Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Zayn yang posesif


__ADS_3

Zayn dan Qilla baru saja tiba di Kota J, mereka akan langsung ke Hotel terlebih dulu sebelum nanti ke anak perusahaan milik Zayn.


"Kamu bisa memesan kamar terlebih dulu, kita akan ke perusahaan nanti sore" ucap Zayn pada anak buah nya


"Baik Tuan" balas anak buah nya patuh.


Zayn lalu membawa Qilla masuk ke dalam kamar Hotel yang sudah ia pesan.


"Mandi dulu baru kita istirahat" ucap Qilla saat melihat Zayn menjatuhkan tubuh nya ke atas ranjang.


"Ayo" balas Zayn dengan semangat.


Qilla yang sudah tau akal bulus sang Suami langsung saja berlari ke kamar mandi, tetapi dengan cepat Zayn langsung menggengdong tubuh nya.


"Aaa sayang aku mau mandi sendiri" pekik Qilla dengan tertawa kecil.


"Tidak akan aku biarkan kau lolos sayang" ucap Zayn dengan mengecup setiap inci wajah Qilla.


Lalu mereka mandi bersama dengan kata lebih mandi plus bergairah hehe.


Qilla hanya bisa pasrah saat sang Suami mengerjai tubuh nya kembali.


"Ahhh sayang kau selalu saja membuatku melayang" racau Zayn di sela kegiatannya.


Qilla hanya bisa mend*sah saja tanpa menghiraukan perkataan Zayn.

__ADS_1


Setelah selesai dengan semua sesi mandi, mereka langsung keluar dari kamar mandi.


Zayn membantu mengeringkan rambut milik Qilla, ia bahkan tidak kesusahan saat Qilla merebahkan kepala nya di dada bidang nya.


"Mas, aku lelah sekali" ucap Qilla dengan lesu.


"Ayo kita istirahat dulu" balas Zayn membawa Qilla ke atas ranjang.


Mereka lalu memejamkan mata nya untuk istirahat terlebih dulu.


**


Tepat jam 5 sore, Zayn dan Qilla pergi ke anak perusahaan tersebut.


"Tuan, apa anda akan datang ke jamuan makan malam Tuan X?" tanya anak buah nya.


"Iya, kita nanti akan kesana sstelah melihat anak perusahaan" jawab Zayn.


Anak buah nya menganggukan kepala , lalu ia kembali fokus pada lanu mobil yang sedang di jalan.


Selama di perjalanan, Zayn terus saja memeluk tubuh Qilla dengan posesif.


Entah kenapa ia selalu saja ingin bersama deng Qilla dan bahkan terus dekat nya.


"Mas, kenapa kamu ini selalu manja? Tidak biasa nya?" tanya Qilla sedikit bingung.

__ADS_1


"Gak tau, pokok nya aku ingin selalu dekat dengan mu dan menghirup aroma tubuh mu" balas Zayn dengan manja.


Qilla hanya menggelengkan kepala nya, ia lalu memgusap lembut kepala Zayn yang berada di dada nya.


Tak lama kemudian mereka sampai juga di perusahaan, Zayn dan Qilla langsung masuk ke dalam.


Sontak saja kedatangan sang Bos dan Istri nya membuat para karyawan dan petinggi perusahaan kalang kabut, mereka tidak tahu sama sekali bahwa Zayn akan berkunjung kesana.


Untung saja selama ini perusahaan mereka tidak bermasalah sama sekali, bahkan perusahaan mereka juga selalu meroket padahal hanya anak perusahaan.


Zayn langsung saja merangkul pinggang Qilla dengan posesif, bahkan wajah nya sangat masam karena hampir semua para pria disana menatap nya dengan kagum.


"Ck, mereka ingin sekali aku congkel mata nya karena sudah berani menatap mu dengan seperti itu" gerutu Zayn dengan kesal.


"Sudahlah, mereka hanya menyapa kita saja bukan menatap ku, sayang" ucap Qilla menenangkan Zayn yang sudah mode posesif.


"Tetap saja, bahkan mereka selalu melirik mu" kesal Zayn dengan cemberut.


"Yaampun apa lagi ini" batin Qilla dengan menghela nafas kasar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2