
Saat Disti akan berbicara dan bahkan sudah membuka mulut nya, Nana datang dengan menyenggol dan langsung naik ke motor bersama Qilla.
Lalu mereka langsung pergi dengan mengendarai motor nya kencang.
"Hei anak miskin, awasss kalian" teriak Disti dengan penuh emosi.
Sedangkan teman-teman nya langsung diam saat manik mata Disti menatap nya dengan tajam.
"Kenapa malah tersenyum hah, bukannya membantu" gerutu Disti dengan kesal.
Lalu Disti pergi dari sana dengan wajah kesal nya, bahkan ia meninggalkan teman-teman nya yang memanggil nama nya.
"Sial, lihat saja kau Qilla , Nana" gerutu Disti dan melajukan mobil nya dengan perasaan kesal.
"Kenapa tingkah mereka selalu saja tidak terduga, mereka berdua itu sangat cerdik" gumam Disti kembali.
***
Saat sampai di Restoran, Nana dan Qilla tertawa dengan puas karena berhasil membuat Disti kembali mati kutu.
"Ya ampun aku bahagia sekali" ucap Qilla dengan berjalan ke ruang ganti.
"Dia itu sebenar nya baik, tetapi gaul dengan orang-orang salah jadi begitu" timpal Nana sambil mengganti pakaian nya
"Itulah orang ingin numpang tenar" kekeh Qilla.
Nana lalu keluar kembali setelah berganti pakaian dengan seragam Restoran.
"Apalagi kalau mereka tahu siapa kamu yang sebenar nya" balas Nana terkekeh.
__ADS_1
"Udah ah ayo kerja" ajak Qilla.
Lalu mereka berdua melangkah kan kaki nya masuk ke dalam dapur.
Qilla dan Nana langsung saja berganti shif dengan teman yang lainnya.
Mereka berdua dan yang lainnya sangat sibuk, banyak sekali pengunjung yang datang kesana.
"Qilla" panggil manager Restoran tersebut.
Qilla yang akan ke dapur pun menghentikan langkah nya.
"Ya Pak" balas Qilla sopan.
"Kesini dulu" panggil Manager tersebut.
"Tolong antarkan pesanan ini ke ruangan VIP ya" ucap Manager dengan memberikan buku pesanan pada Qilla.
Lalu Manager tersebut pergi dari hadapan Qilla, dan Qilla pun langsung memberikan pesanan tersebut pada pihak dapur agar di siapkan.
Sedangkan Nana, ia masih sibuk kesana kemari mengantarkan makanan untuk para pelanggan.
"Lagi apa Qill?" tanya teman kerja Qilla.
"Tuh lagi nungguin pesanan buat ke ruangan VIP" jawab Qilla sambil tersenyum.
"Oh yaudah, aku balik kerja lagi oke" ucap teman nya ramah.
"Semangat" balas Qilla terkekeh geli.
__ADS_1
Sedangkan temannya hanya menggelengkan kepala sambil terkekeh.
Setelah siap semua pesanannya, Qilla langsung membawa nya ke ruangan VIP.
Qilla lagi-lagi kaget siapa tamu tersebut, lalu ia memasang wajah biasa saja dan masuk saat tamu tersebut menyuruh nya masuk.
"Silahkan Tuan" ucap Qilla sopan.
"Hemmmm" balas Kafka dengan wajah datar nya.
Ya, tamu tersebut adalah Kafka yang sedang melakukan meeting bersama dengan klien nya.
"Ya ampun kenapa lagi aku harus ketemu Abang" gerutu Qilla
"Kalau begitu saya permisi Tuan" pamit Qilla pada Kakak dan yang lainnya.
Mereka hanya menganggukan kepala saja, bahkan Kafka sampai menghela nafas saat melihat sang Adik keluar dari ruangan.
Saat Qilla berjalan menuju ke dapur, ia melihat Nana yang sedang berjalan ke arah nya dengan wajah tegang.
"Ada apa, Na?" tanya Qilla.
Tanpa menjawab, Nana langsung saja membawa Qilla ke belakang, sekalian mereka akan mengambil jatah makanan nya.
"Aku tadi lihat Bang Kafka masuk ke ruangan VIP" jawab Nana dengan wajah tegang.
Qilla menganggukan kepala saja lalu ia tersenyum ke arah Nana.
.
__ADS_1
.
.