Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Ke esokan pagi nya, Qilla dan Zayn bersiap untuk pulang dari bulan madu nya. Mereka memajukan jadwal pulang nya karena Zayn ingin Qilla istirahat lebih lama lagi.


"Apa semua nya sudah beres?" tanya Zayn yang baru keluar dari kamar mandi.


"Sudah Mas, semua nya sudah di bawa sama pengawal ke bawah" jawab Qilla.


Lalu Qilla mengambil baju yang akan di kenakan oleh Zayn, setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa kita tidak mandi bersama saja, sih" ucap Zayn dengan santai.


"Aku tidak mau, nanti akan lama lagi mandi nya" balas Qilla yang sudah ada di dalam kamar mandi.


Zayn langsung terkekeh, ia teringat mandi bersama kemarin sore yang sangat penuh gairah.


"Kau selalu membuat aku gemas, sayang" gumam Zayn


Lalu Zayn duduk di sofa yanga da di kamar tersebut, ia akan sarapan di pesawat saja agar lebih santai.


Hingga 20 menit kemudian, Qilla keluar dari kamar mandi dan langsung saja ke kamar ganti.


Zayn hanya menggelengkan kepala saja, lalu ia bangun dari duduk nya dan menatap ke arah jendela besar yang ada di sana.


"Mas, ayo" ajak Qilla yang sudah siap dengan pakaian-Nya.


"Oke, kita sarapan nya di pesawat saja ya" ucap Zayn lembut.


"Baiklah, Mas" balas Qilla.


Lalu Zayn merangkul pinggang Qilla dan keluar bersama dari dalam kamar.

__ADS_1


Sepanjang jalan, Zayn tak pernah menunjukan wajah bersahabat-Nya apalagi jika menatap para Pria yang mencuri pandang kepada sang Istri.


"Kenapa mereka selalu menatap kamu dengan tatapan yang ingin aku congkel mata nya" kesal Zayn.


"Kau ini, biarkan saja yang terpenting aku sudah menjadi milik mu" balas Qilla dengan tersenyum kecil.


Lalu Zayn membukakan pintu mobil untuk Qilla, setelah itu ia sendiri masuk ke dalam mobil.


"Langsung ke Bandara saja" ucap Zayn pada sopir.


"Baik Tuan" balas nya patuh.


Selama di perjalanan ke Bandara, Zayn maupun Qilla hanya diam dengan saling memeluk saja.


Hingga beberapa saat mereka sampai di Bandara dan mereka langsung saja masuk ke dalam pesawat.


"Hemmm" balas Qilla.


Setelah menata semua makanan, pelayan tersebut langsung saja pergi dari sana.


Zayn dan Qilla langsung saja melahap makanan yang ada di hadapan-Nya.


"Makan yang banyak" ucap Zayn tersenyum.


"Ehemm, nanti aku gemuk kamu nyari yang langsing" sindir Qilla dengan sinis.


"Nanti kamu gemuk nya ngandung anak aku, sayang" ucap Zayn dengan santai.


"Kamu mau kan kita tidak menunda mempunyai anak?" tanya Zayn di sela makan-Nya.

__ADS_1


"Iyaa Mas, aku juga tidak akan menunda nya" jawab Qilla lembut.


Zayn menganggukan kepala nya dan kembali fokus pada makanan-Nya.


Setelah itu, mereka langsung saja istirahat di dalam kamar yang ada di pesawat.


"Tidurlah dulu, perjalanan kita masih agak lama sayang" ucap Zayn lembut.


"Aku tidak mengantuk, Mas" balas Qilla merebahkan kepala nya di dada bidang sang Suami.


Lalu dengan jahil nya tangan Zayn menggeranyangi tubuh sang Istri.


Hingga terjadi lah pergulatan panas di kamar pesawat tersebut.


Zayn terus saja berpacu di atas tubuh sang Istri, ia sangat menyukai candu baru nya ini.


"Mmmmmhhh Mas" lenguh Qilla saat Zayn dengan terus saja menghentakan di bawah sana.


"Kau membuat aku semakin candu, sayang" ucap Zayn di sela permainannya.


Hingga pada akhir nya mereka tumbang dengan peluh yang membasahi tubuh mereka.


"Terimakasih, sayang" ucap Zayn mengecup kening Qilla lembut.


Qilla hanya menganggukan kepala dengan tersenyum saja.


.


.

__ADS_1


__ADS_2