
Sepasang pengantin pun langsung masuk ke dalam kamar yang sudah di pesan oleh Dio.
Dio memilih tidak pergi bulan madu karena ia sedang sibuk dengan urusan kampus dan Restoran nya.
"Akhirnya sampai juga" ucap Dio merebahkan tubuh nya di atas ranjang.
Nana menggelengkan kepala nya pelan, ia menaruh koper di dekat lemari terlebih dahulu.
"Apa perlu di susun pakaian nya, Bang?" tanya Nana
Dio bangkit dari tiduran nya dan duduk bersandar di atas ranjang.
"Tidak perlu sayang, karena besok sore juga kita pulang" jawab Dio lembut.
"Iya Bang, kasihan juga Mommy El di mansion sendiri karena Qilla dan Zayn pasti di mansion Ardmaja" ucap Nana sambil melangkah pelan ke arah ranjang.
"Kamu benar, kan mereka akan pindah bersama dengan Tuan Kafka" balas Dio.
Nana menganggukan kepala nya , ia merasa sangat gugup saat Dio menatap nya dengan sangat intens.
"Emm Abang" ucap Nana dengan gugup.
"Apa hmm, kemarilah" balas Dio dengan melambaikan tangannya.
Nana lalu bergeser lebih dekat pada Dio dengan perasaan yang sangat gugup.
Sedangkan Dio, ia merasa sangat gemas dengan sikap sang Istri.
Dio langsung saja memeluk sang Istri dengan hangat, ia mendekatkan wajah nya pada Nana.
__ADS_1
Cup
Dio mengecup kening Nana , lalu turun lagi pada mata dan langsung pada bibir yang ranum.
Sedangkan Nana sendiri, ia langsung memejamkan mata nya dengan meremas sprai yang di duduki oleh nya.
"Emmmpphh" lenguh Nana saat tangan Dio terus saja berkelana ke sana sini.
Dengan gerakan perlahan, Dio merebahkan Nana di atas ranjang tanpa melepaskan tautan nya.
Mereka terus saja mencumbu dengan penuh cinta dan gairah.
Hingga tanpa sadar, Dio sudah berhasil membuat Nana tanpa sehelai benang pun.
"Emmmhh Abang" lenguh Nana saat tangan sang Suami bermain di atas dada nya.
"Tahan sebentar ya" bisik Dio dengan serak.
"Sshhh" desis Nana dengan memejamkan mata nya.
Dio mengecup bibir Nana dengan lembut, ia memberi jeda sedikit saat di rasa sudah sempurna masuk.
Setelah itu, Dio langsung saja melanjutkan kembali aktifitas nya bersama sang Istri.
***
Berbeda dengan pasangan Zayn dan Qilla, mereka baru saja berhenti dari aktifitas panas nya.
"Kau selalu membuatku candu sayang" ucap Zayn dengan memeluk tubuh polos Qilla.
__ADS_1
"Sudahlah, aku sangat lelah sayang. Kau tidak ingin kalah dengan Abang dan Nana saja" balas Qilla terkekeh.
Zayn terkekeh dan mengecup bibir candu dari Qilla. Ia sangat gemas dengan sang Istri.
"Ishh sudah Mas, ayo tidur" rengek Qilla dengan kesal.
"Haha baiklah baiklah sayang, tidurlah" balas Zayn dengan tertawa kecil.
Qilla memeluk Suami nya dengan erat, ia menyelusupkan kepala nya pada ceruk leher Zayn.
Sedangkan Zayn , ia mengecup kepala Qilla dengan lembut. Lalu mereka terlelap dengan tubuh yang masih polos.
Zayn dan Qilla menginap di mansion Mom El sampai besok, setelah Nana dan Dio kembali baru mereka akan ke mansion Ardmaja.
Mom El pun sangat mengerti dan mengizinkan untuk hal itu karena besan nya akan pindah sebentar lagi.
.
.
*Author mau bikin Group Chat nih, apa ada yang setuju? Ada yang mau gabung juga?
Mau Group Chat di Wa apa Aplikasi ini?
Kalau ada yang berkenan bisa langsung Coment ya.
Terimakasih.
jangan lupa mampir di Novel Kakak aku ya Readers.
__ADS_1