Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
22


__ADS_3

Setelah selesai makan siang , Gibran kembali ke perusahaan dengan mobil yang menjemputnya. Sedangkan Malik dan Gina langsung melajukan mobil nya ke luar kota.


Selama di perjalanan Gibran hanya menatap kosong ke arah luar jendela dengan sesekali membuang nafasnya kasar.


Hingga tak terasa mobil yang di tumpanginya berhenti tepat di depan perusahaan Wibawa. Gibran langsung berlalu masuk dengan wajah dinginnya.


Selama Gina pergi akan ada sekertaris baru yang akan menggantikannya.


Ting.


Gibran keluar dari Lift dan langsung berjalan ke arah ruangannya.


"Selamat siang, Tuan. Perkenalkan saya Utari sekertaris pengganti mbak Gina" Ucap Utari dengan menunduk hormat.


"Hmmm, apakah Gina sudah memberitahukan kamu jadwal saya" Tanya Gibran datar.


"Sudah, Tuan" Balas Utari lembut.


"Hmmm, bekerjalah yang benar" Ucap Gibran datar dan berlalu masuk ke ruangannya.


**


5 Bulan Kemudian.


Amanda masih berharap bisa bertemu kembali dengan Ayu walau hanya sebentar. Tetapi nyatanya ia hanya bisa berharap saja tanpa kenyataan.


Saat ini Amanda sedang mengandung anak dari Nicolass, usia kandungannya baru 3 bulan. Amanda dan Nicolass sama sekali belum pernah bertemu kembali dengan Gibran walau masih satu Kota.


*


Wibawa Group.


Hari ini adalah rapat bersama dengan beberapa pemegang saham. Nicolass pun turut hadir karena mewakili sang istri yang mempunyai saham di perusahaan tersebut.


Nicolass masuk dengan di dampingi sang Asisten nya.


"Huffhhj" Nicolas membuang nafas kasar.


"Tuan biar saya saja yang menghadiri rapat ini" Ucap Asisstennya karena ia tahu permasalah di kehidupan Bos nya.


"Tidak apa-apa Gin" Balas Nicolass tersenyum.


Gina memberitahu Malik bahwa rapat akan di mulai, sedangkan Gibran di beritahu oleh Utari. Ya sekarang Gina jadi sekertaris khusus Malik sedangkan Utari jadi sekertaris Gibran. Itu semua atas perintah Gibran sendiri.


Ceklek.


Malik dan Gina masuk lalu duduk di kursi yang sudah disediakan. Tak lama kemudian Gibran datang dengan Utari. Seketika rapat pun di mulai.

__ADS_1


**


Negara T.


Bu Yulia menatap poto mantan menantunya yang sangat ia sayangi.


"Ayu kamu dimana? Ibu merindukan kamu! Kau tau Nak, Putri itu tidak tulus menyayangi Ibu dan Ayah makanya Ibu oergi dari Mansion. Dia hanya menyayangi Gibran dan anaknya saja. Ibu tau perempuan itu berbeda dengan kamu sayang, kamu itu lembut dia itu sangat judes. Para Art di Mansion sering mengeluh karena dia dengan semena-mena menyuruhnya" Monolog Bu Yulia pada poto Ayu.


Lalu Bu Yulia membuang nafasnya dengan kasar dan duduk di balkon kamar. Ia menatap langit yang gelap di penuhi oleh bintang-bintang kecil.


Ayah Salim menghampiri istrinya dan duduk di sebelahnya dengan merangkul pundak sang istri.


"Sabar, suatu saat kita akan bertemu kembali dengan Ayu" Hibur Ayah dengan tersenyum.


"Iya, Ayah. Apa Amanda sehat?" Tanya Bu Yulia


"Dia sehat, bayi nya juga sehat. Nanti setelah pekerjaan kantor Nico agak renggang mereka akan kesini" Jawab Ayah salim lembut.


"Syukurlah" Ucap Bu Yulia lega.


Lalu mereka mengobrol ringan disana dengan sesekali mengingat masa muda nya. Bukan tanpa alasan mereka pergi ke Negara tersebut.


**


Mansion Wibawa.


Saat ini Putri sedang melajukan mobilnya untuk ke perusahaan sang suami. Dia akan mengantarkan makan siang Gibran.


Dengan gembira ia keluar dari mobil dan langsung ke Resepsionis. Di loby ia berpasan dengan Nicolas yang baru saja keluar dari lift.


"Hai Adik Ipar" Sapa Putri tersenyum sinis.


"Ohh Hai KAKAK IPAR" Balas Nico dengan datar.


"Sedang apa kau di perusahaan saumiku" Tanya Putri bangga.


"Heh bangga ya dapat suami tapi hasil merebut" Jawab Nicolass dengan wajah polos.


"Jaga bicaramu, Nico" Geram Putri.


Nicolas hanya terkekeh saja dan berlenggang pergi meninggalkan Putri yang sedang menahan emosi.


"Dimana ruangan suami saya?" Tanya Putri pada salah satu karyawan disana.


"Maaf Nona siapa nama suami anda?" Tanya balik karyawan tersebut.


"Gibran Ali Wibawa" Jawab Putri dengan bangga.

__ADS_1


"Ohh maaf, Nona. Ruangan Tuan Gibran ada di lantai 25 dan anda silahkan naik lift khusus itu" Ucap karyawan tersebut dan langsung menunjukan Lift nya.


Dengan sombong Putri langsung pergi masuk ke dalam Lift tersebut dan langsung memencet tombol angka 25.


"Ohh itu Istri baru Tuan Gibran, masih cantikan Bu Ayu mana diamah sombong lagi beda banget sama Bu Ayu" Gumam karyawan tersebut.


"Ehh yang tadi siapa?" Tanya karyawan lain.


"Istri nya Tuan Gibran" Jawab si karyawan tadi.


"Masih cantikan Bu Ayu ya" Ucap karyawan A


"Iya , mana diamah Ramah lagi" Timpal karyawan B.


"Kalian mau bekeja atau bergosip saja" Bentak Malik dengan wajah datar nya.


"Maaf Tuan" Balas mereka. Lalu mereka bubar dari lobi dan pergi masuk ke Divisi masing-masing.


"Huffhhhh" Membuang nafas lelah lalu Malik pergi dari sana.


***


Putri masuk ke ruangan Gibran tanpa permisi terlebih dahulu.


"Mas" Panggil Putri.


Gibran dan Utari langsung melihat Putri dan Utari langsung menjauhi Gibran.


"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan" Pamit Utari dan langsung keluar ruangan Gibran.


Putri duduk di sofa dan membuka rantang makan siangnya. Gibran menghampiri Putri dan memeluknya.


"Sama siapa Baby Lita di rumah, sayang?" Tanya Gibran.


"Sama Ayah dan Ibu, Mas" Jawab Putri tersenyum.


Gibran mencium bibir ranum istrinya. Dengan lembut ia menyusuri setiap rongga yang berada di mulut Putri.


"Khmmmmp" Decak Putri lalu melepaskan ciuman panas mereka.


"Makan siang dulu, Mas" Ucap Putri lembut.


"Suapin ya" Balas Gibran dengan manja.


Putri hanya menurut saja dan ia langsung menyuapi Gibran dan dirinya bergantian.


.

__ADS_1


.


__ADS_2