Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Qilla berdiri dengan berkacak pinggang di depan pintu masuk, bahkan wajah nya sudah di buat se seram mungkin.


Nana dan Dio masuk dengan sangat santai, bahkan Nana tidak takut akan kemarahan sang sahabat.


Baru saja Qilla membuka mulut nya untuk memarahi Nana, tetapi ia sudah di suguhkan dengan makanan favorit nya.


"Ah makasih sayangku" ucap Qilla dengan berbinar.


Nana hanya mencebikan bibir saja, lalu Nana di gandeng masuk oleh Qilla yang sudah bergelayut manja.


"Loh loh bukannya tadi nyuruh Mommy buat marahin Nana, Qil?" tanya Mom Elysa dengan menahan tawa nya.


"Mana ada Mom, aku gak gitu ya" jawab Qilla dengan mengedipkan mata nya dengan menggemaskan.


"Ohh jadi mau marahin aku?" tanya Nana dengan menatap Qilla.


"Mana ada, gak ada sama sekali. Aku hanya bercanda" elak Qilla dengan cepat membawa makanan kesukaannya ke dekat Mommy Elysa.


Semua orang langsung tertawa kecil dengan tingkah laku dari Qilla dan Nana. Mommy Elysa sangat betah jika terus berada disana , ia merasa bahagia karena terhibur oleh kelakuan dari kedua calon menantu nya.


"Dio, Elysa mohon maaf ya" ucap Dadd Elga dengan tertawa kecil.


"Tidak apa, Tuan" balas Dio dengan tersenyum.


Lalu Bibi Yun mengabarkan bahwa makan malam sudah siap.

__ADS_1


Mom Ayu mengajak mereka untuk makan malam bersama sebelum Dio dan Mom Elysa pulang.


Setelah selesai makan malam, Dio dan Mommy nya pamit untuk pulang.


**


Qilla menunggu Nana yang sedang mandi, ia sudah duduk di atas ranjang Nana yang penuh dengan berkas dan yang lainnya.


"Qilla" panggil Nana dengan kaget.


"Hmmm, cepatlah berpakaian dan aku menunggu mu" balas Qilla dengan cuek.


Nana menganggukan kepala nya , lalu ia segera masuk ke ruang ganti.


"Uhh pasti anak itu akan marah" gumam Nana dengan cepat berpakaian.


"Kenapa?" tanya Qilla dengan serius.


"Hahhh, maafkan aku karena aku belajar tanpa sepengetahuan kalian, bahkan aku memulai nya sudah sejak lama.


Aku hanya ingin berusaha sendiri Qill, kau tau kan maksud ku?" jawab Nana dengan lembut.


"Iya iya, tapi jangan sampai kau harus bergadang seperti ini dong" gerutu Qilla dengan kesal.


"Hehe, maaf sayangku" rengek Nana dengan manja.

__ADS_1


"Ck, malas sekali aku" ucap Qilla, lalu ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang Nana.


Nana hanya membiarkan saja, ia lalu membereskan terlebih dulu semua nya.


"Na, jika kau sudah menikah nanti, jangan lupakan aku ya" ucap Qilla dengan polos nya.


"Kau ini , bagaimana aku akan melupakan kamu hah, orang kamu sendiri Adik ipar ku" kesal Nana dengan memukul pelan lengan Qilla.


"Hehe, ya kirain bakalan lupa" balas Qilla dengan cengengesan.


"Ingin rasanya aku menggedor kepala mu, Qilla" pekik Nana dengan kesal.


Sedangkan Qilla, dia langsung tertawa terbahak melihat wajah sahabat nya yang frustasi.


"Tidurlah, besok kita harus bangun pagi" ucap Nana dengan lembut.


"Hemmm" balas Qilla.


Lalu mereka memilih untuk memejamkan mata nya, memang karena lelah dan juga sudah mengantuk jadi mereka langsung saja tertidur dengan pulas nya.


Bahkan, Nana sampai memeluk Qilla dengan hangat, ia tersenyum kecil saat mengingat bagaimana bahagia nya dia bisa kenal dengan keluarga sebaik ini.


Nana bahkan tidak menyangka hidup nya akan sebahagia sekarang ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2