Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Tepat jam 02 siang, Qilla dan Erna sudah siap untuk pulang, mereka akan langsung ke Restoran tempat bekerja nya.


"Ayo Qill, sebelum nenek lampir datang" ajak Nana cepat.


"Iyaa ayo, aku akan membuat perhitungan dengan mereka" balas Qilla dengan senyum miring


"Hei jangan aneh-aneh" ucap Nana dengan terkekeh.


"Ayo cepat" ajak Qilla dengan terburu-buru.


Mereka berjalan dengan santai sampai ke parkiran, lalu Qilla menyuruh Nana membawa motor nya ke depan gerbang kampus.


Sedangkan Qilla sendiri, ia langsung saja ke parkiran mobil dan membuat sesuatu disana.


Setelah dirasa selesai, ia langsung menghampiri Nana yang sudah menunggu.


"Ayo kita bekerja" ucap Qilla dengan girang.


Karena saking girang nya, Nana sampai telonjat kaget mendengar suara Qilla.


"Ya ampun untung saja jantung ku tidak copot" gerutu Nana.


Qilla hanya cengengesan saja dan menyuruh Nana untuk melajukan motor nya.


Di sepanjang jalan, Qilla terus saja berceloteh bersama Nana.


Mereka sudah seperti Adik dan Kakak saja.


***


Sesampai nya di Restoran, Qilla dan Nana langsung berganti pakaian dengan seragam yang sudah di sediakan.


"Baru datang Na, Qil?" tanya karyawan yang akan pulang.


"Iyaa, ini mau langsung kerja" jawab Nana dengan tersenyum.


"Oke, semangat" balas karyawan tersebut.

__ADS_1


Qilla hanya tersenyum sambil menganggukan kepala saja.


Lalu Nana dan Qilla langsung bekerja, Qilla dan Nana bekerja sebagai pelayan disana.


Walaupun uang Qilla banyak, tetapi ia tidak pernah hura-hura.


"Hei kalian" panggil manager


Nana dan Qilla langsung saja menghampiri manager tersebut.


"Ada apa, Pak?" tanya Qilla sopan.


"Tolong antarkan pesanan ini semua ke ruangan VVIP yang di atas ya" perintah manager tersebut.


"Siap Pak" balas Qilla dan Nana.


Lalu Manager tersebut pergi begitu saja, Qilla hanya mencebikan bibir saja dan pergi bersama Nana.


"Sombong banget sih Manager itu" gerutu Qilla dengan kesal.


"Udah biasa, ya begitulah dia mentang-mentang manager" balas Nana pelan.


"Silahkan Tuan dan Nyonya" ucap Qilla dengan ramah.


"Alamak mati aku" batin Qilla saat tahu siapa tamu tersebut.


Qilla senyum kikuk dan cengengesan, lalu ia membawa Nana pergi dari sana yang sama kaget nya.


"Mau kemana kau, anak nakal" ucap Mom Ayu.


Ya, tamu tersebut adalah Ayu, Elga , Antoni dan Istri nya.


Mereka juga sama kaget nya saat melihat pelayan nya yang ternyata adalah Putri bungsu mereka.


"Hehe, Mom, Dad, Oma, Opa" sapa Qilla cengengesan.


"Kenapa kau bekerja, Nak?" tanya Mom Ayu dengan penuh intimidasi.

__ADS_1


"Ck, aku kan sedang berlaga jadi orang miskin Mom. Ya kali aku punya uang banyak tapi tidak bekerja pasti mereka mengira aku nyolong" jawab Qilla dengan enteng.


"Ya ampun anak ini" gerutu Nana dengan pelan.


"Sudah ya, nanti lagi ngobrol nya aku akan bekerja kembali" pamit Qilla dengan mengecup pipi mereka bergantian.


"Nanti malam Dadd tunggu di mansion, bawa juga teman mu" ucap Dadd Elga dengan tegas.


"Oke" balas Qilla.


Lalu Qilla dan Nana keluar dari sana, Nana baru bisa menghela nafas lega saat jauh dari keluarga sahabat nya ini.


"Putri kalian ini" ucap Ayah Antoni tersenyum.


"Sama seperti Mom nya dulu" balas Istri Antoni mendelik ke arah Mom Ayu.


"Iya , dia nurun ke aku gak ke Daddy nya" kesal Mom Ayu dengan menyuapkan makanan ke mulut nya.


Elga dan yang lainnya terkekeh saat melihat wajah Ayu yang masam.


Lalu mereka melanjutkan lagi makan siang nya.


Sedangkan di luar, Qilla sedang melayani beberapa pengunjung bersama Nana.


Setelah senggang, Nana mengajak Qilla istirahat untuk makan.


"La, aku takut nih sama keluarga kamu" ucap Nana yang baru saja duduk dengan membawa makanan untuk mereka berdua.


"Kenapa harus takut? Mereka gak bakalan gigit lo kok" balas Qilla santai.


Nana menghela nafas dan memberikan jatah makanan Qilla.


"Tenang aja, mereka tidak akan marahi lo kok" ucap Qilla.


Nana hanya menganggukan kepala dan kembali fokus untuk makan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2