Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Setelah acara drama-drama menangis nya selesai, Qilla dan yang lainnya langsung saja pergi ke kamar nya masing-masing untuk istirahat.


Qilla satu kamar bersama Nana, awalnya Qilla akan sendiri tetapi Nana merengek karena tidak ingin tidur sendiri.


"Qilla" panggil Nana.


"Hmmmm" balas Qilla


"Bolehkah aku pergi dari sisi mu? Aku akan membuat diriku pantas terlebih dulu untuk bersahabat dengan-mu?" tanya Nana dengan serius.


Qilla kaget dan langsung saja bangun dari tidurannya, ia lalu duduk dengan menatap tajam sang sahabat.


"Aku takut nama keluarga dan nama mu akan buruk jika mereka tahu bahwa kau berteman dengan ku yang hanya anak panti asuhan" lirih Nana dengan memejamkan mata nya.


"Kau, akan ku sumpal mulut mu jika kau berbicara seperti itu lagi" kesal Qilla dengan wajah sendu.


"Aku dan keluarga ku tidak akan pernah malu, bahkan aku bangga mempunyai sahabat seperti mu yang pekerja keras. Kau akan selalu di sisiku dan kau akan menjadi Asisten ku" tegas Qilla dengan pancaran yang sangat tajam.


"Tapi Qilla" ucap Nana terhenti saat mulut nya di bungkam oleh tangan Qilla.


"Pergilah, maka kau akan mengetahui kalau aku akan menghilang" ancam Qilla dengan tegas.

__ADS_1


Nana menghela nafas, lalu ia bangkit dari tidurannya.


"Maafkan aku, aku akan selalu bersama mu dan jangan pernah menghilang ataupun menghilangkan senyuman mu" ucap Nana dengan sendu saat melihat wajah serius Qilla.


Qilla memeluk Nana, ia merasa mempunyai Kakak perempuan saat bersama Nana.


Dia juga tahu arti sabar, sederhana dan tidak boleh lemah dari Nana saat ia menyamar menjadi wanita sederhana.


Lalu mereka memilih untuk tertidur karena besok pagi mereka akan berlibur ke pantai.


***


Sedangkan di Negara lain, Disti dan teman-teman nya cukup bingung dan juga terkejut dengan tingkah Nana dan Qilla.


"Bahkan kata teman nya yang satu pekerjaan dengan mereka, mereka sudah resign dari bekerja dan akan fokus ke kuliah" ucap teman Disti dengan wajah bingung.


"Mereka bakalan punya uang dari mana jika tidak bekerja? Dan juga mereka berlibur dengan jauh, pakai pesawat terbang lagi" ucap teman yang lainnya.


"Mungkin mereka mempunyai Sugar Babby" ceplos Disti dengan santai.


Mereka tersenyum miring dan mereka langsung menyusun rencana agar bisa membuat kedua mahasiswi itu malu.

__ADS_1


Hingga akhir nya mereka pulang dan berpisah dari Disti yang masih betah disana.


Setelah kepergian teman-temannya, Disti masuk ke kamar yang sudah di sediakan untuk nya.


"Bahkan aku juga mempunyai Daddy Sugar agar mempunyai banyak uang" gumam Disti dengan menghela nafas kasar.


Disti langsung saja masuk ke dalam kamar tersebut dengan langkah gontai, sebenarnya ia juga tidak mau tetapi Ayah dan Bunda nya yang sangat acuh dan hanya memberikan materi saja tanpa memberi kasih sayang pada nya.


Disti, termenung saat melihat pria tampan yang selalu membuat nya bahagia dan tersenyum senang.


"Hai sayang" ucap pria tersebut dengan nada bahagia.


"Hai Pirli" balas Disti dengan tersenyum kecil.


Lalu mereka duduk bersama di sofa yang ada di kamar tersebut, Disti langsung saja bergelayut manja pada Pirli.


"Kenapa hm? Apa mereka pergi lagi?" tanya Pirli dengan lembut.


Disti hanya menganggukan kepala saja, lalu mereka bercerita dengan Disti yang terus di pelukan Pirli.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2