Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Nana langsung saja mengambil makanan untuk nya dan Qilla, sebenar nya Nana tak enak jika tinggal disana tetapi ia juga tak bisa menolak ke inginan mereka semua.


"Na, biar gue ambil sendiri" ucap Qilla.


"Diem aja, gak papa kali-kali" balas Nana santai.


"Yasudah kalau begitu, sama minum nya ya" kekeh Qilla dengan tawa kecil.


Nana hanya mendelik saja, lalu mereka berdua makan siang dengan diam. Karena semua orang sudah makan hanya tinggal mereka saja yang belum.


Setelah selesai makan, Nana membereskan semua nya dan mencuci piring terlebih dulu.


"Na, kenapa sih gak tidur di kamar gue aja?" tanya Qilla dengan menatap Nana yang sibuk dengan cucian piring nya.


"Gak kenapa-napa, gue ingin di lantai bawah saja" jawab Nana santai.


"Ish kau ini" kesal Qilla dengan mencebikan bibir nya.


Nana hanya tertawa kecil saja dan kembali menata hasil cuciannya.


"Sana istirahat" ucap Nana lembut.


"Ayo temenin" ajak Qilla dengan merengek.


Nana menganggukan kepala dengan pasrah, ia bisa menunda belajar nya nanti malam saja.

__ADS_1


"Yasudah ayo" balas Nana.


Mereka berjalan beriringan ke lantai atas, bahkan Qilla selalu saja jahil dengan Nana.


Sedangkan di halaman belakang, Elga sedang menemani sang Istri yang sedang bersantai.


"Mas, apa kamu sudah mengurus semua nya?" tanya Mom Ayu.


"Sudah, bahkan aku sudah menempatkan penjagaan ketat untuk Nana dan Qilla, mereka bayangan jadi Qilla tidak akan tahu" jawab Dad Elga dengan tenang.


"Hemm syukurlah" ucap Mom Ayu menyenderkan kepala nya di dada bidang Elga.


"Kamu jangan banyak pikiran sayang, mereka sudah besar dan bisa menjaga diri nya sendiri. Meskipun Shaqilla perempuan, tetapi dia sudah memiliki Zayn yang akan setiap saat ada" ucap Dadd Elga dengan tegas.


"Iyaa Mas, aku hanya khawatir saja" balas Mom Ayu lembut.


"Huh kenapa lagi juga Daddy mau ke Kafka, aku kan jadi sepi" gerutu Mom Ayu dengan wajah cemberut nya.


"Mungkin Daddy kangen dengan Cicit nya , Mom" balas Dadd Elga dengan terkekeh.


Setiba nya di ruang tamu, disana Opa Antony sudah ada bersama dengan Qilla dan Nana.


Qilla bahkan sudah cemberut melihat Opa nya yang akan pergi.


"Yasudah ayo berangkat" ajak Dadd Elga.

__ADS_1


"Opa, maaf aku tidak bisa nganter ya" ucap Nana dengan tak enak.


Opa Antony mengangguk sambil tersenyum, ia tahu alasan kenapa Nana tidak bisa ikut.


"Yasudah gak papa, Na" balas Opa Antony.


Lalu mereka berempat langsung pergi setelah berpamitan pada Nana dan kepala pelayan disana.


Setelah kepergian mereka, Nana langsung saja masuk bersama dengan kepala pelayan.


"Paman, aku akan belajar kembali ya" pamit Nana dengan ramah.


"Ambil lah makanan dan minuman agar kau tidak bosan, Nona" ucap Pak Man.


"Baiklah, kalau mereka sudah kembali cepat hubungi aku" pesan Nana.


Pak Man hanya menganggukan kepala saja, lalu mereka bersama masuk ke dapur.


"Kau akan di marahi Nona muda jika terus belajar tanpa kenal waktu, Nona" gumam Pak Man saat melihat Nana pergi.


Ya, Nana memang memutuskan untuk belajar bersama dengan Dio agar lebih baik dan terus tidak kaku jika nanti sudah jadi sekertaris.


Nana mengunci pintu nya dan langsung membuka laptop serta mengambil ponsel nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2