Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
77


__ADS_3

Setelah selesai Operasi , Putri berbaring lemah dengan di temani oleh Ikmal dan Ibu Hera.


Ikmal sudah tau bahwa Orangtua Putri masih di Negara S tetapi hanya beda Kota saja.


"Nak, bagaimana dengan sekertaris mu?" tanya Ibu Hera.


"Dia dibawa ke Rsj, Bu. Karena dia mengidap gangguan kejiwaan" jawab Ikmal


Ibu Hera menganggukan dan pergi keluar untuk ke kantin. Ikmal mendekat ke ranjang Putri dan menggenggam tangannya erat.


"Maafkan aku, sungguh aku hanya ingin membuatmu jera saja, aku tidak ingin kau semakin menjadi saat di dunia wanita malam. Tapi perbuatanku malah membuatmu menderita begini. Sekali lagi maafkan aku" lirih Ikmal dengan sedih.


Putri mendengarnya dengan sedih. Ia juga merasa bersalah karena telah terjerumus ke jalan yang salah.


"Ikmal" panggil Putri.


Ikmal langsung mendongkak dan menatap wanita yang mengganggu pikiran dan hati nya sudah sadar.


"Apa kau butuh sesuatu? Ah apakah ada yang sakit?" tanya Ikmal khawatir.


Putri terkekeh lalu menggeleng pelan kepalanya.


"Tidak ada , aku hanya ingin minum saja" ucap Putri


Dengan telaten Ikmal memberikan air minum pada Putri. Ikmal menyeka air yang keluar dari mulut Putri.


"Menikahlah denganku, Put" ajak Ikmal dengan serius.


"Mal, kau tau bukan aku adalah wanita Hina dan Kotor, aku tak mungkin menikah lagi" ucap Putri sendu.


"Aku yang membuatmu menjadi hina dan kotor aku juga yang akan membersihkannya. Aku mohon menikahlah denganku dan mari kita membina rumah tangga yang harmonis , masalalu mu biarkanlah menjadi pelajaran di dalam hidupmu" ucap Ikmal dengan tegas.


"Iya, Nak. Tidak ada salah nya kamu membina kembali pernikahan tetapi jangan ulangi lagi kesalahan yang sama" ucap Ibu Hera menimpali.


Ikmal melihat Putri dengan sendu. Ia yakin bahwa Putri masih memikirkan mantan suaminya.


"Gibran sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan saat ini istrinya sedang mengandung anaknya" ucap Ikmal dengan tenang.


Lalu Ikmal berdiri dan bersiap untuk pergi.

__ADS_1


"Aku tau kau masih mengharapkan Gibran, belajarlah dari kesalahan yang lalu jangan kembali di ulangi. Aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku. Setelah kau sembuh akan ada anak buahku yang mengantarkanmu kepada Orangtuamu. Berubahlah lebih baik lagi" ucap Ikmal yang langsung berlalu keluar ruangan tersebut dengan tergesa.


Ibu Hera menatap nanar Putra angkatnya. Ia baru melihat Ikmal yang bahagia bersama seseorang tetapi ia kembali dibuat sedih.


"Apa kau tau, Nak? Ikmal menjadikanmu wanita malam agar kau tau bahwa dunia malam itu salah dan kejam , hingga beberapa bulan yang lalu kau mencoba kabur , Ikmal sangat marah dan mengamuk. Ia merasa gagal menjadikanmu dan Mika jera akan perbuatan kalian. Tetapi Ikmal malah membebaskan kalian dengan cara tidak menjual kembali kalian, hingga kejadian naas itu terjadi pada Mika. Ibu harap kau tidak mengambil apa yang bukan milikmu lagi" jelas Ibu Hera membuat Putri menunduk dengan mata berkaca-kaca.


"Ibu baru melihat bahwa Ikmal benar-benar sangat mencintaimu. Dia bahkan tidak jijik ataupun malu karena kamu adalah wanita kotor dan penuh dosa. Bertaubatlah agar hidupmu kembali baik. Ibu akan pulang , jaga diri baik-baik" pamit Ibu Hera lalu pergi keluar ruangan


Putri menangis terisak, ia tidak menyangka hidupnya akan begini. Meski Ikmal selalu berlaku kejam pada nya tetapi itu untuk kebaikannya.


✴✴✴


-Negara T.


Ayu sangat puas melihat wajah Paman dan bibi Elga yang penuh ketakutan bahkan seluruh tubuhnya sudah koyak karena cakaran sang Caty.


Setelah puas , Ayu langsung meminta Lana mengantarkannya kembali ke rumah sakit.


"Bagaimana kandungan, Vani?" tanya Ayu


"Baik-baik saja, Nyonya" jawab Lana


Ayu mengelus perut buncitnya, sebentar lagi ia akan bertemu dengan malaikat kecilnya.


Ayu membeli makanan untuk mereka makan nanti di rumah sakit. Ia banyak sekali membeli makanan karena perutnya merasa sangat lapar.


Lana hanya menggeleng saja melihat kelakuan sang, Nyonya.


Setelah selesai Ayu langsung naik ke lantai dimana suaminya sedang di rawat.


Ceklek.


"Ahhh kau sudah sampai" ucap Bunda Rahma.


"Maaf lama ya, Bun" tak enak Ayu.


Elga hanya mengeryit melihat Lana membawa banyak kantong plastik makanan.


"Lan, apa kau memborong makanan?" tanya Elga

__ADS_1


"Ini punya aku, mas. Ohh iya Bunda ayo kita makan malam terus tata semua ini" antusias Ayu.


Elga menghembusakan nafas, ia sudah biasa melihat sang istri yang membeli banyak makanan.


"Tuan , Nyonya saya permisi dulu" pamit Lana.


"Loh kan mau makan malam dulu" ucap Ayah Antoni.


"Istri saya sudah menunggu" balas Lana tak enak.


Ayah Antoni hanya mengangguk saja. Lana langsung bergegas pulang karena sang singa menunggunya.


Ayu membawa beberapa makanan dan minuman ke ranjang Elga.


"Astaga sayang, kenapa makan yang pedas sih" omel Elga saat melihat Ayu makan bakso pedas.


"Hehe ngidam sayang" balas Ayu menampilkan wajah imutnya.


Elga mendengus dan mengambil satu piring sate. Ia memakannya dengan dongkol.


Sedangkan Orangtua Ayu cekikikan melihat mereka yang kadang mesra , kadang juga berantem.


Setelah selesai , Ayah dan Bunda nya pulang ke mansion untuk istirahat. Sedangkan Ayu sudah merebahkan tubuhnya setelah mandi air hangat.


Klik


Pintu ruangan rawat Elga terkunci dari dalam. Elga memeluk tubuh istrinya dan ia mengusap perutnya.


"Hei, apa kau mengajak Daddy bermain sayang" ucap Elga saat anak dalam perut Ayu menendang.


Ayu hanya terkekeh. Ia membiarkan suaminya bermain dengan anaknya , karena lelah Ayu pun terlelap memeluk lengan Elga.


"Selamat tidur sayang" ucap Elga mencium kening dan perut buncit Ayu.


Elga juga ikut terlelap dengan tangannya yang terus di perut istrinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2