
Sekitar jam 10 pagi Caffe tersebut di buka dan sudah banyak pengunjung yang berhamburan karena memang hari weekend.
Meli istri Pito , ia sangat cekatan membantu melayani pembeli dan bahkan ia membantu Kania. Gibran sangat puas dengan cara kerjanya.
Mereka ke banjiran pengunjung sampai keteteran semuanya. Tapi semuanya sangat menikmati dan melayaninya dengan ramah.
"Uhhh pegal sekali" lirih Kania meregangkan otot-otot nya.
Gibran tersenyum melihat kelakuan Kania yang lucu.
"Istirahat saja dulu, Kan" ucap Gibran yang sedang mengambil air dingin.
"Ehhh" kaget Kania lalu menunduk malu.
Perlahan pengunjung mulai sepi karena waktu sudah jam 10 malam. Mereka langsung membereskan dan membersihkan Caffe.
Sebelum pulang mereka selalu bersantai dulu di dapur dan memakan Cake yang sisa. Gibran membebaskan karyawannya makan atau minum Coffe tetapi mereka tidak semena-mena akan kebebasan tersebut.
"Bos , ini istriku namanya Meli" ucap Pito
"Meli" ucapnya dengan ramah.
Gibran menelisik istri Pito dengan seksama bahkan ia bengong menatap wajahnya.
"Bos" tegur Kemal.
Girban tersadar dari bengongnya karena kaget.
"Maaf tapi kamu seperti orang yang aku kenal, apalagi matamu" ucap Gibran pada Meli.
"Mungkin anda pernah bertemu dengan keponakan saya , karena banyak yang bilang bahwa saya dan dia seperti kembar" balas Meli tersenyum ramah.
Lalu mereka melanjutkan kembali makan dan meminum camilan. Pito sering kali membawa makanan sisa karena sang anak keponakannya sangat suka Cake.
"Bawa saja Cake nya Pito" ucap Gibran tersenyum.
"Hehe tak apa Bos, aku sedikit tak enak pada yang lain" ungkap Pito dengan malu.
"Tidak apa, Pito. Jangan malu ambillah , kalau bisa ajaklah keponakanmu kesini kapan-kapan" ucap Sofi
Pito menatap Kania dan Kemal mereka mengangguk dengan tersenyum.
Sebenarnya Pito sangat tak enak tetapi apalah daya sang keponakan selalu meminta Cake tersebut. Mila juga menunduk malu ia terharu melihat bagaimana baiknya teman-teman suaminya itu.
__ADS_1
Lalu mereka pergi pulang ke rumah masing-masing. Mereka akan beristirahat dari semua aktifitas hari ini.
✴✴✴
Negara K.
Pesta pernikahan Utari dan Pranss berjalan dengan lancar bahkan Ayu sangat terharu melihat Utari menikah.
Setelah acara selesai mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Ayu merebahkan tubuhnya dan mengelus perut buncitnya.
"Uhh sayang sehat-sehat ya" ucap Ayu dengan mengelus perutnya.
Ceklek.
Elga keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri yang sedang mengajak ngobrol anak di dalam kandungannya.
"Sayang" panggil Elga lembut.
Ayu memalingkan wajah dan menatap Elga tersenyum.
"Iya mas" jawab Ayu lalu ia bangun dari tidurnya.
"Halo anak Daddy , apa hari ini kau senang setelah memakan banyak makanan di pesta" ucap Elga terkekeh. Ayu yang gemas pun langsung mencium pipi suaminya.
"Ayo tidur" ajak Elga lembut.
"Hmmmm" balas Ayu. Lalu mereka merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan mata lelahnya.
✴✴✴
1 Minggu Kemudian.
Sudah 1 minggu Meli bekerja di Caffe bersama suaminya. Hari ini ia berniat membawa keponakannya karena sang Bibi sedang mengurus Pamannya yang sakit.
Dengan menggunakan motor Pito membawa mereka dengan tersenyum cerah. Ia selalu di buat gemas oleh kelakuan keponakannya , meski ia sedang sakit parah. Keponakannya di vonis sakit Leukimia stadium 2.
Mereka sampai dan langsung masuk saja. Bocah kecil lucu itu ikut masuk dan melihat sekelilingnya, dia hampir berumur 2 tahun.
Dia melihat Gibran yang sedang berjalan ke arah tempat biasa ia meracik Coffe.
"Ayahhhhh" panggil Anak tersebut membuat Kemal dan yang lainnya menatap heran. Lalu Gibran menengok dan melihat siapa yang memanggil Ayah.
__ADS_1
DEG.
"Jelita" panggil Gibran lalu ia berlari menghampiri anaknya tersebut.
Jelita memeluk Gibran dengan menangis bahkan ia sudah terisak, dengan sayang Gibran mengelus rambut panjang Jelita.
Jelita melepaskan pelukannya dan menatap sang Ayah.
"Ayah dari mana saja? Kenapa Ayah tidak menemuiku ? Aku rindu Ayah" ucap Jelita dengan terbata.
"Maafkan Ayah sayang" balas Gibran dan memeluk kembali Jelita.
Mereka masih melongo tak percaya tetapi mereka membiarkan saja dulu Gibran melepaskan rindu dengan Jelita.
Mila dan Pito kaget bukan main saat tau bahwa Bos nya adalah Ayah dari keponakannya. Mereka juga tahu bahwa Gibran bukan Ayah biologis Jelita.
Gibran membawa Jelita masuk ke ruang kerjanya dan meminta Kania membawa beberapa Cake dan Jus.
Jelita duduk di pangkuan Gibran dan terus memeluknya seakan ia takut kehilangannya.
"Ayah , Ibu dimana?" tanya Jelita dengan tatapan menggemaskan.
"Apa ibu nda angen Lita?" tanya nya lagi dengan cadel.
Gibran mengelus rambut Jelita dengan sayang lalu mencium keningnya.
"Ayah juga tidak tahu sayang, Ayah dan Ibu sudah lama pisah" jawab Gibran dengan lembut.
Jelita hanya ber ohh saja.
Lalu datanglah Kania dengan nampan yang berisi beberapa Cake. Jelita langsung berbinar senang.
"Ante aku mau Cake" pinta Jelita dengan antusias.
"Ini semua untukmu, Nona cantik" jawab Kania lembut.
"Wah Ante maacih" ucap Jelita bahagia. Lalu ia turun dan duduk di kursi yang ada disana. Jelita langsung meminta Cake tersebut dan melahapnya.
.
.
.
__ADS_1