Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

Sudah 1 bulan Kafka dan Delisa tinggal bersama dengan Ikmal. Hari ini Kafka akan kembali pulang ke Negara nya sendirian, karena Delisa memutuskan untuk tetap tinggal disana bersama dengan Keila dan Ikmal.


"Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya" pinta Kafka mengusap lembut kepala Delisa yang tertutup hijab.


"Iya , hati-hati di jalan. Jangan lupa jaga kesehatan" balas Delisa lembut.


Lalu Kafka masuk kedalam jet pribadi nya. Ia melambaikan tangan pada Delisa dan Keila , Ikmal.


"Ayo" ajak Ikmal pada istri dan Delisa.


"Hmmm" balas Keila lemas.


"Tante tidak apa?" tanya Delisa khawatir.


Ikmal langsung berbalik dan menatap sang istri yang pucat. Dengan cepat ia membawa Istrinya ke dalam mobil.


"Ayo Om cepat kasihan Tante" ucap Delisa ikut panik.


Dengan cepat Ikmal langsung melajukan mobilnya ke arah Rumah sakit.


Sesampainya disana Ikmal langsung membawa Keila ke ruang UGD.


Delisa dan Ikmal duduk disana dengan wajah yang khawatir , apalagi wajah Ikmal. Mereka menunggu dengan gelisah.


Pintu ruangan terbuka dan keluarlah seorang Dokter.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Ikmal


"Istri anda baik-baik saja, Tuan. Dan ada kabar baik yang akan sampaikan" jawab Dokter dengan ramah.


Delisa hanya mendengarkan saja , karena ia merasa lega wanita yang selama ini ia anggap sebagai Kakak tidak apa-apa.


"Apa Dok?" tanya Ikmal penuh dengan penasaran.


"Selamat Anda akan menjadi seorang Ayah, Tuan. Istri anda sedang mengandung dan kandungannya sekarang berumur 2 minggu. Saya harap anda bisa menjaga nya karena hamil di trimester pertama itu masih rentan" jawab sang Dokter.


Ikmal hanya mendengarkan dengan penuh ke tidak percayaan , ia tidak percaya akan di berikan kepercayaan secepat itu.


"Hamil , jadi Istri saya sedang Hamil?" tanya Ikmal dengan memastika.

__ADS_1


"Iya Tuan , kalau begitu saya permisi dulu. Dan ini resep obat yang harus anda tebus" ucap Dokter dengan menyodorkan secarcik kertas.


Karena Ikmal tak kunjung mengambilnya dengan cepat Delisa mengambil dan mengucapkan terimakasih.


"Abang , aku tebus obat dulu ya" ucap Delisa. Karena Ikmal ingin di panggil Abang oleh Delisa , karena Ikmal sudah menganggap nya adik sendiri.


"Ehh yaudah , nanti Abang dan Mbak mu tunggu di mobil saja ya" balas Ikmal tersenyum.


Delisa mengangguk dan berjalan ke arah apotek yang ada disana.


Sedangkan Ikmal ia segera masuk dan melihat istri nya yang sedang duduk bersandar di ranjang pasien.


"Mas , aku akan menjadi Ibu dan kamu akan menjadi Ayah" ucap Keila dengan berbinar bahagia.


"Iya sayang, kita akan menjadi Orangtua. Kamu jangan terlalu lelah ya" balas Ikmal mengecup seluruh wajah Keila.


Keila memeluk Ikmal dengan posesif. Ia merasa senang karena ia dan Ikmal di beri kepercayaan dengan secepat ini.


"Ayo kita pulang" ajak Ikmal.


"Sebentar, dimana Delisa?" tanya Keila


"Hmmm yaudah , oh iya mas aku merasa Delisa menyembunyikan sesuatu yang besar dari Kafka" ucap Keila dengan lirih.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Ikmal bingung.


"Ahh sudahlah nanti saja di rumah aku cerita nya" jawab Keila memeluk lengan Ikmal erat.


Ikmal tersenyum dan mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut.


'Terimakasih Tuhan , aku bahagia dengan semua ini apalagi dengan kabar bahagia ini. Aku sudah bahagia Put bersama istri dan calon anakku. Meskipun hatiku sudah mencintai yang lain tetapi kamu mempunyai tempat tersendiri disana' batin Ikmal bahagia.


Sesampai di parkiran , Ikmal dan Keila melihat Delisa yang sudah menunggu dengan menenteng obat dari Apotek.


"Mbak tidak apa kan? Ahh senang nya aku akan mendapatkan keponakan yang lucu" ucap Delisa bahagia.


"Tidak apa sayang, ayo pulang , mbak rasanya ingin tidur nyenyak" balas Keila lembut.


Ikmal membukakan pintu untuk istrinya, sedangkan Delisa ia sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Lalu Ikmal melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang saja.


✴✴✴


-Mansion Ardmaja.


Saat ini keluarga Elga sedang makan malam di mansion. Mereka makan malam dengan hening, apalagi melihat raut wajah Ayu yang tak biasa.


Elga dan Qilla memutuskan untuk tidak banyak bicara karena melihat sorot mata Ayu yang sulit di artikan.


Setelah selesai , Ayu langsung saja masuk ke kamar nya tanpa sepatah katamu.


"Dadd , Momm kenapa?" tanya Qilla pelan.


"Mungkin Mom sedang ada masalah , sayang. Kamu istirahatlah karena besok pagi kita akan menjemput Abangmu" jawab Elga lembut.


"Baiklah, Dadd. Selamat malam" ucap Qilla mencium pipi Elga.


Elga menghela nafas dan langsung beranjak mengikuti istrinya ke kamar. Elga sendiri tidak tahu apa yang membuat sang istri menjadi begitu.


Ceklek.


Elga melihat Ayu yang sedang duduk bersandar di sofa. Perlahan Elga menghampiri dan duduk di sisi Ayu.


"Kenapa, Momm?" tanya Elga lembut.


"Lihatlah, aku mengkhawatirkan Kafka , pasti ia akan sangat kecewa dan tersakiti telah di bohongi" jawab Ayu dengan memberikan map yang berisi tentang Delisa.


Elga mengambil dan membaca isi dari map tersebut. Ia melotot tak percaya dengan isi nya.


"Bagaimana ini?" tanya Elga dengan memijit kepala nya yang mendadak pusing.


"Kita biarkan saja , aku ingin Delisa yang jujur pada Kafka" jawab Ayu tegas.


Elga hanya mengangguk dan mencoba menenangkan Istri nya yang sedang badmood.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2