
Ayu dan Tama langsung masuk ke Ruangan dimana nanti Ayu akan bekerja. Ayu melihat sekelilingnya.
"Aku ingin meronovasinya. Disana buat tempat duduk dan buat tempat tidur khusus untukku jika aku sedang lembur" Ucap Ayu dengan menatap Tama.
"Baiklah, aku akan menyuruh para pekerja besok untuk mulai meronavasi dengan di awasi olehku sendiri. Besok kan hari wekeend mungkin cukup 2 hari untuk merenovasi" Balas Tama dengan menjelaskan.
Ayu duduk dan mulai mengerjakan beberapa berkas yang berada di meja nya. Dan ia langsung membaca berkas kerja sama dengan Wibawa Group.
"Kita lihat, siapa disini yang miskin" Gumam Ayu tersenyum miring.
Lalu Ayu mengajak Tama untuk pulang karena tidak ada jadwal yang penting.
"Mbak Miska, saya pulang duluan ya" Pamit Ayu
"Baiklah, Nona. Hati-hati di jalan" Balas Miska ramah.
Lalu Ayu berjalan ke arah lift. Ayu membawa berkas kerja sama dengan Wibawa , Tuan Antoni menyerahkan semua nya pada Ayu bahkan ia memberikan wewenang untuk mencabut saham di perusahaan manapun jika itu di perlukan.
Ting.
Ayu langsung berjalan ke arah mobil yang sudah menunggunya disana. Para karyawan menyapa dengan sangat ramah dan sopan.
Ayu hanya membalas dengan menganggukan kepalanya saja.
Sepanjang perjalanan Ayu mempelajari isi berkas tersebut dan tersenyum kecil.
"Tam, disini kurang lebih 1 mingguan lagi kita akan ke Negara I dan meresmikan Resort yang ada di Kota M" Ucap Ayu
"Ya benar. Apakah anda akan kesana?" Tanya Tama memastikan.
"Ya kita akan kesana dan kita mulai dari sana" Jawab Ayu tersenyum.
"Baiklah" Dengan senyum yang mengembang Tama mengiyakan ucapan Ayu.
**
Nadin menyempatkan menjenguk Amanda sebelum Amanda pulang ke Negara T. Ia membawa beberapa makanan untuk Bumil tersebut.
Nadin datang dengan Pranss dan dua orang pengawal. Mereka sama diberi pengawal oleh Tuan Antoni.
"Pranss , bagaimana menurutmu tentang Gibran sekarang" Tanya Nadin
__ADS_1
"Menurutku dia seperti nya tidak ada rasa penyesalan apapun. Terlihat saat Ayu membuka topeng ia hanya biasa saja dan tersenyum kecut. Tetapi melihat reaksi Putri , dia seperti nahan amarah saat tahu bahwa itu Ayu" Jawab Pranss dengan terkekeh.
"Aku yakin dia akan membuat ulah kembali" Tebak Nadin
"Ya , itu sudah pasti. Tapi sekarang giliran kita yang akan membalas nya" Balas Pranss terkekeh.
Mereka akhirnya sampai di Hotel dimana Amanda menginap selama di Negara K.
Mereka langsung masuk lift menuju ke lantai dimana Amanda menginap.
Ting.
Pranss dan Nadin keluar lalu berjalan ke arah dimana kamar Amanda dan Tuan Salim.
Terlihat Gibran , Putri dan Jelita keluar dari sana dengan wajah yang emosi.
Nadin tersenyum miring saat melihat Putri.
"Apa lu hah" Bentak Putri
"Dih kenapa ya bentak-bentak tak karuan" Ucap Nadin tertawa kecil.
Putri hanya menatap tajam lalu pergi menyusul Gibran. Jika tidak bisa menahan emosi dia sudah pasti akan menampar Nadin.
"Pranss, Nadin masuklah" Ajak Nico ramah.
Lalu mereka masuk dan duduk di dasana. Terlihat Bu Yulia memapah Amanda keluar dari kamar.
"Kak Nadin" Panggil Amanda senang.
Lalu Nadin memeluk Amanda yang sudah terisak di pelukannya.
"Kenapa kau juga ikut menghilang, aku sangat merindukan kalian. Aku seperti anak yang di tinggalkan Ibu. Aku sendirian disana, kalian jahat sekali" Omel Amanda dengan terisak.
"Maafkan Mbak. Mbak tak punya pilihan selain mengikuti Ayu" Jawab Nadin lembut.
"Ayo duduk" Tegur Nicolass pada Amanda.
Lalu mereka duduk dan melanjutkan obrolannya. Sedangkan Bu Yulia menghidangkan makanan dan minuman.
"Bu, janga repot-repot" Ucap Pranss tak enak.
__ADS_1
"Tidak apa, Nak. Ayo silahkan di coba" Balas Bu Yulia tersenyum lembut.
"Baiklah, Terimakasih" Ucap Pranss dengan tulus. Lalu ia mengambil minuman yang ada di meja.
Sebenarnya Pranss penasaran saat melihat wajah murung Bu Yulia dan wajah emosi Gibran tadi. Dia ingin sekali menanyakan nya tetapi dia tidak berani.
"Oh iya tadi seperti ada Gibran?" Tanya Nadin
"Ya dia datang kesini dengan tidak tau malu nya ingin menguasai seluruh perusahaan. Sedangkan disana ada saham Amanda" Jawab Tuan Salim emosi.
"Aku yakin bahwa istrinya yang sudah mengompori Gibran agar semua menjadi hak nya. Aku tak habis pikir pada anak itu, dia semakin berubah" Keluh Bu Yulia menghela nafas.
"Biarkan saja, kan kamu juga masih punya Butiq?" Tanya Nadin.
"Butiq ku hanya tinggal nama saja. Dia telah merampasnya dengan kejam" Balas Amanda dengan emosi.
"Aku kira dia menyuruh ku untuk menandatangi berkas kontrak kerja karena pada saat itu Gibran tidak ada. Tau nya itu pengalihan semua aset Butiq ku" Ucapnya kembali dengan sendu.
"Hah kenapa gak kamu rebut kembali dengan bantuan Nico" Ucap Pranss kaget.
"Sudah , tapi dia licik sekali bahkan hampir saja perusahaan Nico juga akan hancur. Tapi kita tahu dan langsung pindah kesini" Balas Amanda.
"Apakah Gibran tahu?" Tanya Nadin
"Tahu, tapi diam saja seolah takut sama istri licik nya" Kesal Nicolass
"Biarkan saja, nanti juga dapat karma nya sendiri" Ucap Pranss menenangkan.
"Lalu bagaimana dengan Orangtua Putri?" Tanya Pranss penasaran
"Menurut anak buahku , Putri mengasingkan mereka entah kemana karena sempat Ibu dan Ayah nya akan mengacaukan rencana Putri. Jadi dia sangat marah dan mengasingkan mereka" Jawab Nicolass.
"Apaa. Gila banget dia" Kaget Nadin
"Ayah rasa dia memang sudah gila" Timpal Ayah Salim terkekeh. Lalu mereka tertawa.
.
.
.
__ADS_1
.