Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
57


__ADS_3

Pagi Hari.


Elga sarapan dengan di temani Ayu. Sedikit demi sedikit Ayu sudah jarang muntah pagi hari.


Lana menunggu Tuan nya di teras depan dengan memegang ponsel canggihnya.


Ayu mengantarkan Elga sampai ke depan , ia menyalami dan memeluk suaminya.


Elga mencium kening lembut Ayu. Lalu ia masuk ke dalam mobil bersama Lana.


"Maaf Nyonya ada telepon dari Nyonya Rahma" ucap Bi Sari dengan ramah.


"Suruh menelpon ke ponsel saya saja, Bi" titah Ayu lembut.


Bi Sari mengangguk lalu berlalu dari sana. Sedangkan Ayu ia langsung berjalan ke arah Haman depan dan duduk di kursi taman.


Drrtt Drrrt


"Halo, Bun" ucap Ayu senang


"Halo sayang, apa kabarmu?" tanya Bunda


"Aku baik-baik saja, bagaimana kabar Bunda dan Ayah?" tanya Ayu balik.


"Syukurlah , kami juga baik-baik saja Nak. Bagaimana kabar cucu Bunda" ucap Bunda Rahma.


Ayu mengobrol dengan Bunda nya sampai 1 jam lebih. Mereka membahas pernikahan Utari.


Setelah mematikan ponselnya, Ayu berjalan-jalan di Halaman mansion dengan melihat-lihat tanaman bunga yang sedang mekar.


"Uhh lengket banget, mandi dulu lah sebelum masak" gumam Ayu. Lalu ia langsung berjalan masuk dan langsung menuju kamarnya.


Ayu merendam tubuhnya dengan aroma therapy yang sangat menenangkan.


✴✴✴


Ikmal saat ini sedang menikmati tubuh indah Putri. Jujur saja ia tidak bisa sekali saja tanpa wanita malam , bahkan ia juga sudah sangat candu dengan tubuh Putri. Bahkan ia memberikan perawatan untuk Putri yang sangat bagus agar para pelanggannya merasa puas.


Sedangkan di kamar yang tak kalah mewahnya. Mika sedang memuaskan nafsu seorang lelaki yang sudah agak tua. Ia bahkan di buat tidak puas dengan lelaki tua tersebut, hingga lelaki itu menyuruh Asistennya untuk mencoba Mika.


Mika pasrah dengan nasibnya, ia sendiri awalnya sangat kaget bahkan sempat berontak tetapi ia di siksa oleh Ikmal agar menurut.


"Ahhhhh" desah Mika saat Asisten perkasa itu mulai menghujamnya.

__ADS_1


Ternyata sang Asiten memiliki penyakit Hipersex hingga Mika di buat kewalahan bahkan ia merasa miliknya sangat perih.


"Uhhhh Tuan, hentikan aku sudah tidak ku kuat ahhhhh" desahan panjang Mika terdengar pilu.


Setelah puas sang Asisten itu pun menyudahinya dan memberikan uang beberapa lembar pada Mika.


"Kau sangat memuaskan , sayang. Aku akan kembali lagi besok" bisik Pria tersebut lalu mere*mas kedua dada Mika dan bahkan sempat-sempatnya ia memainkan daerah sinsitif Mika.


"Uhhhhh" lenguh Mika.


Lalu Pria tersebut pergi bersama dengan Bos nya. Ia berniat akan kembali lagi walau tanpa Bos Tua nya.


Sedangkan Ikmal ia masih saja belum merasa puas bahkan Putri sudah kelelahan.


"Tu tuan , saya lelah" lirih Putri dengan mata sudah berkaca-kaca.


"Ahhh sebentar lagi" balas Ikmal dengan terus menghentakan juniornya.


"Ahhhhhhhh" erangan panjang Ikmal menandakan ia sudah selesai. Lalu ia mengeluarkan miliknya dan membuang pelindung yang entah ke berapa.


Ikmal mer*mas bahkan mengulum pu**ng dada Putri. Putri hanya mendesah lemah, ia sudah sangat lelah dengan kelakuan Ikmal yang tidak ada lelahnya.


"Kau semakin nikmat sayang. Nanti akan ada yang menyewa mu bersiaplah. Dan jangan lupa meminum Pil KB agar kau tak punya anak" ucap Ikmal setelah melepaskan tangannya dari dada Putri.


Seakan tak pernah puas , Ikmal melakukannya lagi dan lagi. Bahkan Putri hampir saja pingsan.


Ikmal menyuruh pelayan membersihkan kamar itu serta memberi Putri Vitamin agar segar kembali.


Lalu Ikmal berjalan ke arah kamar Mika. Tanpa mengetuknya ia masuk dan melihat uang yang berserakan di tubuh polos Mika. Ikmal mengambil dan tersenyum senang.


"Uhhhh aku ingin sekali menyentuhmu" gumam Ikmal ketika melihat tubuh polos itu. Tetapi Ikmal membiarkannya karena Mika dan Putri nanti malam akan ada yang menyewa nya lagi.


Bilang saja dia jahat tetapi ia tidak suka memberikan pelajaran pada mereka dengan menyiksanya. Lebih baik dengan kenikmatan saja menyiksanya.


***


Ikmal pergi ke dapur dan bertemu dengan Ibu angkatnya.


"Bibi" panggil Ikmal lembut.


"Iya , Den" balas Bi imah.


"Apa makan siang sudah siap?" tanya Ikmal.

__ADS_1


"Sudah , mau makan sekarang?" tanya balik Bi Imah.


Ikmal mengangguk dan duduk di kursi tersebut. Lalu ia melahap makanan tersebut setelah di siapkan Bi Imah.


"Bi jangan lupa makan , terus beri makan kedua wanita itu" pinta Ikmal tersenyum.


"Iya , Bibi paham kok" balas Bi Imah lembut. Lalu ia pergi ke belakang.


✴✴✴


Perusahaan Ardmaja.


Ayu sudah menunggu Elga di loby perusahaan. Mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Ayu.


"Sayang" panggil Elga lembut.


Ayu menoleh dan tersenyum. Lalu ia berjalan dan memeluk Elga.


"Ayo" ajak Elga tersenyum.


Ayu mengangguk dan berjalan bersama dengan Elga. Ia memeluk lengan Elga.


Lana dan Vani menggeleng pelan melihat keuwuan atasannya.


Ayu mengajak makan siang dulu ke Restoran sebelum ke rumah sakit. Dengan senang hati Elga menuruti kemauan Ayu.


-Rumah sakit.


Ayu sedang melakukan USG , dengan sangat antusias Elga melihat perkembangan Baby nya.


"Perkembangannya sangat baik. Nyonya harus rajin makan bergizi dan buah-buahan ya" ucap Dokter ramah.


"Baik, Dok" balas Ayu tersenyum.


Lalu Dokter menjelaskan apa saja yang harus di patuhi dan di larang. Dengan seksama Elga mendengarkan semuanya.


Setelah selesai mereka langsung pulang karena takut Ayu kelelahan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2