
Malam hari nya Nana dan Qilla sudah bersiap untuk pulang ke rumah mereka.
Sebenar nya Nana menyuruh Qilla menginap saja disana tetapi Qilla tidak mau.
"Liburan nanti aku akan datang ke sana, Kak" ucap Qilla dengan melepas pelukan Kakak Ipar nya.
"Kakak tunggu, Milsi juga pasti rindu dengan kamu" balas Adel sendu.
Kafka lalu memeluk sang Istri yang sedang bersedih, ia juga sebenarnya sedih tetapi Kafka juga akan menghargai keputusan sang Adik.
"Kalau ada apa-apa cepat hubungi kami" ucap Elga dengan tegas.
"Baik Tuan" balas Nana sopan.
Sedangkan Qilla hanya menganggukan kepala saja.
Lalu Nana dan Qilla pergi dengan sepeda motor milik Qilla, semua yang ada di sana hanya bisa menghela nafas saja.
"Semoga saja dia bisa menemukan jati diri dan pasangan nya dengan benar" gumam Mom Ayu lirih.
Daddy Elga langsung membawa Istri nya kepelukan, lalu mereka masuk ke dalam mansion.
***
Sedangkan Nana dan Qilla, mereka baru saja sampai di Rumah Shaqilla.
Nana langsung memasukan motor Qilla ke garasi karena memang sudah terlalu malam.
"Ahhh besok pasti bertemu dengan genk nenek sihir" gerutu Qilla saat mendudukan diri nya di sofa.
__ADS_1
"Ck, kenapa memang nya? Palingan mereka akan membalas perbuatan kita kemarin" ucap Nana datang sambil membawa minuman dingin.
"Kamu tau tidak? Mereka di tertawain anak kampus dan pulang nua naik taxi" ucap Nana kembali dengan tertawa kecil.
"Haha biarin saja" balas Qilla ikut tertawa.
"Mereka memang pantas di lawan, karena mereka sudah terlalu sering membuat onar di kampus" ucap Qilla kembali.
"Kau benar, aku sampai kasihan pada Xina yang di bully dan berakhir pergi" balas Nana sendu.
"Ya, aku juga merindukan dia" timpal Qilla.
Lalu mereka memutuskan untuk tidur karena besok ada kelas pagi dan bekerja.
Qilla dan Nana langsung memejamkan mata nya karena memang lelah dengan aktivitas bersama keluarga nya.
*
Hingga 1 jam kemudian mereka baru selesai dan bertemu di meja makan.
"Ayo cepat sarapan, udah agak siang" ajak Nana
"Hemmm" balas Qila langsung duduk.
Lalu mereka langsung saja makan karena takut terlambat ke kampus.
Setelah selesai, mereka langsung saja berangkat dengan Qilla yang mengendarai motor nya.
Memang jarak dari Rumah ke kampus tidak terlalu jadi mereka cepat sampai.
__ADS_1
"Ayo masuk sebelum di cegah sama genk onoh" bisik Nana dengan pelan.
Qilla menatap mobil Disti yang baru saja masuk ke pekarangan kampus.
Lalu Qilla dan Nana pergi dari sana dengan wajah sok polos dan santai.
Tepat saat mereka masuk ke kelas, jam pelajaran pertama pun di mulai dan Qilla menjulurkan lidah nya pada Disti yang sedang di cegah oleh Dosen kelas mereka.
"Sial" gerutu Disti dan teman-teman nya.
"Awas saja kalian berdua" timpal teman Disti.
"Ayo kita ke kelas dulu" ajak Disti
Lalu mereka pergi meninggalkan kelas Qilla dengan wajah yang menahan kesal.
Sedangkan Qilla dan Nana cekikikan melihat Disti, lalu mereka ber tos ria dan fokus kembali pada pelajaran.
Nana dan Qilla menyelesaikan mata kuliah nya tepat jam makan siang.
Lalu mereka langsung saja menuju ke parkiran motor, ternyata disana sudah ada Disti dan teman-teman nya
"Mau kemana kalian" sinis Disti pada Nana dan Qilla.
"Kamu itu lupa atau bo*oh, aku mau ambil motor aku lah" balas Qilla dengan santai.
Wajah Disti langsung memerah karena kesal, apalagi tawa Nana dan Qilla yang renyah seperti meledek nya.
.
__ADS_1
.