Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Perusahaan Pramudya Group.


Elga menatap bingung pada anak buah nya yang sedang melapor.


Dia tidak mengerti kenapa Zayn Hisama mencari tahu tentang Qilla, Putri nya.


"Apa yang harus saya lakukan, Tuan?" tanya orang kepercayaan Elga.


"Biarkan saja, nanti akan saya tanyakan saat meeting" jawab Elga datar.


Orang tersebut menganggukan kepala dan berpamitan pada Elga.


Sedangkan Elga, ia bersiap untuk meeting bersama dengan Zayn dan ia juga akan menanyakan hal tersebut langsung pada Zayn.


Tok Tok


"Masuk" ucap Elga dengan wajah datar nya.


Ceklek


"Semua sudah berkumpul, Tuan" ucap Sekertaris Elga.


Elga hanya menganggukan kepala dan bangkit dari duduk nya, ia lalu berjalan keluar dari ruangan dengan di ikuti oleh sang Sekertaris.


"Minggu besok kau bisa pensiun, Dewi. Tapi kau harus mengajari Sekertaris sekaligus Asisten Putri ku" ucap Elga tegas.


"Baik Tuan, kapan saya akan mulai mengajari nya?" tanya Dewi sopan.

__ADS_1


"Besok mereka akan kesini" jawab Elga.


Dewi mengangguk patuh, lalu ia membuka kan pintu untuk Tuannya.


"Maaf saya terlambat" ucap Elga dengan suara bariton nya yang terdengar sangat khas.


Mereka hanya menganggukan kepala saja.


Lalu Elga memulai semua meeting dan ia juga akan memberitahu tentang dirinya yang akan pensiun.


Hampir 2 jam meeting itu berlangsung, dan akhir nya selesai juga.


"Terimakasih atas semua nya, dan untuk mulai minggu besok semua masalah akan di tangani oleh Putri saya" ucap Elga dengan tegas dan wajah datar nya.


"Apakah Putri anda sudah siap muncul ke Publik, Tuan?" tanya salah seorang rekan kerja nya yang memang tahu bahwa Qilla tidak mau menampakan dirinya di depan publik.


"Ya, dia akan memulai semua nya dan akan tampil ke layar setelah pendidikan nya selesai" jawab Elga.


"Tuan Zayn" panggil Elga saat hanya tinggal mereka saja.


"Saya ingin berbicara dengan anda, boleh ikut ke ruangan saya?" tanya Elga


Zayn menatap heran tetapi dia sudah bisa menebak apa yang ingin di bicarakan oleh Tuan Elga.


"Bisa, Tuan" jawab Zayn tersenyum sopan.


Lalu mereka berjalan beriringan ke arah ruangan Elga.

__ADS_1


Dewi mengajak Asisten Zayn untuk makan siang terlebih dulu sambil menunggu para Tuan nya.


"Ada apa, Tuan Elga?" tanya Zayn saat mereka sudah duduk di ruangan Elga.


"Kenapa kau berusaha mencari tahu tentang Putri ku? Dan bahkan Saudara mu juga mencari tahu tentang Nana, sahabat Putriku?" tanya Elga to the point.


Zayn tersenyum tipis saat tebakannya tidak salah.


"Maaf Tuan jika saya lancang mencaritahu tentang Putri anda, tetapi saya penasaran saat melihat anda memperkenalkan Qilla sebagai Putri anda, tetapi saya pernah melihat dia bekerja sebagai pelayan di Restoran" jawab Zayn jujur.


"Maaf Tuan" ucap Zayn kembali saat dia mengatakan kata Pelayan.


Elga mengangguk dan menghela nafas kasar.


"Seperti yang kau dengar tadi, bahwa Putri ku tidak ingin terekspos dan memilih menyamar" ucap Elga


"Itu pilihan dan dia pasti mempunyai alasannya bukan, Tuan?" tanya Zayn kembali.


"Apa kau mulai menyukai Putri ku, Tuan Zayn Hisami?" tanya Elga dengan penuh senyuman.


"Ehem" dehem Zayn dengan gugup.


Elga terkekeh saat melihat wajah Zayn yang gugup, lalu ia menceritakan semua nya pada Zayn, dari awal mula Qilla ingin menyamar hingga saat ini.


Elga juga memceritakan siapa Nana dan bagaimana mereka berdua bersahabat sangat dekat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2