
-Disini Author akan membahas kesenangan mereka dulu ya sebelum karma yang benar-benar akan datang pada Gibran dan Putri.
Gibran sudah sampai di Negara yang akan ia tinggali. Dia sudah menghapus semua jejaknya agar oranglain tak tau.
Gibran melangkahkan kaki dengan sangat tegas. Dia tersenyum miring saat melihat berita tentang pernikahan Ayu dan Elga masih jadi trending topik.
"Apakah aku bisa memilikimu kembali, Yu" batin Gibran
***
Negara K.
Hari ini adalah hari keberangkatan Ayu , Elga dan Lana ke Negara T. Ayu akan ikut bersama suaminya. Ia menyerahkan semua tugas di perusahaan pada Tama.
"Ayah , Bunda jaga kesehatan ya. Kalau ada apa-apa hubungi, Ayu" ucap Ayu memeluk Bunda dan Ayah nya bergantian.
"Iya sayang, kalian juga hati-hati ya, jaga kesehatan. Ingat jadi Istri yang baik, nurut sama suami. Kalau ada masalah cari tahu dulu jangan asal marah" nasihat Bunda Rahma
"Iya Bunda. Ayu akan mengingatnya selalu" balas Ayu mencium tangan Bundanya.
Elga menyalami dan memeluk mertuanya dengan hangat.
"El , Ayah titip Ayu ya. Jika suatu hari kamu sudah tak menginginkannya lagi jangan sakiti dia , tapi pulangkanlah pada Ayah. Jika dia salah tegur saja dia dengan cara yang seharusnya. Dan ingat juga pesan dari Bundanya" ucap Ayah yang ikut menasehati.
Ayu memeluk Utari dan Nadin. Tama hanya memeluk sekilas karena sang singa jantan sudah memberi peringatan.
"Tolong jaga Bunda dan Ayah untukku ya, Kak" pinta Ayu pada Tama.
"Tenanglah , mereka juga Orangtua Kakak. Nanti kalau Kakak akan menikah tolong hadirlah" ucap Tama lembut.
Ayu mengangguk dan berlalu bersama Elga. Ayu melambaikan tangan saat masuk ke dalam pesawat.
Elga menghapus air mata yang menetes di pipi istrinya tersebut. Dia juga tidak ingin membuat Ayu berpisah dengan Orangtua nya , tetapi Perusahaan pusat Elga membutuhkannya saat ini.
"Maafkan aku , jika memang berat kita tidak jadi pergi ya. Aku akan bekerja dari sini saja" ucap Elga sendu.
Ayu menatap Elga yang menatap dirinya sendu. Dia tidak ingin egois.
"Tidak apa sayang. Ini hanya awal saja, nanti juga kalau sudah terbiasa tidak akan begini" balas Ayu menenangkan.
Elga memeluk Ayu dengan sayang, ia mengerti saat ini Ayu sedang tidak baik-baik saja.
Ayu membalas pelukan suaminya dengan erat. Dia sangat tahu bahwa Elga akan melakukan agar dirinya tidak menangis.
"Maaf Tuan, pesawat akan segera lepas landas" ucap Lana sopan.
"Hmmmm" balas Elga datar.
Lalu Ayu melepaskan pelukannya dan membenarkan sabuknya.
__ADS_1
Kepala Ayu menyender di pundak sang suami dengan nyamannya.
Selama perjalanan Ayu hanya bisa memejamkan mata saja, entah kenapa ia merasa sangat pusing.
"Kenapa sayang?" tanya Elga khawatir.
"Mas aku ingin muntah" balas Ayu yang sudah pucat.
Dengan sigap El membawa Ayu ke kamar mandi. Disana Ayu memuntahkan semua makanan yang ia makan tadi pagi.
"Ohekkk ohekkk"
Tanpa jijik Elga membantu Ayu membersihkan sisa muntahan di mulut dan badannya. Bahkan Elga menggendong Ayu masuk ke kamar pesawat tersebut.
"Mas , aku pusing sekali" keluh Ayu dengan berkaca-kaca.
"Sini mas pijit kepalanya" ucap Elga lembut.
Ayu merebahkan kepalanya di pangkuan sang suami. Dia menikmati pijitan suaminya yang membawanya ke alam mimpi.
Dengan sayang Elga membenarkan tidur istrinya. Lalu ia meyelimutinya.
"Apa kamu sakit, padahal tadi biasa saja" gumam Elga heran.
Lalu Elga mengerjakan beberapa berkas yang sempat ia minta dari Lana. Elga sesekali melirik Ayu dengan ekor mata nya.
***
Setelah terbang hampir 4 jam Ayu dan Elga sampai juga di Bandara.
Ayu dengan wajah pucatnya keluar pesawat dengan di gendong oleh Elga. Bahkan Elga menyuruh Lana ke rumah sakit dahulu.
Barang-barang Elga dan Ayu di bawa oleh beberapa pengawalnya.
"Cepat Lan" ucap Elga dengan panik.
Lalu ia melihat Ayu yang sudah tak sadarkan diri karena ia selalu muntah saat di pesawat.
"Sayang aku mohon bertahanlah" ucap Elga lirih.
Lana membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia juga merasa khawatir saat melihat Nona nya tak sadarkan diri.
Setelah mereka sampai di Rumah sakit, Elga langsung membawa Ayu masuk ke dalam.
"Tolong selamatkan istri saya" ucap Elga pada Aji sahabatnya.
"Tenanglah, aku akan memeriksanya dulu" balas Aji. Dia sangat kaget saat melihat Elga yang berlari sembari menggendong seorang wanita.
Elga menunggu dengan sangat khawatir bahkan ia tak diam. Lana hanya menghela nafas saat melihat kelakuan Tuan nya.
__ADS_1
Ceklek.
Aji keluar dengan membuka masker dan menatap Elga dengan tersenyum.
"Kenapa lo malah senyum, bagaimana keadaan istri gue" bentak Elga dengan kesal.
"Istri lo gapapa, dia hanya kelelahan saja karena kandungannya masih sangat muda" balas Aji tersenyum
"Ka kandungan? Maksud lo?" tanya Elga bingung.
"Hehh lo dasar. Ayu sedang hamil dan kandungannya baru berumur 1 minggu. Jadi lo harus berpuasa dulu untuk saat ini karena kandungannya masih rentan dan jangan buat dia kelelahan" terang Aji dengan tegas.
"Ja jadi gue akan punya anak? gue akan jadi Daddy?" ucap Elga dengan senang.
"Ya , selamat ya , tokcer juga lo bro. baru nikah 1 bulan yang lalu aja lo udah bikin Ayu bunting" kekeh Aji tersenyum.
Tanpa menjawab Aji , Elga langsung masuk dan melihat Ayu yang sedang memijit pelipis nya karena pusing.
"Sayang" panggil Elga tersenyum
"Mas aku kenapa?" tanya Ayu bingung.
"Kamu hanya kelelahan saja sayang, mulai saat ini jangan kelelahan dan juga kamu harus berhati-hati karena disini ada buah cinta kita" jawab Elga mengusap perut Ayu senang.
"Maksud mas aku hamil?" ucap Ayu bahagia.
"Iya sayang , kamu sedang hamil. Terimakasih ya" balas Elga memeluk Ayu bahagia.
Ayu membalas pelukan Elga dengan menangis haru. Ia sangat bahagia apalagi melihat binar bahagia di mata dan wajah suaminya.
"Aku akan menjaganya dengan baik, Mas" ucap Ayu tersenyum.
"Bukan kamu saja sayang, tapi aku juga akan menjaganya. Jadi kita yang akan menjaganya sama-sama" balas Elga lembut.
Elga mencium kening dan bibir Ayu dengan lembut.
"Aku sangat menyayangi kalian" ucapnya setelah melepaskan ciuman di bibir Ayu.
"Terimakasih mas, terimakasih kamu sudah mau menerima anak ini dengan baik" ucap Ayu menangis bahagia.
"Hei sayang aku sangat bahagia dengan kabar ini, suami mana yang tak bahagia saat mendengar istrinya mengandung. Hanya suami yang bodoh yang tidak bahagia dengan kabar berita seperti ini, sayang" jelas Elga tegas.
Ayu lalu memeluknya kembali dan bahkan ia dengan berani mencium bahkan melu*at bibir suaminya dengan lama.
Elga dengan senang hati membalas perlakuan sang istri dengan lembut. Mereka berciuman agak lama hingga suara ketukan dari luar yang menghemtikan aksi mereka.
Ceklek.
.
__ADS_1
.
.