
Setelah kepergian Lana, Elga langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat wajah tenang sang istri yang terlelap dengan memeluk tubuh mungil Putra nya.
"Anak pinter , main sendiri ya sayang, Mommy nya kelelahan" ucap Elga tersenyum saat melihat ternyata sang Putra bangun.
Elga lalu menggendong Baby Kafka dan duduk di sofa kamar tersebut.
"Mau main yah? Sebentar Daddy gelar karpet bulu kamu dulu yaa" ucap Elga terkekeh saat Kafka ingin bermain.
Elga mendudukan Kafka di Boxs bayi nya. Sedangkan ia langsung menggelar karpet berbulu yang memang sudah di sediakan Ayu untuk bermain sang Baby.
Baby Kafka langsung tersenyum senang saat Elga membawanya ke karpet dan mereka bermain disana. Kafka merangkak kesana kemari dengan tertawa renyah.
Mereka bermain hampir 1 jam hingga anak dan Daddy tertidur disana. Elga memeluk tubuh sang Putra.
Tengah malam nya Ayu terbangun dan meraba bahwa sang Putra dan sang suami tidak ada, ia merasa panik dan bangun , saat melihat ke bawah ia melihat Elga yang memeluk Baby Kafka.
Ayu menghela nafas dan membawa selimut kebawah. Lalu ia memeluk tubuh Elga dan memberikan guling di samping tubuh mungil Kafka.
Elga terbangun karena merasa terganggu dengan Ayu yang memeluknya. Lalu ia berbalik dan memeluk tubuh istrinya.
"Tidurlah kembali" ucap Elga saat melihat manik mata Ayu yang menatapnya.
"Kamu juga tidur ya, kamu juga pasti lelah apalagi besok akan berkerja" balas Ayu lembut.
Lalu Elga menyusupkan kepalanya pada dada Ayu dan kembali tertidur. Mereka tidur di bawah dengan beralaskan karpet. Tetapi mereka tidak masalah malahan tidur mereka terlihat pulas.
✴✴✴
Saat ini Putri dan Ikmal sudah sampai di Villa milik Elga. Ikmal meminjam Villa tersebut pada Elga karena tempatnya dekat dengan rumah sakit.
"Ayo kita tidur dulu, agar besok pagi bisa langsung ke rumah sakit" ucap Ikmal.
__ADS_1
Putri mengangguk dan merebahkan tubuh nya di sisi Ikmal. Mereka tertidur karena merasa lelah setelah perjalanan.
Ikmal memeluk tubuh ramping istrinya dengan erat. Ia sangat takut kehilangan Putri, karena ia sudah merasa sangat mencintai nya.
-Pagi Hari
Putri dan Ikmal sudah bersiap-siap akan berangkat ke rumah sakit. Ikmal akan menyetir sendiri karena merasa kasihan pada sang sopir yang seperti kelelahan.
Selama perjalanan Putri hanya diam dengan memandang ke arah luar jendela.
"Aku yakin kamu sembuh sayang" ucap Ikmal mengecup tangan Putri.
Putri menoleh dan tersenyum. Ia bahagia karena Ikmal terus mensuport dirinya.
"Terimakasih, mas" ucap Putri memeluk tubuh tegap Ikmal.
Setelah sampai mereka langsung menuju ke ruangan dimana Dokter yang menangani Putri berada.
"Mari Tuan , Nyonya" ucap perawat yang memang sudah menunggu kedatangan mereka.
Mereka masuk ke ruangan Dokter Satria. Putri dan Ikmal langsung duduk.
"Mari Nyonya saya periksa terlebih dahulu" ucap Dokter Satria dengan ramah.
Putri merebahkan tubuhnya di ranjang tersebut. Dokter tersebut langsung memeriksa nya dan mengamati segalanya.
"Silahkan duduk kembali, Nyonya" ucap Dokter tersebut.
Ikmal membantu Putri membenarkan pakaiannya dan langsung mengajak duduk kembali di kursi yang berhadapan dengan Dokter.
"Tuan , Nyonya harus melakukan perawatan dengan intensif apalagi ini sudah agak parah. Bahkan Nyonya harus menjaga pola makan dan jangan kelelahan" ucap Dokter dengan menjelaskan lebih rinci kembali.
__ADS_1
Putri meramas gamis yang ia pakai. Ia harus istirahat total dulu selama 1 bulan penuh atas perintah Dokter.
Setelah selesai Ikmal mengambil resep dari Dokter dan ia kembali pulang. Mereka akan kembali lagi 1 minggu lagi ke rumah sakit tersebut.
"Kita makan dulu yaa, sayang" ajak Ikmal saat sudah melajukan mobilnya.
"Iya , mas" jawab Putri dengan tersenyum.
Ikmal mencari restoran yang siap saji. Setelah menemukannya mereka langsung masuk dan memesan makanan.
"Mas , maafkan aku karena malah menjadi beban untukmu. Apalagi biaya pengobatannya pasti sangat mahal" ucap Putri dengan lirih.
Ikmal menggenggam tangan Putri dan mengecupnya.
"Aku tidak merasa di repotkan sayang. Besok anak buah Mas akan menjemput orangtuamu kemari, biar kamu ada temannya dan membantu kamu mengurus rumah. Karena aku harus bekerja sayang" balas Ikmal lembut.
"Terimakasih , mas. Entah kebaikan apa yang aku perbuat dulu sehingga mendapatkan suami sebaik dirimu, mas. Aku merasa sangat tidak pantas bersanding dengan mu" ucap Putri meneteskan air mata nya.
Ikmal menyeka air mata Putri.
"Aku juga bukan manusia baik-baik sayang, aku juga sama penuh dosa sepertimu. Tetapi aku berusaha berubah dan Kita akan merubah segalanya dengan me jadi lebih baik. Jangan banyak pikiran , sekarang kau harus fokus pada kesembuhan mu saja" balas Ikmal mengecup kening Putri.
Putri hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja. Ia akan merubah kembali menjadi lebih baik agar bisa menjadi istri yang baik untuk Ikmal.
Tak berselang lama datanglah pesanan mereka. Dan mereka langsung makan dengan lahap. Tak lupa Putri juga membungkus untuk kedua sopirnya yang berada di Villa.
.
.
.
__ADS_1