Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
92


__ADS_3

Setelah sampai mereka langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya pada ranjang size. Elga langsung menidurkan Putra nya di kamar yang bersebalahan dengan kamar mereka.


"Sayang, ganti baju dulu" ucap Elga mencium pipi Ayu.


"Hmmm iya mas" balas Ayu dengan malas.


Elga merasa gemas dan langsung menggendong Ayu ke arah kamar mandi.


"Mas ihhh" omel Ayu dengan cemberut.


"Gemas banget melebihi Kafka" balas Elga terkekeh dan langsung keluar.


Elga merebahkan tubuhnya yang lelah. Ia merasa bahagia semuanya terasa lengkap dengan adanya Ayu sebagai istri yang sempurna dan Kafka yang menjadi penyemangat nya sekarang.


Ceklek.


Ayu keluar dan melihat Elga heran. Ia menghampiri sang suami dan ikut berbaring di sampingnya.


"Mas kenapa senyum-senyum?" tanya Ayu memiringkan tubuhnya pada Elga.


Elga ikut berbalik dan memeluk tubuh Ayu.


"Mas merasa sangat beruntung sekali , mendapatkan kamu wanita yang sempurna di mata mas dan sekarang ada Kafka yang melengkapi keluarga kita. Aku berharap suatu saat nanti Kafka akan menjadi pelindung kita semua dan menjadi lelaki tangguh" ucap Elga mencium kening Ayu lembut.


"Aku lebih bahagia karena memiliki kamu sebagai suami yang mampu menerima ku apa adanya bahkan menerima kekuranganku. Kamu dan anak-anak akan menjadi pelengkap hidupku" balas Ayu mengusap lembut pipi Elga.


Elga mencium bibir ranum Ayu dengan lembut. Ia sudah sangat rindu dengan candu nya. Ia terus saja mencium dan mel***t habis bibir ranum itu.


Ayu membalasnya dengan lembut, setelah cukup lama pemanasan Elga langsung melahap istrinya yang menggoda.


Mereka melakukan hubungan intim sampai 2 jam, setelah itu mereka langsung terlelap karena kelelahan.


Sedangkan di bawah , para pengawal dan Art sedang memindahkan hadiah Kafka yang sangat banyak.


"Banyak sekali ini hadiah" keluh Art tersebut.


"Hehh ini baru sebagian , masih banyak lagi di mobil tuhh" balas pengawal dengan tertawa geli.


Mereka harus lembur untuk membereskan semua kado di ruang tamu , karena besok pagi Ayu , Elga dan Kafka akan membukanya.

__ADS_1


✴✴


Di Kota A.


Putri sudah 2 bulan di rawat karena tubuhnya melemah. Ikmal dan Orangtua Putri semakin di buat terpukul dengan keadaan Putri yang semakin hari semakin menurun.


Ikmal bahkan berniat akan kembali ke kediaman Ayu dan Wibawa. Ia merasa tidak tega dengan kondisi Putri.


"Sayang, besok pagi aku akan ke mansion Ardmaja dan Wibawa. Kamu bersama Ibu dulu ya" ucap Ikmal mengusap lembut pipi Putri.


"Mas , jika memang aku hanya membuat beban aku tidak papa di rawat di rumah saja, mas. Aku hanya ingin maaf dari Ayu dan keluarga Wibawa saja , mas" ucap Putri lemah.


"Jangan bicara seperti itu sayang , mas akan berusaha meminta maaf kembali pada mereka. aku berjanji akan mendapatkan maaf pada mereka" balas Ikmal tegas.


Putri menghela nafas dan memejamkan matanya karena lelah padahal tidak melakukan apapun.


"Tidurlah, mas akan disini menunggumu" ucap Ikmal dengan lembut.


Ikmal mengusap kepala Putri dengan lembut. Ia menghela nafas karena semakin hari penyakit Putri semakin parah.


"Aku harap kamu bisa bertahan, sayang" gumam Ikmal lirih.


✴✴✴


Mansion Ardmaja.


Pagi hari sudah menjadi ke rutinan Ayu yang memandikan Baby besarnya. Sedangkan Kafka akan di mandikan dan di kasih makan oleh Bi sari ataupun Bi sumi.


Elga akan lebih manja pada Pagi hari karena ia selalu saja ingin di siapkan dan di temani sebelum berangkat bekerja.


"Sayang dasi nya belum" gerutu Elga karena Ayu sudah mau ke kamar mandi.


Ayu menghela nafas dan kembali ke hadapan Elga. Lalu ia memasangkan dasi yang masih bertengger di leher Elga.


"Terimakasih, besok kita akan belanja yaaa" bujuk Elga karena Ayu yang cemberut.


Wajah Ayu langsung berbinar dan menganggukan kepala nya antusias.


CUP

__ADS_1


Ayu langsung mencium bibir Elga dengan cepat dan langsung berlari ke arah kamar mandi.


"Ck. Menggemaskan sekali kamu sayang" gumam Elga dengan terkekeh.


Elga langsung keluar dan melihat Baby Kafka yang sudah selesai mandi dan sarapan.


"Bi , kesinikan Kafka" ucap Elga


"Ini, Tuan" balas Bi sari sambil memberikan Kafka yang memang sudah merengek.


"Uhh anak Daddy ganteng banget sih" ucap Elga mencium wajah Kafka.


"Mom mom mom" celoteh Kafka dengan menepuk kepala Elga.


"Mommy lagi mandi dulu sayang" balas Elga dan duduk di kursi meja makan.


"Cu cu" rengek Kafka dengan wajah gemasnya.


"Nanti sayang, sebentar lagi Mommy turun kok" bujuk Elga dan langsung mendudukan Kafka di meja makan.


Elga terus saja mengjahili Putra nya dengan mencium seluruh wajah nya , bahkan perutnya pun tak luput dari kecupan Elga.


Ayu tersenyum dan menghampiri kedua pangerannya. Ia menatapnya dengan penuh haru.


"Mom mom" panggil Kafka bahagia.


Ayu terkekeh dan mengambil Baby Kafka , ia langsung memberikan Asi pada Putranya.


Elga menyiapkan makanan untuknya dan untuk Ayu. Lalu ia menyuapi Ayu dan bergantian dengan dirinya.


"Tuan , Nyonya ada tamu" ucap Bi sumi sopan.


"Suruh tunggu , Bi" balas Elga.


Elga lalu kembali makan dengan menyuapi Ayu. Mereka menambah kembali makannya dan setelah selesai mereka melangkah untuk ke ruang tamu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2