Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Rumah Baru


__ADS_3

Hari ini, Zayn dan Qilla mengantarkan keluarga nya ke Bandara.


Mom Ayu, Dad Elga , Oppa Antony dan Keluarga Kafka akan pulang ke Negara nya.


Qilla nampak berkaca-kaca melihat kedua orangtua nya yang akan masuk ke dalam pesawat.


Bahkan semalam Qilla merengek ingin tidur bersama Mommy nya, dan alhasil Zayn tidur sendirian.


"Hati-hati ya" ucap Qilla dengan melambaikan tangan ke arah kelurga nya.


Mom Ayu dan yang lainnya menganggukan kepala, setelah itu pintu pesawat tertutup.


"Ayo kita pulang" ajak Zayn dengan merangkul pundak Qilla.


"Ayo Mas" balas Qilla.


Zayn mengecup pucuk kepala Qilla dengan sayang, lalu mereka melangkah keluar dari Bandara.


Zayn melajukan mobil nya ke arah Rumah baru mereka berdua, bahkan Qilla juga tidak tahu bahwa Rumah tersebut sudah siap.


"Loh, kenapa bukan ke arah Rumah Mommy, atau Mom El?" tanya Qilla dengan menatap Zayn bingung.


"Memang bukan sayang, ini aku punya kejutan dulu buat kamu" ucap Zayn dengan tersenyum.


Qilla menatap Zayn dengan menelisik, lalu ia memalingkan wajah nya kembali ke depan.


Hingga tak lama kemudian mereka memasuki pagar Rumah yang menjulang tinggi, lalu nampaklah Rumah tidak terlalu besar tetapi berlantai dua.


Halaman depan yang luas, dengan di tumbuhi bunga dan yang lainnya.

__ADS_1


Di samping nya ada kolam renang yang menghubung dengan dapur.


"Mas, ini" ucap Qilla dengan takjub.


"Iya sayang, ini Rumah baru kita sesuai dengan keinginan mu" balas Zayn lembut.


Lalu Zayn membawa Qilla untuk masuk kedalam Rumah tersebut. Disana sudah ada Bibi dan penjaga yang biasa di mansion Mom Ayu.


"Bibi" panggil Qilla dengan bahagia.


"Selamat datang, Nona" sapa Bibi dengan ramah.


Qilla langsung menatap Zayn dan ia memeluk nya dengan sangat erat.


"Terimakasih, sayang" ucap Qilla dengan bahagia.


"Berterimakasih lah dengan baik, nanti" bisik Zayn dengan penuh maksud.


Sedangkan Bibi, langsung saja di suruh membuat makanan untuk makan siang.


Zayn membawa Qilla ke lantai dua terlebih dulu, disana hanya ada dua ruangan saja, yang satu ruang kerja Zayn dan satu lagi kamar utama mereka.


"Woah bagus sekali kamar nya, Mas" ucap Qilla dengan begitu bahagia.


Qilla lalu melihat ke arah balkon , disana terlihat sangat indah dengan pemandangan dari pohon-pohon dan jalan.


Setelah puas, ia melihat ke kamar mandi nya, bathup yang berdinding kaca sontak saja membuat sangat di manjakan oleh keindahan alam.


Zayn lalu membawa Qilla ke kamar ganti mereka, disana sudah terlihat lemari kaca yang berjejer di setiap sudut.

__ADS_1


Ada pakaian, sepatu Zayn, tas , jam tangan dan yang lainnya.


Bahkan disana isi nya di dominasi oleh milik Qilla yang memang sengaja Zayn belikan.


"Ck, kau menghamburkan uang saja sayang" ucap Qilla dengan tertawa bahagia.


Qilla lalu mengecup seluruh wajah Zayn dengan mesra, ia sampai tertawa melihat tingkah Zayn yang melongo karena kelakuan nya.


"Ayo kita ke bawah" ajak Zayn setelah sadar dari keterkejutannya.


"Lets Go" balas Qilla dengan memeluk tangan Zayn manja.


Zayn lalu menunjukan letak kamar tamu yang terdiri dari 3 kamar, lalu dapur yang berhadapan dengan kamar Art.


Dari pintu dapur, terhubung langsung ke kolam renang yang ada di samping.


Di halaman belakang juga ada 2 gazebo, ada kursi dan ayunan dewasa.


Qilla sangat di manjakan sekali dengan desain Rumah tersebut yang sangat indah dan elegant.


Setelah selesai, Zayn membawa Qilla duduk di gazebo belakang Rumah tersebut.


Memang Zayn sengaja tidak membuat mansion, karena ia tidak ingin Qilla terlalu lelah dengan kesana kemari yang lumayan jauh.


Dan kebetulan juga, Qilla memang ingin Rumah biasa dengan desain yang sangat elegant. Bahkan tempat nya juga jauh dari keramaian.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2