Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
44


__ADS_3

-Mari kita ke pasangan Putri dan Gibran dulu yaaa.


**


Kelakuan Putri semakin menjadi , bahkan saat ini ia sudah sering keluar masuk Club demi mendapatkan uang.


Gibran sibuk dengan perusahaan yang ia rintis bahkan sekarang sudah bisa disebut maju. Gibran berencana akan mempertahankan Putri tetapi melihat kelakuan Putri yang seperti itu , Gibran malah akan menceraikannya.


Gibran pulang dengan wajah lesu , letih dan sangat kucel. Dia berusaha membangkitkan lagi perusahaannya.


"Putri" panggil Gibran


Tetapi tidak ada sahutan dari dalam kamar. Gibran melirik jam di dinding sudah menunjukan angka 10 malam.


"Putri , kenapa kau jadi seperti ini. Aku sudah tak tahan denganmu" gumam Gibran lelah.


Gibran memilih membersihkan badan dan tidur karena sangat merasa lelah.


-Pagi Hari.


Saat ini Gibran sudah memegang surat perceraiannya dengan Putri. Dan hari ini juga ia akan pergi ke Negara lain untuk menghindari Putri. Ia sudah tidak tahan dengan kelakuan Putri.


Pagi ini Putri sama sekali belum bangun. Gibran membawa kopernya dan keluar rumah tersebut dengan menghela nafas. Perusahaan yang ia rintis ia sudah jual dan akan di belikan kembali lagi dimana ia akan tinggal.


Ingin sekali Gibran kembali kepada Orangtua nya, tetapi ia tidak ada keberanian , Gibran sangat malu dengan apa yang pernah ia lakukan.


"Aku harap suatu saat kau berubah, Put" gumam Gibran lalu melajukan mobilnya pergi ke Bandara.


2 Jam Kemudian.


Putri pulang dengan beberapa papperbag di tangannya. Terlihat jelas bahwa Putri sedang bahagia.


Dia masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Manik mata nya melihat amplop yang ada disana.


Putri membaca kata demi kata nya dengan serius.


Brakkk


"Gibrannnn" teriak Putri. Lalu Putri masuk ke kamar untuk melihat lemarinya. Disana sudah kosong bahkan koper Gibran tak ada.


"Arrrggghhhh Gibran kenapa kau tinggalkan aku, Gib" teriak Putri dengan terisak.


"Hiks hiks maafkan aku Gib, aku hanya ingin mencari uang untuk membantu mu" lirih Putri dengan menangis.


Putri keluar lagi dan melihat ada surat di sana, dengan cepat Putri membuka dan membacanya.


*Dear Putri.


Maafkan aku Put. Aku pikir dengan kita bercerai itu akan membuatmu bahagia dan bebas. Aku menyesal dan aku kecewa karena telah memilihmu dan meninggalkan Ayu.


Aku pikir setelah masalah kemarin kau akan berubah dan meninggalkan hal yang salah. Aku pikir kau akan menungguku di rumah dan menyiapkan makanan untukku.


Tetapi aku salah , aku keliru. Kau masih saja membuat ulah dengan pergi ke club dan pulang pagi.


Jadi aku memutuskan untuk bercerai dan pergi dari Kota ini. Aku berharap kau akan berubah Put.


Berubahlah lebih baik lagi, aku akan selalu mendoakanmu.

__ADS_1


Jangan buat dirimu rusak, Put. Jujur aku sudah mulai mencintaimu tetapi aku kecewa dengan sikapmu.


Sekali lagi maafkan aku.


Gibran*.


Putri merobek surat cerai dan surat dari Gibran. Dia sangat emosi dan sedih.


Hanya menangis yang saat ini bisa Putri lakukan. Dia meratapi semuanya dengan tersedu-sedu menangis.


"Semua ini gara-gara kau Ayu. Aku akan membalasnya , aku akan membalasmu Ayu" Teriak Putri emosi.


Putri pergi untuk membersihkan dirinya , ia akan melakukan apa saja agar mendapatkan uang. Ia ingin membalas semuanya pada Ayu.


*


Saat ini Gibran sedang terbang dengan membawa perasaan kecewa dan sakit. Dia sudah menyesal meninggalkan Ayu demi Putri dan juga Jelita yang saat itu memang mirip dengan dirinya.


Gibran menyesali semuanya , ia meluapkan semuanya dengan terisak. Dia berniat akan memperbaiki dirinya dengan menjauh dari semuanya.


Bahkan ia hanya bisa melihat wajah sang Ayah dan Ibu dari poto saja.


"Ayah , Ibu maafkan aku. Aku sangat berdosa pada kalian" gumam Gibran menatap Poto keluarganya.


"Amanda , maafkan abang ya. Abang janji suatu saat nanti abang akan menemuimu dengan sikap yang jauh lebih baik. Untuk saat ini jaga Ayah dan Ibu dulu ya" gumam nya kembali. Lalu Gibran tertidur.


Selama perjalanan Gibran tertidur dengan pulas karena ia merasa sangat lelah menghadapi semua masalah yang datang menerpanya.


Jujur dia sudah ingin memulai kembali dengan Putri tetapi Putri meruntuhkan kembali niatnya dengan sikap prilakunya.


Gibran sangat kecewa dengan Putri yang mengambil jalan pintas untuk mencari uang.


***


1 Minggu sudah setelah kepergian Gibran. Putri pindah ke apartemen yang baru saja ia beli.


Putri bahkan sudah mempunyai satu Cafe yang di kelola oleh anak buahnya.


-Club meriska.


Lampu kerlap kerlip , dentuman musil yang memekikan telinga terdengar sangat bersahutan disana.


Banyak manusia yang sedang menongkrong , berjoged dan masih banyak lagi.


Terlihat seorang Pria setengah tua masuk kesana dan langsung naik ke ruangan VVIP. Dia akan menemui langsung yang mempunyai Club tersebut.


Di ruangan lain , Putri dan temannya sedang bersantai karena tidak memiliki job.


"Oh iya sis, lo semalem pulang jam berapa?" tanya Putri.


"Jam 2 dini hari. Euhh gila itu cowok kuat amat tapi untung bayarannya tebel, Put" jawab temannya senang.


"Hahah bagus dong. Nanti gue rekomin lo sama klien gue" ucap Putri tersenyum.


"Oke" jawabnya.


Sang manager memanggil Putri untuk keruangan VVIP.

__ADS_1


Ceklek.


Terlihat disana Bos nya sedang menerima tamu.


"Bos , ini Putri Anjelina primadona kita" ucap sang manager.


Pria tersebut berbalik dan menatap Putri dari atas sampai bawah. Putri tersenyum menggoda.


"Hai Om" goda nya.


Pria tersebut sangat menyukai Putri dan memilih membeli Putri dari sana. Putri dibawa langsung ke apartemen Pria asing tersebut.


.


****


Negara K.


Sudah 1 minggu Ayu dan Elga pergi bulan madu, dan hari ini mereka akan pulang langsung ke Negara K.


1 Minggu lagi baru kepindahan pengantin baru itu ke Negara T.


Ayu menatap sang suami yang masih terlelap di pelukannya. Mereka tertidur karena melakukan hubungan intim di pesawat.


"Sayang bangun" ucap Ayu mengelus pipi Elga


"Emmhh bentar lagi, sayang" jawab Elga dengan serak.


Elga menguselkan kepalanya ke dada Ayu lalu tertidur lagi. Tetapi karena perut Ayu yang berbunyi jadi ia membuka matanya.


Kruyukk kruyukk


"Tuhkan bunyi lagi" rajuk Ayu dengan kesal.


Elga mengangkat kepalanya dan mencium kilas bibir Ayu.


"Sebentar mas ke kamar mandi dulu ya" pinta Elga lembut.


"Tapi cepet ya , lapar" manja Ayu yang membuat Elga tersenyum.


Ayu langsung bangkit dan duduk di kursi yang ada disana. Ia selalu takjub melihat dekorasi dan kemewahan pesawat Elga.


Ceklek.


Elga keluar dengan wajah segarnya. Ia berjalan mendekati Ayu yang sedang menopang dagu nya melihat El.


"Apa aku terlihat sangat tampan?" goda Elga terkekeh.


"Narsis" kesal Ayu.


Lalu Ayu berdiri dan melangkah ke meha yang sudah berisi makanan.


"Makan sepiring berdua ya sayang" pinta Elga.


"Oke, tunggu saja di kursi itu sayang" jawab Ayu tersenyum.


Elga menurut saja dan duduk sambil menatap sang istri yang membuatnya tergila-gila.

__ADS_1


.


.


__ADS_2