
Semua nya sudah berkumpul di pemakaman, bahkan Sela dan kawan-kawan pun sudah sampai disana.
Disini lah mereka saat ini , di pemakaman keluarga Ayu. Kafka menangis dalam diam saat tubuh wanita yang sangat ia sayangi di masukan ke liang lahat.
Manik mata nya terpejam seraya air mata yang terus saja menetes, Ayu maupun Elga tak beranjak jauh dari Kafka.
Begitupun dengan Keila dan Ikmal. Mereka sama merasakan kehilangan , sedih dan juga merasa kecewa karena tidak bisa menjaga Delisa.
"Aku baru saja menemukan sosok Adik yang manja, Del. Semoga kamu bahagia disana sayang, aku harap kamu tidak melupakan Kami" ucap Keila dengan lirih.
Keila memejamkan mata bahkan memeluk tubuh Ikmal saat tanah menutupi tubuh sang Adik.
"Hiks Hiks , aku aku sangat sayang padamu , Del" ucap Kafka dengan lirih.
"Semoga kau tenang , sakit mu akan sembuh dan semoga kamu bahagia , sayang. Kamu akan tetap di hati ini" ucapnya kembali dengan memeluk sang Mommy.
"Sabar sayang" ucap Ayu dengan lembut.
Kafka hanya diam dan terus memeluk tubuh Ayu. Ia merasa sangat rapuh sekali.
Raka dan yang lainnya merasa sangat kasihan melihat Kafka, apalagi mereka tahu bagaimana Kafka yang sangat menyayangi nya.
Sela menangis memeluk tubuh Raka , ia juga sangat merasakan kehilangan sosok sahabatnya.
__ADS_1
"Semoga kamu tenang , Del. Kami disini sangat menyayangimu dan kami juga akan selalu bahagia" ucap Sela dengan terisak.
Setelah semua selesai , semua orang sudah pergi hanya tertinggal keluarga saja.
Kafka berjongkok dengan lesu , ia menghapus air mata nya dan mencoba tersenyum.
Mereka membiarkan Kafka terlebih dahulu sebelum mereka mengajak Kafka pulang.
"Apakah kamu sekarang bahagia, sayang. Aku harap kau bahagia. Lihatlah aku tersenyum bukan karena aku menepati janjiku padamu agar tetap bahagia dan tersenyum. Tetapi untuk melanjutkan hidup dengan wanita lain , maafkan aku , aku tidak bisa. Entah sampai kapan aku akan menyendiri , tetapi jika suatu saat nanti ada wanita yang memang tulus aku akan mencoba membuka hatiku kembali" ucap Kafka dengan lirih. Ia menunduk dan kembali terisak.
Elga menepuk pundak Kafka denga seraya membuatnya tenang.
Teman-teman Delisa semua berjongkok dan menangis terisak. Mereka masih tidak menyangka akan secepat ini berpisah dengan Delisa.
"Abang kuat kok, udah ih jangan nangis tuh lihat ingus keluar" ledek Qilla terkekeh.
Kafka tersenyum dan mengelus pucuk kepala Adiknya dengan sayang. Tangannya menghapus air mata yang selalu menetes.
Mereka semua pulang dengan kesedihan , Keila bahkan sampai drop karena terus-terusan menangis.
Bahkan saat ini Keila sudah berada di Rumah sakit karena kelelahan. Ikmal dengan sabar menunggu dan menguakatkan Keila.
"Sayang , jangan seperti ini lagi ya. Delisa juga tidak akan bahagia jika kamu begini terus. Ingat , ada kehidupan yang harus kamu jaga" ucap Ikmal dengan mengusap lembut perut Keila.
__ADS_1
"Iya mas, maafkan aku ya. Kamu istirahat saja" balas Keila dengan lembut.
"Mas akan tidur disini" ucap Ikmal seraya naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuh nya di samping Keila.
Mereka tidur siang dengan Ikmal memeluk tubuh istirnya. Sedangkan Keila malah terjaga dan ia menghela nafas saat memingat semua tentang Delisa.
'Mbak ikhlas sayang. Pergilah dengan tenang' batin Keila dengan memejamkan mata nya.
Keila dan Ikmal terlelap dengan pulas karena memang sangat kelelahan.
Sedangkan di mansion Ayu , Kafka langsung masuk ke kamarnya dan mengunci kamar. Kafka duduk di sofa dan melihat poto nya saat bersama dengan Delisa.
Kafka memejamkan mata dan menyenderkan kepala nya ke sofa. Ia sangat lelah dan juga merasa lelah hatinya.
Kafka akan berusaha melupakannya dan membuang semua kenangan dengan Delisa agar ia bisa melupakannya dengan mudah.
"Maafkan aku , karena kalau tidak begini aku akan susah melupakanmu" ucap Kafka.
Kafka langsung bangkit dan membereskan semua barang yang berhubungan dengan Delisa. Kafka akan menyimpannya di gudang, apalagi di mansion yang ada di Negara nya. Hampir semua nya tentang Delisa.
.
.
__ADS_1
.