Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
37


__ADS_3

Di kota.


Gibran dan Putri sudah sampai di mansion dan mereka langsung masuk. Terlihat disana pelayan yang menjaga sang anak sedang membereskan mainan anaknya.


"Bi, Jelita dimana?" Tanya Gibran


"Loh bukannya tadi Orangtua Nonya Putri menjemput Non Jelita atas perintah, Tuan dan Nyonya" Jawab pelayan tersebut.


"Apaaa" Kaget Putri dan Gibran.


Putri langsung menelpon Ibu dan Ayah nya.


"Apa kamu ingin menanyakan anakmu? Ya kami yang membawa nya. Kami tidak ingin cucu wanita kami mengikuti sikapmu. Dan jangan mencari kami" Ucap Ibu Putri lalu mematikan telepon sebelum Putri bicara.


"Aargghhhhh sialan" Marah Putri


"Mereka membawa anak kita, Mas" Ucap Putri dengan lemas.


Gibran dan Putri terduduk lemas di ruang keluarga. Sekarang mereka sudah jatuh miskin.


Tak ada perusahaan , Butiq maupun aset lainnya. Mereka bahkan akan menjual mansion tersebut.


"Mas, kita harus jual mansion ini dan pergi dari Negara ini" Ucap Putri


"Kau benar" Balasnya


"Nanti masalah Jelita kita pikirkan. Kita pergi dulu dari sini sebelum media datang" Ajak Putri.


Lalu mereka membereskan semua barang berharga nya. Gibran mengumpulkan semua penjaga dan pelayan.


Mereka semua sudah tahu hal ini pasti akan datang. Mereka sudah membereskan barangnya dan sudah siap pergi.


Di luar mansion para wartawan sudah berkumpul. Putri dan Gibran langsung menuju ke pintu belakang dan bergegas pergi dari sana.


***


Negara T.


Keluarga Gibran melihat berita bagaimana runtuhnya Putra mereka. Tetapi mereka sama sekali tidak menyesal atau bahkan kasihan.

__ADS_1


Bu Yulia bersyukur semoga dengan runtuhnya itu semua membuat Gibran dan Putri menjadi sadar. Tetapi sepertinya pikiran Bu Yulia salah , dia mendapat kabar dari pelayan di mansion tersebut bahwa Gibran dan Putri pergi entah kemana.


"Aku kira mereka akan berubah dan menyesali nya, Bu" Ucap Amanda kecewa.


"Ibu juga berpikir begitu tetapi mereka malah pergi" Keluh Bu Yulia


Mereka saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga dengan Baby Raka di gendongan Nicolass.


"Oh iya, Bu. Aku dengar bahwa Jelita di bawa oleh Orangtua Putri" Tanya Amanda.


"Iya , mereka dalam perjalanan kesini. Ayu yang memerintahkan bahkan membebaskan Orangtua Putri di Pulau terpencil" Jawab Nicolas


"Apaaa, jadi selama ini mereka menghilang bukan sedang berlibur atau ke rumah saudaranya?" Kaget Bu Yulia dan Amanda.


"Ayu sudah memberitahukan semuanya. Putri itu wanita licik. Setelah aku bangkit aku akan menjaga kalian dengan ketat, bahkan kita akan pindah ke Negara lain untuk menghindari Putri dan Gibran" Jelas Roger Lalu ia menceritakan semuanya.


Di luar mansion mereka terdapat beberapa pengawal dari Ayu untuk menjaga mereka. Bahkan Ayu tak segan-segan mengirim banyak pengawal yang sudah handal.


**


3 Hari Kemudian.


Sudah 3 hari Putri dan Gibran menghilang bak di telan bumi. Bahkan pengawal Ayu dan El pun masih mencari keberadaannya.


"Ay, aku akan meminta orang kepercayaan kita untuk menghandel dulu Butiq Amanda" Ucap Tama.


"Lakukan saja apa yang menurutmu baik, Tam" Balas Ayu tegas.


Terlihat seorang wanita cantik turun dari mobil mewah nya dan berjalan ke arah Tama.


"Kakkkkkkkk" Teriak wanita tersebut.


"Hei bisa pelan tidak" Gerutu Tama.


Lalu Tama memeluk adik yang baru saja beberapa tahun ini ia temukan di Panti asuhan.


Utari Saputra , ya dia adalah Adik kandung Tama Saputra yang terpisahkan belasan tahun lalu. Utari ditemukan oleh pengawal Pramudya saat mereka berkunjung ke Negara tetangga.


"Bagaimana hasilnya, bagus bukan?" Bangga Utari menaik turunkan alis.

__ADS_1


"Kau memang wanita licik" Ucap Ayu terkekeh.


"Hehh licik juga di ajari oleh Bunda dan Ayah ya" Cebik Utari. Lalu ia memeluk Ayu dengan sayang.


"Uhhh aku kangen banget padamu, Kak. Apa kau sudah sembuh?" Tanya Utari sendu


"Aku sudah sembuh, Dek. Tenang saja" Jawab Ayu menenagkan.


"Khemmmm, Kak Tam" Ucap Utari celingukan.


"Dia sedang ada pekerjaan ke Negara T. Mungkin nanti dia akan menjemputmu di Bandara" Balas Tama karena ia tahu apa yang di cari oleh Adiknya.


"Hehehe Kakak bisa saja" Cengengesan Utari.


Ayu hanya menggeleng kepala saja. Mereka masih menunggu El dan Lana yang sedang ada pertemuan dengan klien lainnya.


Utari sangat manja pada Ayu, bahkan ia selalu posesif jika ada yang mendekati Ayu. Tetapi saat di beritahu bahwa Ayu sedang menjalin hubungan dengan El ia sangat senang karena ia tahu bahwa El adalah lelaki yang tepat untuk Kakak perempuannya.


1 jam berlalu mereka menunggu El dan akhirnya mereka muncul dengan menenteng makanan untuk makan siang dulu sebelum pergi ke Bandara.


"Maaf lama ya" Ucap El pada Ayu dan langsung memeluknya.


"Hmmmm" Balas Ayu malas.


"Jangan marah" Bujuk El dengan sendu.


Semua yang ada disana langsung memandang malas saat keuwuan dua sejoli itu keluar.


"Itu apa?" Tanya Ayu


"Oh ini makanan , kita makan dulu sebelum ke Bandara" Jawab El lembut.


"Ayo cepat aku sudah lapar" Ceplos Utari dengan tak tau malu nya.


"No, ini untuk Ayu. Tuh baru itu untuk kalian" Ucap El datar.


Begitulah El , pada wanita lain akan selalu datar dan dingin. Tapi tidak dengan Ayu, dia akan selembut mungkin.


"Hehhh kulkas dasar" Gerutu Utari.

__ADS_1


.


.


__ADS_2