
Pagi-pagi sekali Nana sudah beranjak pergi dari kamar Qilla, bahkan ia sudah berada di dapur bersama Mom Ayu.
"Nak, nanti kalian tidak perlu ke perusahaan ya. Kalian urusi saja persiapan buat pernikahan Qilla terlebih dulu lalu kamu" ucap Mom Ayu lembut.
"Baik Mom" balas Nana tersenyum.
Lalu kedua nya fokus kembali pada masakan yang sedang mereka buat.
Sedangkan di kamar atas, Qilla baru saja selesai membersihkan badannya.
"Uhh Nana pasti sudah di dapur" gumam Qilla.
Qilla lalu keluar dari kamar dan langsung berjalan menuruni tangga.
Saat sampai di bawah, ia tertegun melihat Zayn yang sudah berada di sana bersama sang Daddy.
"Zayn" panggil Qilla menghampiri Daddy dan calon Suami nya.
Zayn langsung membalikan tubuh nya dan tersenyum lembut pada Qilla.
"Hai, selamat pagi" sapa Zayn lembut.
"Bagaimana keadaan mu sekarang, hmm?" tanya Zayn
Qilla langsung saja duduk di samping sang Daddy.
"Aku sudah baikan, dan sejak kapan kau disini?" tanya Qilla bingung.
"Dia sejak tadi sudah disini, sayang. Katanya mau mengurus semua tentang pernikahan kalian" jawab Daddy Elga mengusap lembut kepala Qilla.
__ADS_1
"Memang nya kamu gak ke perusahaan?" tanya Qilla
"Tidak, semua nya akan di urus oleh Asisten ku" jawab Zayn dengan santai.
Qilla hanya mencebikan bibir saja, lalu ia berdiri dan berjalan ke arah dapur.
Sedangkan Zayn, dia kembali berbincang bersama dengan calon mertua nya.
"Bagaimana proyek yang sedang kita jalani, Nak?" tanya Daddy.
"Semua nya berjalan dengan lancar, Dadd. Bahkan 2 bulan lagi semua nya sudah selesai dan akan langsung beroperasi" jawab Zayn
"Bagus, kau harus benar-benar hati-hati untuk proyek itu karena banyak pesaing dari kita yang menginginkannya" ucap Daddy El
"Ya Dadd kau benar, bahkan aku saja sudah mengganti mandor nya dengan orang kepercayaan ku karena yang sebelum nya sudah mulai mau bertindak" balas Zayn.
Daddy Elga lalu memberitahu semua pengalamannya di dunia bisnis, bahkan ia juga mewanti-wanti agar menjaga ketat keamanan untuk Istri dan anak-anak nya kelak.
Sedangkan di dapur, ketiga wanita tersebut baru saja selesai memasak.
Nana dan Mom Ayu menata semua makanan di ruang makan. Sedangkan Qilla, dia memanggil yang lainnya.
Setelah semua nya berkumpul, mereka langsung saja sarapan pagi.
"Na, aku nanti pergi sama Zayn dan kamu ke kampus saja ya" ucap Qilla di sela sarapannya.
"Kita kan libur, aku juga akan pergi bersama Abang" balas Nana enteng.
Uhuk.
__ADS_1
Zayn langsung saja memberi air putih untuk Qilla.
"Pelan-pelan" ucap Zayn dengan lembut.
"Kok libur?" tanya Qilla bingung.
Nana hanya menunjuk pada Zayn saja, lalu ia kembali fokus dengan sarapannya.
"Kamu dan Nana sudah cuti dalam 2 minggu dan setelah itu kalian langsung saja mengerjakan skripsi dan yang lainnya agar cepat wisuda" jelas Zayn saat melihat tatapan tajam dari Qilla.
Qilla hanya mengangguk pasrah saja, lalu mereka kembali makan.
Setelah selesai, Qilla langsung saja pergi bersama Zayn setelah berpamitan.
Sedangkan Nana, ia harus menunggu Dio terlebih dulu.
"Kita ke butiq dulu ya" ucap Zayn saat mereka sudah di dalam mobil.
"Hemm, harus cepat selesai ya biar gak kesana kesini terus" balas Qilla tersenyum.
Zayn menatap Qilla dengan mengernyitkan kening nya tanda bingung.
"Aku gak mau kamu kecapean dan perusahaan mu terbengkalai, Zayn" jelas Qilla mengusap lengan Zayn dengan lembut.
"Ahh manis sekali, baiklah kita akan selesai kan semua nya dalam 2 hari saja" ucap Zayn mengecup punggung tangan Qilla.
Lalu mereka terlibat obrolan kecil selama di perjalanan, bahkan Qilla yang menentukan konsep dan yang lainnya untuk pernikahan mereka.
.
__ADS_1
.
.