Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
54


__ADS_3

Pagi Hari.


Mika terbangun dan tersenyum saat ada tangan kekar yang memeluk tubuh polos nya. Mika menyangka bahwa dia tidur bersama dengan Elga.


Lalu dia beringsut bangun dan menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang. Dia menatap lelaki yang masih telungkap tidur dengan pulas.


'Eunghh' Lenguh lelaki tersebut dan mengerjapkan mata nya perlahan.


DEG.


"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?" ucap Mika dengan kaget.


Lelaki tersebut bangun dengan santainya dan memakai kembali pakaian dengan tersenyum miring.


"Aku puas sekali dengan servisan mu , Nona" ucap lelaki tersebut dengan tersenyum.


Mika menatap tajam lelaki tersebut dan langsung bangun dengan memakai kimono handuknya.


"Siapa kamu, hahhhh" teriak Mika kaget.


"Tenang, Nona. Aku akan bertanggung jawab dan akan membawamu ke mansionku" ucap santai lelaki tersebut.


Mika langsung mundur karena takut. Tetapi dia tidak bisa kemana-mana karena anak buah lelaki tersebut sudah menangkapnya.


"Bawa dia ke mansion, aku akan lapor dulu pada, Bos" ucap lelaki asing itu pada anak buah nya.


Mika di bius agar tenang, dengan mudah anak buah Lelaki tersebut membawa Mika keluar dengan dalih mereka akan membawanya ke rumah sakit.


✴✴✴


Mansion Ardmaja.


Ayu dan Elga masih terlelap dengan pulas karena mereka merasa lelah sehabis olahraga. Hari sudah siang tapi mereka tetap saja terlelap karena hari weekend.


Elga menggeliat dan membuka mata nya perlahan. Ia melihat Ayu yang masih terlelap dengan memeluk tubuh polos dirinya.


"Uhh sayang maafkan Daddy ya, Mommy mu sungguh menggoda. Sehat-sehat ya sayang" ucap Elga mengusap perut buncit yang tidak tertutup apapun.


Elga mencium pucuk kepala Ayu dan mencoba melepaskan tangan Ayu karena ia ingin mandi.


"Mas diem ihhh" rengek Ayu lalu memeluk kembali Elga.


"Sayang udah siang, bangun yuk" bujuk Elga lembut.


"Hmmmm" balas Ayu lalu ia mengerjapkan mata dengan lucu.


Tanpa permisi Elga menggendong tubuh Ayu dan membawanya ke kamar mandi. Mereka merendam tubuhnya supaya rilexs.


Sedangkan Lana , ia sedang mendapatkan laporan bahwa Pak Bima sedang mengamuk karena Putrinya tidak ada pulang semalaman.


"Bawa dia ke markas dan ringkus" perintah Lana tegas.


Lalu ia mematikan sambungannya dan memasukan kembali Hp ke saku celananya.


"Menyusahkan sekali, udah di kasih teguran perusahaannya bangkrut malah bertingkah" gumam Lana mendesah pelan.


Lalu ia ke dapur dan membuat kopi untuk menemani bekerja. Dia harus menyelesikan beberapa berkas agar saat Tuan nya ke Negara K tidak ada berkas yang begitu penting.


-Di Kamar.


Ayu memakai daster rumahan supaya merasa nyaman.


"Mas , makan yuk" ajak Ayu dengan manja.

__ADS_1


Elga mendongak dan mengangguk tersenyum. Lalu Ayu menggandeng tangan Elga.


"Kenapa hmm, manja banget ya. Rasanya ingin makan kamu saja sayang" goda Elga dengan terkekeh.


"Ihhhhh mesum , aku capek ya mas. Udah 1 minggu sekali" ketus Ayu yang membuat Elga tertawa.


Mereka masuk ke dalam Lift lalu Elga menekan tombolnya.


"Mas besok sore jadwal cek kandungan" ucap Ayu


"Iya sayang , besok jam makan siang mas pulang setelah itu kita ke Rumah sakit" balas Elga lembut.


Ting.


Mereka melangkahkan kaki ke ruang makan dan duduk di kursi.


"Tuan , Nyonya mau makan?" tanya Art sopan.


"Iya Bi, tidak usah di panasin saja. Saya sudah sangat lapar" jawab Ayu tersenyum.


"Baiklah, Nyonya. Saya permisi dulu" ucap Art tersebut dan pergi dari ruang makan.


Ayu mengambil makan untuk dua orang dalam satu piring , karena Elga akan selalu meminta satu piring berdua.


✴✴


Mansion Wibawa.


Gibran dan Kemal datang ke mansion Wibawa di Negara T. Gibran akan meminta maaf terlebih dulu pada Orangtua nya.


Ting Tong.


Ceklek.


DEG.


"Abang" lirih Amanda.


Gibran tersenyum samar melihat adik kesayangan yanh sudah mempunyai Baby.


"Apakah Abang bisa bertemu dengan Ayah dan Ibu?" tanya Gibran lembut.


Amanda mengangguk saja dan membuka pintu lebar. Gibran dan Kemal masuk lalu duduk di ruang tamu. Sedangkan Amanda memanggil Ayah dan Ibu nya.


"Siapa, Nak?" tanya Bu Yulia penasaran.


DEG.


Bu Yulia diam mematung saat melihat Putra yang ia banggakan bahkan mengecewakannya ada di depan mata.


Ayah Salim juga sama dengan istrinya yang sama kagetnya melihat Putra mereka.


"Ayah , Ibu" panggil Gibran. Lalu ia melangkah dan bersujud di kaki Ayah dan Ibunya. Ia menangis menyesali semuanya.


"Maafkan aku Ayah, Ibu. Aku salah , aku egois dan seralah, aku telah terhasut oleh omongan Putri, maafkan aku Ayah , Ibu" ucap Gibran dengan menangis di kaki Orangtua nya


Bu Yulia ikut menangis terisak melihat Putranya. Lalu ia mengangkat tubuh Putra nya tetapi Gibran tetap bersujud bahkan memegang kaki Orangtua nya.


"Bangunlah, Nak. Kita bicarakan baik-baik" lembut Ayah Salim menepuk pundak Putra nya.


Kemal membantu Gibran bangun dan menuntunnya duduk di sofa.


Gibran masih menangis terisak , ia menyesalinya bahkan Gibran dan Kemal akan pergi ke mansion Ayu untuk meminta maaf.

__ADS_1


Gibran menceritakan semuanya , bahkan ia juga bilang bahwa Jelita bukan anaknya. Gibran menceritakan semua nya tanpa ada yang di lebih dan kurangnya.


Bu Yulia memeluk Gibran dengan erat lalu menangis tersedu di pelukan anak lelaki nya.


Amanda ikut meneteskan air mata nya , ia juga merasa kecewa pada Abangnya tetapi ia juga tidak bisa bohong bahwa ia juga sangat merindukan Abang tersayang nya.


Gibran menatap Ayah nya dan memeluk Ayah nya dengan terisak. Ia meminta maaf dengan tulus bahkan ia menyesali semuanya.


Setelah acara saling memaafkan Gibran mengajak Ayah dan Bunda nya untuk ke mansion Ardmaja karena ia ingin meminta maaf.


Dengan senang hati Ayah dan Ibu nya mengantar Gibran. Amanda tidak bisa ikut karena Raka sedang rewel.


Kemal langsung melajukan mobil milik Amanda dengan kecepatan sedang. Gibran tersenyum karena ia merasa lega setelah meminta maaf pada kedua Orangtuanya.


1 jam kemudian mereka sampai di mansion Ardmaja. Seorang penjaga mengizinkan masuk karena sudah mengenal Bu Yulia.


Mereka memencet Bel dan menunggu dengan degup jantung yang tak karuan.


Ceklek.


"Maaf mau bertemu dengan siapa?" tanya Art dengan ramah.


"Kami ingin bertemu Tuan dan Nyonya Ardmaja" ucap Kemal sopan.


"Mari masuk, Eh Bu Yulia" sapa Art tersebut yang pernah bertemu dengannya.


"Iya, Bi" ucap Bu Yulia ramah.


Mereka duduk di ruang tamu , sedangkan Bi Sari memanggil Ayu dan Elga yang sedang berada di Halaman belakang mansion.


"Tuan , Nyonya, maaf ada tamu yang ingin bertemu" ucap Bi Sari sopan.


Ayu menatap Bi Sari bingung, ia tidak ada janji temu dengan siapapun.


"Siapa Bi?" tanya Ayu penasaran.


"Tidak tahu, Nyonya. Tapi Bu Yulia ada bersama 3 orang lelaki" lapor Bi Sari.


"Baiklah , buatkan saja minuman dan makanan ringan , saya dan suami saya akan segera kesana" ucap Ayu. Bi Sari mengangguk dan pergi dari sana.


Ayu menghampiri Elga yang sedang berbicara dengan Lana.


"Mas , ayo masuk ada tamu" ucap Ayu lembut.


Elga menyuruh Lana untuk pulang terlebih dahulu untuk istirahat.


"Siapa sayang?" tanya Elga memluk pinggang Ayu.


"Tidak tahu , tapi Bu Yulia juga ada" balas Ayu mengedikan bahu nya.


Mereka berjalan dengan Elga yang memeluk pinggang berisi Ayu. Sedangkan Ayu memeluk Elga dengan sayang.


Mereka langsung menuju ke ruang tamu , disana Ayu melihat Bu Yulia bersama dengan 3 orang lelaki entah siapa.


"Ibu" panggil Ayu.


Lalu Bu Yulia dan yang lainnya menengok dan melihat Ayu yang baru saja tiba bersama dengan Elga.


DEG.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2