
Setelah selesai makan malam. Mereka kembali ke ruang keluarga dan mengobrol ringan sampai lupa waktu. El menatap jam yang sudah menunjukan 10 malam.
"Bunda , Ayah , kalau begitu saya permisi dulu sudah malam" pamit Elga sopan.
"Baiklah, hati-hati di jalan" balas Ayah Antoni
El langsung menyalami kedua calon mertuanya. Lalu ia di antarkan ke depan oleh Ayu.
"Aku pulang dulu ya" Pamit El tersenyum.
"Hati-hati , jangan ngebut" Peringat Ayu dengan tegas.
"Iya sayang. Besok aku jemput jam 08 ya sebelum ke kantor" Ucap El kembali lalu melambaikan tangannya dan pergi ke arah mobilnya.
"Oke, bye" Balas Ayu dengan melambaikan tangannya juga.
Lalu Ayu masuk kembali dan duduk di samping Bunda nya. Utari sudah senyum-senyum sedari tadi.
"Kalau kau bicara aku ambil Atm dari Elga" Ancam Ayu yang membuat Utari mencebik kesal.
Tama dan Pranss terkekeh melihat kekesalan di wajah Utari.
"Setelah Ayu menikah. Ayah ingin kalian juga menikah dan Ayah ingin Tama dan Nadin tinggal disini. Kalian juga" Tegas Ayah Antoni sambil menunjuk Pranss dan Utari.
Mereka menghela nafas dan mengangguk.
"Ya kalian harus menemani Bunda dan Ayah. Karena aku pasti akan ikut dengan El ke Negara T sehabis menikah" Ceplos Ayu dengan terkekeh.
"Seneng ya mau nikah" Olok sang Bunda.
"Bundaaaaaa" Rengek Ayu dan semua orang tertawa.
"Ishhhhhh" Rajuk Ayu dan pergi dari sana dengan wajah memerah malu. Sedangkan yang lainnya masih saja tertawa bahagia.
Lalu mereka bubar dan masuk ke kamar masing-masing. Besok mereka akan memulai membuat konsep untuk pesta pernikahan Ayu dan El yang akan mereka buat Megah , Elegant dan tidak akan terlupakan.
Itu keinginan Bunda Rahma. Karena pernikahan Ayu yang kemarin hanya sederhana saja dan Bunda sangat menyayangkan itu.
***
Pagi hari.
Bunda Rahma dan Nadin sudah berkutat dengan wajan dan spatula di dapur. Sedangkan Ayu dan Utari membuat camilan dan minuman.
Tepat jam 08 mereka selesai sarapan El sudah menjemput Ayu. Mereka pergi berdua saja karena Lana dan Tama akan mengurus perusahaan Bos nya.
"Sudah sarapan, El?" Tanya Ayu
"Emm belum" Jawab El jujur.
Lalu Ayu mengambil kotak makanan dan mengisinya. Ayu akan menyuapi El nanti di perjalanan.
"Ayo berangkat" Ajak Ayu tersenyum.
"Oke" Balas El membalas senyum Ayu.
Lalu El melajukan mobil dengan sangat hati-hati bahkan dengan kecepatan sedang saja. Ayu membuka kotak makanan tersebut dan mulai menyuapi El.
"Ayo buka mulutnya , tak baik menunda sarapan" Tegur Ayu. Dengan patuh El membuka mulut dan menerima suapan dari Ayu.
__ADS_1
El merasa bahagia saat Ayu mulai perhatian padanya. Bahkan Ayu sudah mulai peduli.
El makan dengan lahap karena memang dia lumayan lapar. Bahkan bekal sarapan yang Ayu bawa habis tanpa sisa. Lalu Ayu menyodorkan air minum untuk El.
"Terimakasih sayang" Ucap El lalu mengecup tangan Ayu
"Sama-sama, jangan nunda makan ya tidak baik buat kesehatan" Nasihat Ayu lembut.
"Tidak akan , apalagi kalau kita udah nikah" Goda El dengan tersenyum. Ayu memalingkan wajahnya karena malu.
El terkekeh dan menggenggam tangan Ayu dengan erat , sesekali ia menciumnya.
Setelah sampai di Mall terbesar , El turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Ayu.
"Silahkan Tuan putri" Ucap El tersenyum.
"Apa sih, El. Terimakasih" Balas Ayu tersipu.
Lalu mereka masuk dengan El merangkul pinggang ramping Ayu. Belum banyak pengunnjung bahkan masih ada beberapa yang baru buka.
El mengajak Ayu pada Toko perhiasan yang terbesar disana. Bahkan El sudah meminta di buatkan satu set perhiasan yang dari berlian asli bahkan modelnya hanya 1 di Dunia untuk mahar nanti.
El dan Ayu mencoba beberapa cincin pernikahan dari yang biasa sampai yang wow. Tetapi pilihan Ayu jatuh pada cincin elegant yang sederhana tapi dengan mata berlian biru yang sangat indah.
"Wow Nona ini adalah cincin limited edition keluaran terbaru, bahkan hanya ada satu" Puji pelayan toko nya.
Lalu El menyuruh memasangkan Gps di cincin tersebut dan langsung membayar nya.
***
Saat ini Ayu sudah berada di perusahaannya bersama dengan El. Mereka akan membahas konsep untuk membangun kembali Resort di Kota M. Ayu akan menugaskan perusahaan Malik yang akan mengurus semuanya.
Saat ini Malik dan Gina masih di Negara T, dengan penjagaan yang ketat. Karena setelah resign Putri mengirim beberapa orang untuk mencelakai mereka.
*
Makan siang.
Ayu , Tama , El dan Lana makan siang di Restoran depan perusahaan Ayu.
Mereka duduk berbaur dengan yang lainnya.
"Mau pesan apa Tuan dan Nyonya" Tanya pelayan
Lalu Ayu menyebutkan pesanan mereka semua. Setelah mencatatnya pelayan tersebut pamit.
"Bagaimana masalah Hotel buat nanti pernikahan kalian?" Tanya Tama.
"Kami akan melangsungkannya di Ballroom Hotel Pramudya" Jawab El datar.
"Baiklah, nanti malam kalian akan langsung ke butiq Nadin untuk melakukan fitting baju" Jelas Tama
"Oke" Jawab Ayu , El hanya mengangguk saja.
Pesanan mereka akhirnya datang dan langsung di sajikan oleh pelayan di meja.
Mereka langsung makan terlebih dahulu sebelum mengobrol santai menikmati waktu istirahat.
**
__ADS_1
Bunda Rahma , Utari baru saja kembali dari kantor WO yang akan mengurusi masalah pernikahan Ayu. Untuk konsepnya Bunda menyuruh mereka nanti malam datang ke mansion.
"Huhh aku capek banget, Bun" Lesu Utari lalu menghempaskan tubuhnya pada sofa.
"Baru pulang kalian?" Tanya Ayah yang baru keluar dari kamar.
"Iya, Ayah" Jawab Bunda Rahma.
Seorang Art menghidangkan camilan serta minum untuk Tuan dan Nyonya nya.
"Silahkan , Nyonya" Ucap Art tersebut.
"Terimakasih, Bi. Apa sudah masaka untuk makan siang?" Tanya Bunda
"Sudah siap di meja makan, Nyonya" Jawabnya.
"Hmm kalian makan bergantian terlebih dahulu , sebentar lagi kami juga akan makan" Perintah Bunda
Art tersebut mengangguk patuh dan pamit dari sana.
Ayah duduk di samping sang Bunda. Lalu menghela nafas kasar.
"Padahal baru kemarin ya kita bisa bersama dengan Ayu, sekarang udah mau pergi lagi" Keluh Ayah Antoni.
"Biarkan saja, yang penting dia bahagia, Mas" Ucap Bunda Rahma menenangkan.
"Ohh iya Ayah , jika Kak Ayu pergi lalu perusahaan akan di pegang siapa?" Tanya Utari
"Tama yang akan memegangnya. Ayah juga akan terus memantaunya. Soalnya Ayu pasti di larang bekerja" Jawab Ayah Antoni.
"Pasti lah" Seleneh Utari.
Lalu Bunda mengajak mereka makan siang terlebih dahulu.
**
Negara T.
Orangtua Putri dan Jelita sudah pergi dari Negara tersebut. Bahkan mereka sebelum pergi Jelita menangis kejer karena tak mau pergi.
Tetapi lama kelamaan anak tersebut diam dan juga tidur. Orangtua Putri akan membawa Jelita ke Desa yang berada di Kota J.
"Bagaimana kondisi mereka saat ini? Aku takut mereka akan nekad" Cemas Amanda.
"Iya sayang. Mas juga takut mereka akan nekad dan akan menargetkan Ayu untuk mereka sakiti" Balas Nicolass yang sedang menimang Raka.
"Mudah-mudahan mereka akan segera sadar ya" DoaBu Yulia dengan sendu.
"Aminn" Jawab mereka semua.
Nicolass dan Roger masih bekerja dari Rumah sebelum pengalihan nama belum selesai semua.
Bahkan Nicolass membuat para karyawan takjub akan kerja nya. Mereka tidak menyangka Bos nya yang sekarang lebih profesonal dari yang kemarin.
.
.
.
__ADS_1