
Pengantin baru tersebut tidur menjelang pagi, Zayn tak melepaskan Qilla karena merasa sangat sudah candu dan alhasil mereka terus saja melakukan hingga pagi menjelang.
Zayn mengecup kening Qilla yang terlelap di pelukan-Nya, ia mengusap lembut pipi sang Istri.
"Terimakasih, sayang" gumam Zayn dengan lembut.
Lalu zayn pun ikut terlelap bersama dengan Qilla, bahkan mereka belum memakai sehelai benang pun pakaian-Nya.
***
Sedangkan di kediaman Ardmaja, Nana sudah bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan.
"Mau ke perusahaan?" tanya Adel pada Nana.
"Iyaa Kak, nanti pulang-nya akan langsung ke butiq bersama Abang" jawab Nana tersenyum.
"Hati-hati sayang" ucap Adel dan Mom Ayu.
Nana melambaikan tangan-Nya dan berlalu dari dapur, ia akan di antarkan oleh supir walaupun Nana sudah menolak-Nya tatapi Opa Antony tidak bisa di tolak.
"Reno, bagaimana dia tidak tau bahwa kelakuan-nya sudah di ketahui oleh pihak lawan" gumam Nana dengan membuka berkas yang ada di tangannya.
"Aku saja yang baru terjun ke perusahaan dan urusan bisnis sudah bisa tahu bahwa ada yang janggal di dalam proyek tersebut, tetapi dia malah anteng begini" ucap nya lagi dengan menggelengkan kepala.
"Itulah yang di sebut pemimpin tidak profesonal, Nona" timpal Pak Sopir dengan terkekeh.
__ADS_1
"Dia akan selalu mengandalkan anak buah nya dan akan marah saat anak buah nya melakukan sesuatu kesalahan" timpal nya lagi.
"Ya , Bapak benar sekali. Dan aku sangat heran sekali padahal dia itu Direktur nya tetapi tidak menyadari akan hal seperti ini" balas Nana dengan terkekeh.
"Biarkan saja, yang terpenting kita akan memukul balik lawan dengan Bom" kekeh Nana kembali.
Sang sopir hanya menganggukan kepala saja, ia sangat tahu bagaimana didikan Dad Elga ataupun Asisten Dewi tidak akan pernah gagal.
Hingga pada akhir nya Nana sudah sampai dan langsung saja keluar dari mobil tersebut.
Ia masuk ke perusahaan dengan wajah datar dan dingin-nya, dia akan menemui Asisten Dewi dan akan bekerja bersama dengan nya.
"Selamat pagi, Bu"
Nana hanya membalas nya dengan anggukan saja sapaan dari para karyawan kantor tersebut.
Lalu ia langsung saja ke arah lift khusus petinggi perusahaan.
Nana melihat karyawan yang sedang mereka incar ada disana.
"Selamat pagi, Bu" sapa nya dengan sopan.
"Hemmm" balas Nana dengan menganggukan kepala.
"Kau kira akan lolos setelah ini, apalagi jika Qilla dan Zayn sudah kembali" batin Nana dengan merinding.
__ADS_1
Lalu karyawan tersebut berhenti di lantai tempat dia bekerja, dan Nana akan naik satu lantai lagi.
"Dia tidak tahu saja kalau hidup nya akan berubah setelah ini, padahal dia sudah sangat lama bekerja dengan Tuan Elga dan Antony tetapi dia tidak takut dengan kekejaman mereka ya" gumam Nana dengan melangkah masuk ke dalam ruangan Asisten Dewi.
Ceklek.
Nana membuka pintu ruangan Dewi dan langsung saja menuju ke kursi yang ada di depan meja Dewi.
"Kenapa tuh muka?" tanya Dewi dengan meledek.
"Mbak, aku ini capek ya terus saja barusan satu lift bersama orang target kita bahkan dia memasang wajah santai tanpa dosa nya" jawab Nana dengan kesal.
"Padahal dia sudah lama kerja disini dan dia pasti tahu dong kekejaman Bos kita, tapi dia mau saja di iming-iming uang yang secuil" ucap Nana kembali dengan kesal.
"Aku pun berpikiran sama dengan-mu, aku kalau jadi dia akan mikir nya juga beberapa kali bahkan berputar mikir nya, apa dia tidak tahu ya kalau Nona Qilla sama garang-nya seperti Daddy dan Oppa nya" balas Dewi dengan heran.
"Seperti nya begitu, Mbak. Aku kasihan saja sama dia, pasti Zayn dan Qilla tidak akan mengampuni mereka" ucap Nana dengan bergedik bahu.
Lalu Nana membuka berkas yang akan di bahas bersama dengan Dewi.
.
.
*Maaf ya, author nya lagi sakit jadi Up nya satu ataupun akan sedikit-sedikit. Mohon Do'a nya agar cepat sembuh ya
__ADS_1