
Hingga tak terasa waktu sudah hampir malam, dan Zayn serta Qilla belum juga muncul ke hadapan keluarga nya.
Hingga tak lama kemudian, mereka di kejutkan dengan kedatangan Zayn yang bersama dengan Qilla.
"Loh loh kenapa kalian dari arah kamar?" tanya Dad Elga dengan penuh selidik.
Zayn dan Qilla saling pandang, lalu mereka menggelengkan kepala nya.
Dengan santai nya Zayn dan Qilla duduk di antara keluarga nya yang sedang menatap nya dengan penuh tatapan tajam.
"Tadi tuh Qilla badannya panas dan aku mengantarkan ke kamar nya dan mungkin lelah aku jadi ikut tertidur disana" jelas Zayn dengan santai.
Mom Ayu langsung saja berpindah duduk nya di dekat Qilla, lalu ia menatap Putri nya dengan khawatir.
"Sayang, ayo ke Rumah sakit" ajak Mom Ayu dengan cemas.
"Tidak mau Mom, aku sudah sembuh kok dan tadi itu Zayn sudah mengopres ku dan memberikan obat penurun panas" balas Qilla cepat.
"Benar apa kata Mom Ayu, Qill. Ayo lebih baik ke Rumah sakit saja" timpal Nana dengan memegang dahi Qilla.
"Ish aku sudah tidak apa, aku sekarang hanya ingin makan" kesal Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.
"Mom, semua nya , Qilla sudah tidak apa kok kalian tenang saja" ucap Zayn dengan lembut.
"Ck, kenapa kau tidak bilang kalau Qilla sakit, Nak" omel Mom Elysa dengan memukul lengan Zayn pelan.
__ADS_1
"Tidak perlu Mom, aku juga bisa merawat nya kok" ucap Zayn dengan bangga.
"Kau ini" dengus Dio dengan menjitak kepala Adik nya.
"Ayo makan ihh, aku lapar" rengek Qilla.
Zayn langsung saja bangun dan berjalan menghampiri Qilla, lalu ia membawa Qilla ke ruang makan.
"Ya ampun anak itu" gerutu Dad Elga dengan menggelengkan kepala nya.
Sedangkan yang lainnya hanya tertawa kecil saja, lalu mereka ikut serta ke ruang makan untuk makan malam.
Mereka makan malam dengan santai, Mom Ayu bahkan sangat perhatian pada Qilla.
Nana melayani Mom Elysa dan Dio, ia tau bahwa Qilla benar-benar belum pulih, karena terlihat dari raut wajah Zayn yang terus menatap Qilla dengan cemas.
"Panggil Dokter saja ya, aku mohon" ucap Zayn dengan memelas.
"Baiklah" pasrah Qilla dengan tersenyum.
Zayn langsung saja menelpon Dokter, setelah itu ia kembali lagi ke kamar Qilla.
"Masih pusing,sayang?" tanya Mom Elysa lembut.
"Tidak Mom, aku hanya lelah saja" jawab Qilla sambil tersenyum.
__ADS_1
"Qilla undur saja acara pertunangannya ya" ucap Zayn dengan tiba-tiba.
"Loh kenapa, Mas?" tanya Qilla heran.
"Aku mau kamu sembuh dulu, dan aku tidak akan tunangan denganmu, melainkan langsung menikahi mu" jawab Zayn dengan tegas.
"Aku sudah beritahu ini pada Daddy dan Abang, mereka sudah setuju dan 1 minggu setelah pernikahan kita, Nana dan Abang akan nikah" jelas Zayn.
"Dan besok aku akan mengurus semua nya" ucap Zayn kembali.
"Hemm aku ikut saja, Mas" balas Qilla tersenyum lembut.
Lalu Dokter keluarga pun tiba disana, Zayn langsung saja menyuruh nya untuk memeriksa Qilla.
"Nona muda hanya kelelahan saja, Tuan" jelas Dokter tersebut.
"Dan biarkan dia istirahat total dulu ya" ucap nya lagi.
Mereka hanya menganggukan kepala saja, lalu Bibi Yun mengantarkan Dokter kembali.
Zayn mengusap lembut kepala Qilla, ia menatap sendu sang calon istri.
.
.
__ADS_1
.