Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Sudah 3 hari ke pergiaannya sang Oma yang masih saja menyisakan kesedihan mendalam bagi seluruh keluarga.


Sudah 3 hari juga Zayn datang ke mansion untuk menemui Qilla, bahkan Zayn rela pulang larut hanya untuk memastikan Qilla baik-baik saja dan makan tepat waktu.


Seperti malam ini, Zayn dan Qilla sedang berada di dalam mobil karena Zayn akan membawa jalan-jalan Qilla.


"Mau kemana sih, Zayn?" tanya Qilla penasaran.


"Rahasia dong, sayang" jawab Zayn dengan tersenyum


"Ishh menyebalkan sekali" gerutu Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.


Zayn hanya terkekeh dan mengusap lembut pipi Qilla yang mulus.


Sehingga tidak lama kemudian Zayn menghentikan mobil nya di dekat danau yang agak jauh dari mansion.


Qilla mengernyitkan kening nya saat melihat danau yang biasa nya ramai dan terang, sekarang jadi sepi dan gelap gulita.


"Ayo" ajak Zayn.


"Hemmm" balas Qilla.


Lalu Zayn merangkup bahu Qilla dengan lembut, mereka melangkah kan kaki nya masuk ke dalam area danau.


Hingga tiba-tiba mata Qilla melotot tak percaya dengan ke indahan semua nya.


"Zayn" ucap Qilla dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ini untuk mu sayang, apa kau suka?" tanya Zayn dengan lembut.


"Sangat suka, terimakasih" jawab Qilla dengan sorot mata yang penuh dengan binar kebahagian.


Ya, Zayn menghias semua danau dengan lampu lampion, dan di sana juga di sediakan makan malam yang sangat romantis. Di danau nya di tabur dengan bunga yang sangat indah dan wangi.


Qilla menatap semua dengan sangat terpukau, ia tidak pernah di berikan hal se indah ini.


"Ayo kita makan dulu, nanti setelah itu kau bisa menikmati nya sepuas hati mu" ajak Zayn tersenyum.


"Ayooo" balas Qilla lembut.


Lalu mereka duduk dengan sangat manis dan menikmati hidangan yang ada disana. Zayn sungguh sangat memanjakan Qilla, ia bahkan mengambilkan makanan untuk Qilla walaupun sang empu sudah melarang nya.


***


Sedangkan Dadd Elga mengantarkan Kafka dan yang lainnya ke bandara untuk pulang ke Negara nya.


"Na" panggil Mom Ayu.


"Iyaa Mom" balas Nana tersenyum.


"Kapan Dio akan melamar mu?" tanya Mom Ayu lembut.


"Akhir minggu ini Mom, mungkin lebih tepat nya weekend besok. Apakah tidak apa jika menggelar nya disini?" ucap Nana dengan menundukan kepala.


"Tidak apa sayang, kau tahu bukan bahwa keputusan Qilla adalah hal mutlak" balas Mom Ayu dengan terkekeh.

__ADS_1


"Tinggallah disini , temani Qilla, Na" pinta Opa Antony yang baru saja tiba di sana.


Nana menghela nafas kasar, ia sebenarnya tidak mau merepotkan keluarga Qilla, tetapi sahabat nya itu akan marah jika tidak di turuti.


"Baiklah Opa, maaf jika aku merepotkan kalian" balas Nana tak enak.


"Tidak sama sekali" tegas Mom Ayu.


Nana , Mom Ayu dan Opa Antony lalu membahas untuk lamaran nya besok. Mereka tidak akan membuat pesta besar tetapi mereka akan membuat pesta kecil-kecil an.


Dan Nana tidak bisa menolak ucapan tegas dari Mom Ayu.


Setelah menunggu beberapa waktu, akhir nya Dadd Elga datang juga dan mereka langsung saja ke ruang makan untuk makan malam.


"Apa Zayn membawa Qilla?" tanya Dadd Elga.


"Iyaa Dad, mereka akan makan malam di luar" jawab Mom Ayu


"Kenapa kamu tidak pergi, Na?" tanya Dad Elga pada sahabat Putri nya.


Nana hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja. Lalu mereka fokus kembali makan malam.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2