Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
33


__ADS_3

1 Minggu Kemudian.


Sudah 1 minggu Ayu menjalani hari nya sebagai CEO. Bahkan hubungannya dengan El semakin membaik. Ayu sudah mulai terbuka dan selalu membutuhkan El disaat dia terdesak.


Besok adalah hari keberangkatan ke Negara I. Ayu , Tama , El dan Lana akan berangkat menggunakan pesawat pribadi keluarga Pramudya. Tentu El akan ikut karena ia juga terlibat dengan pembangunan tersebut.


Ayu , Nadin , Pranss dan Tama saat ini sedang di ruang kerja di Mansion Ayu. Bahkan Ayu meminta El jangan mengganggu nya terlebih dahulu.


"Bagaimana persiapan untuk besok?" Tanya Pranss.


Lalu Ayu menceritakan bagaimana nanti ia akan balas dendam kepada Putri. Balas dendam disini bukan berarti Ayu akan menyakiti fisik Putri tetapi ia akan menyakiti Hati Putri sebagaimana dia menyakiti dirinya.


Ayu masih merasa sakit kala melihat tubuh terbujur kaku Nenek dan Kakek nya. Ia sangat ingat bagaimana sang Nenek membagi makanan pada keluarga Putri padahal mereka juga belum makan.


Setelah selesai Ayu dan yang lainnya keluar dan akan makan malam. Pranss dan Nadin tidak bisa ikut karena harus ke luar Kota untuk meninjau anak cabang Restoran dan Butiq.


***


Negara T.


Keluarga Wibawa sedang berkumpul di Rumah sakit. Karena Amanda akan melahirkan , dengan wajah khawatir Nicolass terus saja berdoa agar istri dan anak nya selamat.


"Tenanglah, Nak. Mereka akan selamat" Ucap Ayah Salim menenangkan.


"Bu , Yah. Bagaimana kehidupan kita ke depannya. Aku sudah tidak punya apa-apa. Bahkan uang tabunganku dan Amanda sudah menipis dan akan di pakai untuk saat Amanda seperti ini" Keluh Nicolas dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tak bisa mempertahankan perusahaan kecilku saat Gibran mencabut semua sahamnya di sana. Saham Amanda pun yang ada di Wibawa sudah diambil paksa oleh Gibran" Ucapnya kembali menghela nafas.


"Tenanglah, Nak. Sekarang kita fokus ke Amanda saja dulu, setelah Amanda sehat dan keluar dari Rumah sakit baru kita pikirkan jalan keluarnya" Balas Ayah Salim setenang mungkin.


Bu Yulia hanya menunduk sedih. Ia tak menyangka Putra kebanggaan keluarganya akan membuat Orangtua serta Adik kandungnya menderita.


Nicolass mengangguk setuju lalu duduk dengan wajah masih khawatir. Asisten yang selalu bersama Nicolas masih tetap bersamanya walaupun perusahaannya sudah di miliki oranglain. Dia akan tetap bersama Tuan nya kemanapun dia akan pergi.


Hampir 1 jam menunggu akhirnya dari dalam terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring.


Nicolass dan yang lainnya menghela nafas lega. Mereka tersenyum lega.

__ADS_1


Ceklek.


"Selamat Tuan , Istri anda melahirkan Bayi laki-laki yang sangat lucu dan tampan" Ucap Dokter dengan tersenyum


"Terimakasih, Dok. Bagaimana keadaan iatri saya?" Tanya Nicolass


"Istri anda sedang di bersihkan dan mereka akan segera di pindahkan ke Ruang rawat" Jawab Dokter.


"Baik, Dok. Sekali lagi terimakasih" Ucap Ayah Salim karena Nicolass sudah masuk ke dalam karena akan mengadzankan Putra nya.


Dokter berlalu dari sana karena akan bertugas kembali.


Setelah selesai semuanya , Amanda di pindahkan ke ruang VIP yang awalnya Nicolass ingin Amanda di ruangan VVIP tapi Amanda menolaknya karena ekonomi mereka sedang menipis.


"Bu, Ayah" Panggil Amanda lirih saat Orangtuanya masuk ke dalam ruang rawat bersama dengan Bayi yang baru saja di lahirkan olehnya.


"Selamat, Nak. Kau sudah menjadi Bunda sekarang" Ucap Ayah mencium kening Amanda.


"Iya , dan kalian akan menjadi Nenek , Kakek" Balas Amanda terkekeh.


Nicolass tersenyum melihat wajah bahagia istrinya. Dia harus berusaha kembali agar anak dan istri nya tetap bahagia.


"Wah sepertinya Cucu Nenek haus ya" Ucap Bu Yulia dengan suara anak kecil. Lalu Bu Yulia memberikan Cucu nya pada Amanda. Roger Asisten Nicolass dan Kedua Orangtua Amanda keluar sebentar dan membiarkan Amanda dan Nicolass di dalam ruang rawat.


Ayah Salim duduk dekat dengan Roger.


"Roger, kenapa kau memilih keluar dari perusahaan Nico dan menjadi penganggur" Tanya Ayah Salim penasaran.


"Saya akan mengikuti Tuan Nicolass meskipun dia menjadi gelandangan. Tuan apakah anda tahu, dulu saya hanya anak jalanan yang tak sengaja bertemu dengan Tuan Nicolass dan ia menolong saya serta memberikan kesempatan untuk sekolah. Hingga Tuan dan Nyonya besar meninggal mereka menitipkan Tuan Nico pada saya. Sejak saat itu saya dengan bersungguh-sungguh belajar hingga lulus dengan nilai terbaik , bahkan saya rela mengikuti latihan bela diri. Hingga saat kemarin Putra anda membuat perusahaan Tuan Nico yang Tuan besar dan Dia bangun dari Nol di rampas" Roger membuang nafas terlebih dahulu. Ayah Salim membiarkan Asisten menantunya bercerita tanpa menyela.


"Hingga saya dan beliau tidak bisa berbuat apa-apa karena kekusaan Tuan Nicolas di bawah Putra anda. Saya merasa gagal menjaganya Tuan. Padahal saya sudah menyuruh Tuan Nicolas meminta bantuan pada Nona Ayu tetapi ia tak mau merepotkannya" Cerita Roger dengan sendu.


"Untuk bertahan hingga sekarang Tuan dan Nyonya menjual semua mobil dan barang berharga nya , mungkin hanya menyisakan emas dan rumah saja. Itupun mereka pertahankan supaya nanti tak habis semua" Ceritanya kembali.


Bu Yulia menangis di pelukan Suaminya. Begitu kejam dan teganya Putra mereka. Mereka tidak menyangka sama sekali.


***

__ADS_1


Negara K.


Ayu sangat kaget saat mendengar cerita Tama bahwa perusahaan Nicolas sudah di ambil alih oleh Gibran. Bahkan mereka sudah menjual beberapa aset dan kekayaannya.


Brakk.


"Tega sekali mereka membuat keluarga Amanda menderita, Hahh" Geram Ayu dengan sorot mata yang memerah.


Tama , Pranss , Nadin kaget saat melihat amarah Ayu yang memuncak.


"Kak Tama , kirimkan beberapa orang untuk menjaga Ayah , Ibu dan yang lainnya ke Negara T" Perintah Ayu dengan Tegas.


"Siap, dan aku dengar Amanda sudah melahirkan" Lapornya kembali.


Ayu menghela nafas dan duduk kembali ia mencoba tenang agar tidak gegabah memutuskan sesuatu.


"Pranss besok kau akan ke Negara T, Bukan?" Tanya Ayu serius.


"Ya besok aku akan meninjau Restoran yang ada disana dan akan mencari tempat untuk membuka cabangnya" Balas Pranss.


Lalu Ayu mengambil berkas dan menyodorkannya pada Pranss.


"Berikan ini pada Kak Nicolass dan aku tak menerima penolakan, bilang itu pada mereka" Ucap Ayu kembali.


"Berkas apa itu, Yu?" Tanya Tama penasaran.


"Itu adalah berkas anak perusahaan di Negara T yang terbesar. Aku membiarkan Kak Nicolass untuk mengelola nya, Kak" Jawab Ayu


"Ahh ya , aku yakin perusahaan itu akan bertambah maju jika di tangan Nico" Ucap Tama dengan wajah bahagia.


"Lihat saja tak ada ampun untuk kalian, tunggu aku besok. Aku akan membalasnya" Batin Ayu dengan gejolak emosi


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2