu dia akan pergi kabur" jawab Nana dengan memberikan informasi.
"Suruh anak buah mu untuk membawa Hendi kemari" ucap Zayn dengan duduk di kursi Qilla dan Qilla pindah ke atas pangkuannya.
"Reno, kau akan menerima ke hancuran mu" gumam Qilla dengan tersenyum smirk.
.
.
__ADS_1
.