Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

'Area 21+'


******


Malam hari nya semua acara sudah selesai bahkan Ikmal langsung memboyong Keila ke rumah nya yang tak jauh dari rumah Bu Susi. Rumah sederhana yang hanya dua tingkat tetapi sangat elegant.


Keila dan Ikmal baru saja sampai disana , meski sudah ada pembantu tetapi soal masak Ikmal hanya ingin buatan Keila saja.


"Ayo masuk, maaf ya rumah nya minimalis" ucap Ikmal lembut.


"Tidak apa, ini sudah lebih cukup , aku malah tidak mau jika harus rumah yang besar, Mas" balas Keila tersenyum.


"Yaudah ayok" ajak Ikmal dengan memegang tangan Keila lembut.


Mereka lalu masuk dan langsung menuju ke kamar atas , Keila di buat takjub dengan kamarnya yang luas dan sudah lengkap.


Ikmal tersenyum tipis saat melihat reaksi Keila , ia akui memang Istri nya ini sedikit norak tetapi ia sudah mulai mencintai nya.


"Kei , aku mandi dulu ya" pamit Ikmal dan membuyarkan lamunan Keila.


"Ahhh iya mas" ucap Keila tergagap malu.


Setelah Ikmal masuk ke kamar mandi , Keila menata semua baju nya dan baju Ikmal di ruang ganti. Ia melihat baju gamis dan hijab sudah berjejer rapi disana.


Lalu Keila menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Setelah itu Keila menunggu Ikmal di sofa yang ada di sana.


****


Sedangkan Kafka dan Delisa saat ini mereka sedang menikmati jalan-jalan malam di Kota tersebut.


"Wahh disini seru sekali ya" ucap Delisa berdecak kagum.


"Besok kita akan ke pantai, mau gak?" tawar Kafka dengan menggoda nya.


"Ahhhj mau , kita nginap disana ya. Gimana kalau sekalian ajak Bu Susi dan yang lainnya" usul Delisa.


"Hmm boleh" jawab Kafka


Delisa dan Kafka berhenti di pasar malam. Mereka lalu keluar dan berjalan-jalan di sana.

__ADS_1


"Naik itu ayoo" ajak Delisa menunjuk Bianglala.


Kafka mengangguk dan membeli tiketnya. Kafka tersenyum senang saat wajah Delisa penuh dengan kebahagian.


Setelah naik , Delisa menikmati udara malam dengan naik permainan tersebut. Kafka sibuk memotret kegiatan Delisa.


"Ehhhhh" kaget Delisa saat Bianglala nya berhenti.


"Tidak apa nanti jalan lagi" ucap Kafka tersenyum.


Dan benar saja Bianglala tersebut nyala kembali dan berjalan kembali hingga puas menaiki Bianglala tersebut , Kafka mengajak Delisa untuk membeli makanan yang ada di sana.


"Aku mau itu , apa itu Ba ba apa sih" ucap Delisa dengan kesal karena terhalang orang lain.


"Bakso sayang, ayoo" ajak Kafka.


Kafka memesan dua mangkok bakso lengkap sebelum ia duduk di kursi yang ada di sana.


"Tidak jijik kan?" tanya Kafka


"Tidak , Kak" jawab Delisa.


Mereka makan Bakso dengan lahap karena di Negara mereka sangat jarang sekali ada yang begitu.


Kafka dan Delisa menikmati malam dengan berjalan dan membeli makanan di pasar malam tersebut. Setelah puas mereka langsung memutuskan untuk pulang karena sudah larut malam.


****


Keila dan Ikmal baru saja merebahkan tubuhnya , mereka baru saja selesai makan malam.


"Kei, emm apa boleh?" tanya Ikmal dengan menatap wajah cantik Keila yang tidak memakai hijab.


"Bolehh , ta tapi pelan-pelan. Kata Ibu akan sedikit sakit jika pertama kali" cicit Keila malu.


Ikmal terkekeh dan mencium pucuk kepala Keila. Ikmal melafalkan doa dulu sebelum melakukannya.


"Aku tidak ingin menunda kamu hamil, Kei. Karena aku sudah sangat ingin mempunyai keturunan , kau tau sendiri kan aku ini sudah tua" ucap Ikmal terkekeh.


"Aku juga tidak akan menundunya" balas Keila.

__ADS_1


Dengan sangat lembut Ikmal mencium dan memberi rangsangan pada Keila. Karena ia tahu ini yang pertama baginya berbeda dengan dirinya yang sudah mahir.


Keila merasa tubuhnya yang menegang bahkan ia seperti tercekat saat tangan nakal suami nya memegang dada nya yang masih terbungkus.


Decapan yang penuh nafsu terdengar disana. Bahkan Ikmal sudah menanggalkan seluruh pakaian Keila dan dirinya.


Keila di buat mendesah dengan perlakuan lembut Ikmal. Ia bahkan sangat menikmati nya.


"Aku mulai, ya" izin Ikmal


"Hmmm" balas Keila dengan malu.


Lalu Ikmal memulai penyatuan tersebut , meski sangat sempit bahkan terkesan susah tetapi ia tetap melakukannya dengan lembut.


"Ssss sakit" rintih Keila dengan mengcengkram erat punggung Ikmal.


"Tahan ya" ucap Ikmal dengan mencium kembali bibir ranum Keila.


"Ahhhhhh" desah Ikmal saat sudah memasuki nya.


Keila meringis dan memejamkan mata nya. Ikmal membiarkan terlebih dahulu agar Keila rilexs.


Setelah di rasa Keila sudah rilexs , Ikmal mulai menghentakan kembali juniornya. Seakan menemukan harta karun yang memang sudah bertahun-tahun di pendam , Ikmal seakan tidak ada puasnya.


Kamar tersebut penuh dengan desahan dan erangan yang menggema. Jika tidak kedap suara mungkin pengawal dan pembantu sudah mendengar suara tersebut.


Keila dan Ikmal melakukan hubungan intim sampai berkali-kali. Ikmal seakan tidak merasa puas bahkan ia meminta lagi dan lagi.


Keila hanya menurutinya saja , ia hanya bisa pasrah saja.


Mereka baru menyelesaikannya saat Adzan subuh terdengar. Keila meminta Ikmal berhenti dan membantu untuk ke kamar mandi.


Setelah selesai mereka langsung terlelap karena merasa lelah dan tak bertenaga.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2