Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
79


__ADS_3

Mansion Ardmaja.


Matahari menyapa warga Bumi yang sedang memulai aktivitasnya. Begitupun dengan Ayu , sudah sejak tadi ia membereskan barang-barang Pribadinya di kamar bawah, meski Elga menyuruh nya diam tetapi ia tetap saja melanggar.


Pagi ini , Elga kembali bekerja dari rumah , ia enggan untuk meninggalkan Ayu yang sedang hamil tua.


"Tuan, Nyonya, sarapan sudah siap" ucap Bi Sumi dengan sopan.


"Iyaa Bi sebentar lagi kami kesana" balas Elga.


Elga menghampiri istri nya yang ternyata sudah selesai membereskan barang-barang.


"Ayo sarapan dulu" ajak Elga lembut.


"Iya mas sebentar" balas Ayu tersenyum.


Lalu mereka berjalan ke arah ruang makan, di sana sudah banyak jenis makanan untuk mereka berdua.


Elga mengambilkan makanan untuknya dan Ayu karena ia merasa kasihan melihat Ayu yang gampang lelah.


"Aaaaaa" ucap Elga sambil menyodorkan sendok isi makanan pada mulut Ayu.


Ayu tersenyum dan menerima suapan dari suaminya.


Mereka sarapan sepiring berdua dengan Elga yang terus menyuapi Ayu dan bergantian dengannya.


Para Art yang disana merasa bahagia melihat kemesraan majikannya. Mereka bersyukur mendapatkan majikan yang sangat baik serta ramah. Ayu dan Elga tidak membeda-beda kan makanan yang mereka makan dengan para Art.


Setelah selesai sarapan , Elga langsung beranjak ke ruang kerja nya. Sedangkan Ayu berjalan-jalan di halaman depan bersama dengan di temani oleh Bi sari.


"Nyonya istirahat dulu" ajak Bi sari menuntun Ayu duduk di kursi taman mini mansion tersebut.


"Iya, Bi" ucap Ayu karena ia juga merasa lelah.


Ayu duduk dengan menghela nafas lelah. Ia meminum air yang di bawa oleh Elga.


"Nyonya kita masuk saja, ayo" ajak Bi sari karena kasihan melihat Nyonya nya yang kelelahan.

__ADS_1


"Sebentar lagi bi, bi tolong panggilkan Vani ya dan tolong buatkan rujak. Rasanya ingin makan rujak dengan Vani disini" ucap Ayu dengan menelan ludahnya.


Bi sari terkekeh melihat wajah tak sabaran dari Nyonya nya. Lalu ia mengangguk dan menyuruh salah satu penjaga untuk mengawasi Nyonya nya.


Ayu memandang langit dengan menghela nafas lega lalu ia tersenyum.


'Semuanya sudah berlalu dan kini aku merasakan kebahagian yang teramat sangat bahagia, apalagi sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang akan menghiasi hari-hari ku dan suamiku. Aku bersyukur mendapatkan suami yang sangat baik dan mengerti akan apapun kondisi ku' batin Ayu tersenyum


Elga merasa heran saat melihat istrinya yang sedang tersenyum cerah sambil memandang langit.


Elga selalu memantau kegiatan istrinya dari CCTV yang ada di setiap sudut mansion tersebut.


"Berbahagialah selalu, karena aku juga akan bahagia melihat senyum indah di wajahmu" gumam Elga tersenyum.


Lalu Elga membuka kembali berkas yang masih berada di meja kerjanya. Ia harus melewatkan jalan-jalan pagi bersama sang istri karena berkas yang menumpuk.


Dengan sesekali Elga melihat layar yang mana menampilkan Ayu , Vani dan Bi sari yang sedang memakan rujak.


Elga hanya menggeleng kepala saja. Ia merasa heran pasalnya Ayu selalu saja mengidam yang aneh-aneh.


Perusahaan Ardmaja.


Lana di buat terkejut saat melihat Tama yang datang bersama dengan Asistennya.


"Kenapa kau kaget, Lana" ucap Tama dengan terkekeh.


"Aku bisa di penggal oleh Nyonya Ayu karena tidak tau anda kesini, Tuan" balas Lana menghela nafas.


Tama langsung tertawa , ia juga pasti sudah mengira bahwa Adik angkatnya itu akan merajuk pada Elga dan Lana karena tidak memberitahunya.


"Ck, aku kesini karena ada pekerjaan sekalian menjenguk Adikku. Aku kira Elga ada disini" ucap Tama lalu duduk di kursi depan Lana.


"Tuan muda menjadi suami siaga, Tuan. Dia bekerja di mansion karena tidak mau meninggalkan, Nyonya" balas Lana terkekeh.


"Hehhh Tuan muda mu itu bucin parah" ledek Tama dengan tertawa.


"Jangan lupakan anda juga sama, Tuan" sinis Asisten Tama.

__ADS_1


Tawa Lana dan Asisten Tama pecah melihat wajah masam dari Tama. Mereka memang bucin dengan istri masing-masing. Bukan takut ataupun apapun itu , mereka sangat menyayangi dan menghargai wanita nya.


Tama dan Lana bergegas memilih makan siang di mansion Elga. Mereka akan membuat kejutan untuk Tuan nya itu.


Tama membeli beberapa Cake , buah dan camilan untuk Adiknya tersebut.


**


-Mansion Ardmaja.


Sedangkan Ayu saat ini sedang duduk santai di ruang makan dengan Vani dan Elga. Mereka akan memulai makan siang.


"Sayang, mas ambilkan ya?" pinta Elga dengan lembut


"Tidak usah , mas. Aku bisa kok dan ini untukmu" balas Ayu tersenyum.


'Huhh lembut banget kalau bersama Ayu , tapi kalau dengan oranglain datar dan dingin' batin Vani terkekeh


Mereka baru akan memulai makan siangnya , tetapi di kejutkan dengan kedatangan Lana , Tama dan Asisten Tama.


"Kakkkkkkk" heboh Ayu dan ingin berlari. Tetapi dengan segera Elga memeluk dan mendudukan di pangkuannya.


Seketika Ayu langsung cengengesan karena ia mendapatkan pelototan.


"Hehe maaf sayang" kekeh Ayu mencium bibir Elga sekilas.


Tama hanya menggeleng dan duduk di dekat Lana.


"Makan dulu, nanti kangen-kangennannya" ucap Tama dengan santainya.


Ayu ingin turun tetapi di larang oleh Elga, dengan terpaksa ia makan di pangkuan Elga.


Mereka makan siang dengan damai tanpa perbincangan. Setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga.


.


.

__ADS_1


__ADS_2