
Malam hari nya , Vani datang dengan Bi sumi untuk mengantarkan makan malam untuk Nyonya dan yang lainnya.
Bi sari ikut pulang kembali bersama sang sopir. Ia akan membantu para Art yang sedang membereskan mansion.
Tok Tok.
"Masuk"
Vani dan Bi sumi masuk dengan papperbag di tangannya. Vani mendekat ke arah Ayu yang sedang duduk di ranjang pasien.
"Nyonya , makanlah dulu" bujuk Vani
"Tidak, Van. Mas Elga saja tidak makan" jawab Ayu sendu.
Vani menatap Bunda Rahma yang sangat bersedih.
"Nyonya , jika tidak makan kasihan bayi anda. Bagaimana jika Tuan Elga tahu bahwa Nyonya dan Baby tidak makan, mungkin ia akan marah" ucap Bi sumi lembut.
Ayu mengerjap lalu mengusap perut buncitnya. Ia baru tersadar bahwa ada makhluk kecil yang berada di dalam perutnya.
"Baiklah" pasrah Ayu.
Bunda , Vani dan Bi sumi tersenyum senang. Lalu Bunda Rahma menyuapi Ayu dengan semangat.
-Markas Elga.
Lana melihat bagaimana Paman Tuan muda nya yang menjerit histeris karena melihat seekor Harimau menjilati lengan dan wajah nya.
"Itu bukan seberapa dengan apa yang anda lakukan pada, Tuan muda. Aku yakin Nyonya Ayu akan memberikan pelajaran yang lebih sadis" gumam Lana.
Lalu ia memerintahkan anak buah nya untuk mengeluarkan kembali Harimau jantan tersebut.
"Lepaskan saya. Lana kau breng**k , kau itu hanya bawahan saja jangan so jadi Tuan" teriak Tono dengan histeris.
"Arrrgghhjj" teriak Tono prustasi.
"Kau pasti mati, El. Karena tiga peluru tersebut bersarang di jantungmu" gumam Tono senang.
Ia mengira bahwa Elga meninggal karena saat ia melihat tubuh Elga yang di penuhi oleh darah.
✴✴✴
Mansion Ikmal.
Sudah beberapa bulan ini Putri dan Mika di siksa habis-habisan oleh Ikmal karena mereka mencoba kabur bahkan merencanakan untuk membunuh Ayu sang Nyonya nya.
Putri tergeletak lemah selepas Ikmal menggagahi nya.
"Ini hukuman karena kau tidak jera juga" ucap Ikmal dengan penuh tekanan.
Putri hanya terdiam lesu , ia sudah sangat lelah dengan semua ini. Bahkan ia sempat kabur tapi berakhir di siksa oleh Ikmal.
"Bunuh saja aku, aku lelah dengan semua ini" lirih Putri dengan pilu.
"Tidak semudah itu, kau sudah aku berikan kesempatan agar berubah, tetapi kau malah berniat kabur dengan teman mu itu" ucap Ikmal dengan lantang.
Brak
Ikmal menutup pintu dengan kencang , sampai Putri terhenyak kaget.
"Ayah , Ibu maafkan aku" gumam Putri meneteskan air mata.
Ikmal memasuki kamar pribadinya dan langsung masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Aku sudah memberikan kalian keringanan tetapi kalian malah ingin melenyapkan wanita yang sangat di cintai oleh penolongku. Kalian sama saja menggali lobang kematian kalian" gumam Ikmal dengan menahan emosi nya.
Ia memakai handuk dan bergegas keluar kamar mandi.
Drttt Drttt
Ikmal mengeryit saat melihat salah satu temannya yang sedang bertugas mengawal Tuan Elga.
"Halo , ada apa?" tanya Ikmal to the point.
"Tuan muda tertembak saat menyelamatkan Nyonya dari Pamannya yang jahanam itu" gerutu temannya dengan geram.
"Apaa, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Ikmal kaget.
"Dia masih kritis dan keadaannya Nyonya sangat menyedihkan saat tahu Tuan sedang kritis" jawabnya dengan menghela nafas kasar.
Setelah mendapatkan jawabannya , Ikmal memutuskan panggilan tersebut dan segera berpakaian.
Ikmal memesan tiket menuju Negara T malam itu juga. Ia menugaskan beberapa anak buah nya untuk menjaga Putri dan Mika.
"Kalian jaga mereka , jika mereka membuat ulah ataupun berniat kabur , berikan saja pelajaran" perintah Ikmal dengan tegas.
"Siap Tuan" jawab nya dengan tegas.
Ikmal di antarkan salah satu anak buahnya ke Bandara. Putri dan Mika melihat kepergian Ikmal , mereka berniat akan kabur kembali tanpa memikirkan konsekuensinya.
"Bagaimana kalau kita coba kabur kembali, kita bisa kabur ke luar kota ataupun ke luar Negara ini. Tabungan kita sudah cukup" ide Mika dengan tersenyum.
"Baiklah , kita jangan membawa apa-apa" balas Putri
Tanpa mereka sadari salah satu anak buah Ikmla mendengarnya dan melaporkan kepada kepala pengawal.
"Mau kemana kalian" bentak anak buah Ikmal dengan garang.
"Belum juga kabur sudah ketahuan" batin Mika dan Putri.
"Bawa mereka ke kamar di ruangan bawah tanah" perintah nya kembali.
Mika dan Putri gemetar ketakutan saat tangannya di tarik paksa oleh anak buah Ikmal.
"Jangan ssntuh kami, lepaskan kami" ucap Putri dengan lantang.
"Tidak akan Nona, kalian akan memuaskan kami semua" jawab Kepala pengawal dengan tersenyum smirk.
"Tidak , jangan lakukan" teriak Mika ketakutan.
Tetapi tetap saja mereka membawa tubuh Mika dan Putri dengan memanggulnya.
Brak.
Brugh
Anak buah Ikmal menjatuhkan tubuh Putri dan Mika dengan keras sampai mereka meringis.
"Berikan mereka obat ini" perintah Kepala pengawal dengan senyuman sinis.
Dengan penuh paksaan Putri dan Mika meminum obat yang di berikan oleh anak buah Ikmal.
Mereka tersenyum saat melihat obat tersebut bereaksi.
Di dalam kamar tersebut ada 5 orang pria dan di luar 5 orang lagi sedeng meunggu giliran.
"Ahhhhh tidak" teriak Putri saat Kepala pengawal memegang dada Putri yang montok.
__ADS_1
Putri dan Mika mencoba menolak tetapi tubuh mereka menerima setiap sentuhan dari mereka. Tubuh polos mereka membuat nafsu anak buah Ikmal naik tinggi.
Tanpa menunggu lama mereka menerkam kedua wanita tersebut secara bergilir.
✴✴✴
-Negara T.
Ayu kembali menjenguk Elga ke ruangannya. Ia sudah meneteskan air mata nya tatkala melihat wajah pucat sang suami.
"Selamat Pagi mas. Apa kamu tidak ingin menyapa anak kita, lihatlah dia merindukan Daddy nya" ucap Ayu lirih.
Ayu duduk di kursi dekat suaminya , lalu ia membawa tangan Elga dan menciumnya.
Ceklek.
Seorang perawat masuk dengan membawa nampan berisi alat membersihkan tubuh Elga.
"Biar saja , kau bisa pergi" ucap Ayu datar.
"Baik Nyonya" jawab perawat lelaki tersebut.
Ayu mengunci ruangan tersebut dan mulai membersihkan tubuh sang suami dengan telaten.
"Mas , apa kau tidak ingin bangun. Apa kau tidak rindu padaku" ucapnya lirih.
Air mata Ayu kembali menetes saat tidak ada respon dari suaminya.
"Hiks Hiks , aku disini tersiksa, mas. Aku merindukan pelukan , manja , rengekan dan usapanmu di perutku. Aku merindukan semua hal tentangmu, mas. Bangunlah maka aku akan menjadi wanita tegar kembali, kau tau aku sakit melihat kau begini" ucap Ayu dengan terisak.
"Aku rapuh , aku sakit, mas" lirihnya.
Lalu ia memilih keluar ruangan tersebut saat semuanya sudah selesai. Ayu tidak kuat dengan keadaan sang suami, ia merasa sakit melihatnya yang tak berdaya.
Bunda Rahma memeluk kembali Ayu dan mengusap rambutnya lembut.
"Kenapa harus mas Elga, Bun. Kenapa bukan aku saja yang berada disana. Aku takut Bun , aku takut mas Elga akan meninggalkan aku, aku takut Bunda" ucap Ayu terisak di pelukan sang Bunda.
Vani , Ayah Antoni dan Bi sumi meneteskan air mata melihat ke rapuhan Ayu. Mereka ikut merasakan sakit yang di alami Ayu.
"Sayang , sabarlah dan berdoa agar Elga cepat membaik. Ayah yakin dia itu suami yang kuat , dia pasti akan kembali pada kamu , apalagi saat ini kalian akan kedatangan malaikat kecil" dengan lembut Ayah Antoni mengusap air mata Putrinya.
"Tapi Ayah , apa salah ku hingga saat aku mulai kembali bahagia Tuhan mengujiku dengan sangat kejam. Aku kuat menghadapi nya Ayah , tapi aku sakit ketika melihat wajah pucat dan tubuh mas Elga yang tak bergerak. Aku aku takut kalau dia meninggalkan aku" ucap Ayu kembali menangis.
Ayah Antoni memeluk Ayu dan istrinya. Mereka terisak di dalam pelukan tersebut.
-Perusahaan Ardmaja.
Lana bersama dengan Asisten Ayah Antoni sedang di buat kalang kabut oleh istri Tono yang terus menyebarkan bahwa Elga membunuh suaminya.
Para pemegang saham sudah datang untuk rapat dadakannya karena saham yang anjlok akibat berita miring dari Elgaza Ardmaja. Asisten Ayah Antoni menyarankan agar Ayu yang memimpin rapat agar mereka tidak berbuat semena-mena dan masalah cepat selesai.
"Lan , kalau tidak Nona Ayu yang menanganinya mereka akan lebih percaya pada wanita itu" ucap Asisten Antoni.
"Hahh baiklah Paman bisakah kau jemput Nyonya Ayu dan jelaskan semuanya. Aku disini akan menenangkan media dan pemegang saham" pasrah Lana dengan yakin.
"Baiklah, aku akan segera kembali" balas Asisten tersebut , ia langsung keluar ruangan Elga dan menuju jalan belakang perusahaan tersebut.
.
.
.
__ADS_1
.