
Tiara langsung bungkam saat melihat Zayn yang merangkul pinggang Qilla.
Dia tidak menyangka bahwa Zayn akan ada disana bersama Qilla lagi.
"Tapi aku memang mencintai mu, Zayn. Tidak seperti dia yang hanya memanfaatkan kekayaan kamu" ucap Tiara dengan berani.
"Tidak salah tuh, bukan nya kamu ya yang ingin memanfaatkan Zayn? Kamu tau keluarga Ardmaja dan Pramudya? Sebanyak itulah harta ku, Tiara" balas Qilla dengan nada mengejek.
"Sialan kau Qilla" batin Tiara dengan mengepalkan tangannya.
"Kau tau Tiara, kau itu seperti pengemis yang ada di pasar sana" ejek Qilla kembali dengan sorot mata tajam.
"Kau dan Kakak mu sama-sama haus akan harta, kalian melihat harta seperti melihat apa saja, padahal itu hanya titipan semata" ucap Qilla dengan tegas dan dingin.
"Kau jangan sombong Qilla, lihatlah nanti aku dan Kakak akan membalas semua nya dan kau, akan menangis histeris kehilangan itu semua" ancam Tiara dengan berteriak.
"Aku akan menunggu nya, Tiara" ucap Qilla penuh dengan tantangan.
Tiara langsung saja di seret oleh security yang ada disana, bahkan ia di lemparkan ke pinggir jalan.
Qilla dan Zayn langsung masuk kembali ke dalam perusahaan.
"Apakah tadi ada yang merekem ? kalau ada sebarkan di situs internet" ucap Qilla datar.
"Baik Nona" balas para karyawan dengan semangat.
__ADS_1
Setelah itu, Qilla dan Zayn langsung saja masuk ke dalam lift. Mereka akan ke ruangan Zayn kembali.
"Huh merepotkan sekali wanita itu" gerutu Qilla dengan menyenderkan kepala nya di lengan Zayn.
Zayn tersenyum kecil, lalu ia membawa Qilla dalam pelukannya yang hangat.
Ting.
"Kamu istirahat di kamar pribadi aku saja, ya. Aku ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan dulu, setelah itu baru kita pulang" ucap Zayn sambil merebahkan Qilla di kamar yang ada di ruangannya.
"Iyaa Mas, aku sangat mengantuk" balas Qilla yang sudah memejamkan mata nya.
Zayn mengusap lembut pipi Qilla, ia juga mengecup kepala beberapa kali sampai Qilla benar-benar pulas.
Zayn mengecup bibir Qilla sekilas, ia terkekeh saat Qilla bergumam karena terganggu.
"Menggemaskan sekali sih kamu itu, sayang" gumam Zayn dengan tersenyum kecil.
Zayn meninggalkan Qilla dan ia langsung duduk di kursi kebesarannya.
Ia mulai membuka berkas yang belum sempat ia periksa sejak tadi.
***
Sedangkan di mansion Tr, Nana dan Dio sudah sejak tadi tiba disana.
__ADS_1
Saat ini mereka sedang bersantai bersama Mommy El di ruang keluarga.
Uhuk uhuk.
"Na, Mom, lihat ini" ucap Dio dengan menyodorkan ponsel nya ke arah dua wanita itu.
"Ya ampun, Tiara ke perusahaan Zayn" kaget Nana
"Tapi Qilla sangat hebat ya, dia bisa membungkam mulut wanita itu dengan pedas" timpal Mom El dengan terkekeh.
"Itumah sudah pasti Mom" balas Nana ikut terkekeh.
Vidio tersebut sudah sangat viral, bahkan sampai trending di kalangan anak muda dan kampus.
"Berani sekali dia menyerang Qilla, masalah Kakak nya saja belum sempat ia balas apalagi ini Adiknya ikut-ikutan, ahh sudahlah tamat riwayat mereka berdua" ucap Nana dengan tertawa pelan.
"Tapi memang sih harus di beri pelajaran, Mom takut dia akan berkata yang tidak-tidak pada oranglain" balas Mom El.
"Mom tenang saja, kita tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Dio lembut.
Mom El menganggukan kepala , ia lalu melihat kembali vidio tersebut yang memang belum selesai.
.
.
__ADS_1