
Sudah 3 hari Ayu di rawat pasca melahirkan di rumah sakit. Hari ini ia akan pulang karena sudah sehat.
"Sudah siap semuanya, Bun?" tanya Elga yang baru saja masuk ke ruang rawat Ayu.
"Sudah, tolong Ayu gendong ke kursi roda nya ya, Nak" pinta Bunda tersenyum.
"Baik, Bun" jawab Elga.
Setelah semua selesai, mereka keluar dengan Ayu di kursi roda menggendong Baby Kafka. Ayah Antoni tersenyum bahagia karena mereka semua telah melewati masa-masa duka dengan sangat panjang.
Elga melajukan mobil dengan kecepatan sedang, ia tidak ingin membahayakan keluarga nya.
"Oh iya sayang, apa kamu mau membeli sesuatu dulu sebelum ke mansion?" tanya Elga.
"Hmmm , tidak Dadd. Persedian dan perlengkapan Kafka sudah lengkap di mansion" jawab Ayu lembut.
Ia memejamkan mata nya karena merasa lelah semalaman Kafka rewel.
Bunda dengan senang menggendong Cucu nya dan menciumi seluruh wajah nya.
"Kenapa kau sangat tampan sayang, bahkan kau mengalahkan Daddy dan Opa mu yang Tua" ucap Bunda Rahma dengan santai.
"Ffgppptt" Elga menahan tawa saat melihat wajah Ayah mertua nya yang syok.
"Hei sayang, aku ini masih muda ya" protes Ayah Antoni dengan kesal.
"Ck! Muda apa nya, udah ada cucu dan bentar lagi dapet 2 lagi" balas Bunda dengan mencebik.
"Hahahha" tawa Elga seketika pecah saat mendengar ucapan Ibu mertua nya.
Plak.
"Menantu durhaka kau, Elga" kesal Ayah Antoni karena Elga tertawa dengan puas.
Ayu membuka mata perlahan dan melihat bingung ke arah Ayah, Bunda dan suaminya.
"Kenapa Ayah seperti sedang kesal" tanya Ayu dengan wajah bingungnya.
Ayah Antoni langsung tersenyum dengan smirk mendapatkan ide.
__ADS_1
"Lihatlah, Nak. Suami mu mengejek Ayah terus sampai Ayah kesal begini" jawab Ayah dengan wajah kesal.
"Massss" tegur Ayu dengan wajah garangnya. Elga langsung gelapan sedangkan Ayah langsung tersenyum senang.
"Tidak sayang, Ayah itu kesal karena di bilang Tua sama Bunda" bela sang Ibu mertua membuat Elga tersenyum mengejek Ayah nya.
"Haiss kau ini , sayang" gerutu Ayah dengan kesal.
"Hahaha" tawa Ayu pecah saat mendengar ucapan sang Bunda.
"Ayah , Ayah itu memang Tua tapi tetap tampan tapi lebih tampan Pangeran kecilku" ucap Ayu dengan tertawa renyah.
"Hehhh dasar kalian" balas Ayah dengan tersenyum.
Mereka tertawa bersama hingga mobil berhenti tepat di depan pintu masuk mansion.
Disana sudah berjejer rapih para Art dan pengawal. Mereka tersenyum melihat Nyonya nya menggendong Bayi tampan.
"Selamat datang, Nyonya , Tuan" sapa mereka dengan mengbungkuk hormat.
"Terimakasih" balas Ayu senang.
Elga mengambil alih Baby Kafka dari sang istri. Ia begitu sangat gemas dengan Putranya.
"Bi, bisa tolong bikinin Jus" ucap Ayah Antoni.
"Baik, Tuan. Tunggu sebentar" balas Bi sumi.
Bunda menatap sang suami dengan menelisik.
"Kenapa, Bun?" tanya Ayah.
"Gak biasa nya minta Jus" heran Bunda dengan terkekeh.
"Biar keliatan muda kali, Bun" celetuk Ayu yang sedang memakan camilan di meja.
"Hahahaha" tawa Elga kembali pecah , ia sangat puas hari ini melihat wajah sang Ayah mertua yang masam.
Para Art merasa takjub melihat Tuan muda nya yang tertawa lepas. Biasanya hanya wajah datar saja yang mereka lihat.
__ADS_1
"Nyonya Ayu membawa perubahan yang sangat baik ya untuk, Tuan" ucap Bi sumi pada yang lainnya.
"Benar, Bi. Biasanya Tuan hanya menampilkan wajah datar dan seram nya saja. Setelah bersama Nyonya ia lebih hangat dan mudah tersenyum" balas Art lainnya.
Mereka terus saja membahas majikannya yang sedang tertawa lepas bersama mertua dan istrinya.
✴✴✴
-Negara S.
Hari ini adalah pernikah Putri dan Ikmal. Putri benar-benar merubah diri dan penampilannya, sejak saat itu Putri sudah memakai hijab dan baju panjang.
Orangtua dan Ikmal merasa bahagia melihat perubahan di diri Putri. Mereka selalu mendukung keputusannya saat ini dan mereka juga selalu menasehati Putri.
Saat ini Putri sudah di Makeup dengan sederhana tetapi masih ada kesan cantiknya.
Jelita , Kania dan Gibran pun turut hadir di pernikahan sederhana itu.
Jelita bahkan memakai baju yang sama dengan Kania. Ia menjadi lebih lengket saat tau bahwa sang adik akan segera lahir.
Kadang Jelita juga menginap di rumah Nenek dan Kakeknya atas keinginan sang Bunda.
Gibran sudah memaafkan Putri dengan ikhlas, ia juga merasa bahagia karena Putri berubah seperti sekarang.
Setelah melakukan Ijab Qobul. Putri keluar dari dalam kamar. Ia terlihat cantik dengan gaun dan hijabnya.
Setelah selesai dengan acara Ijab Qobul mereka langsung menghampiri kedua Orangtua Putri.
Putri menangis pilu dengan mencium kedua kaki Orangtua nya. Ia merasa sangat menyesal atas semuanya.
"Nak, pergilah bersama suami mu kepada Nak Ayu dan mintalah maaf pada nya. Dosa mu terlalu banyak dengannya" ucap Ayah Putri.
"Iyaa , Ayah. Nanti saya akan membawa Putri ke hadapan mereka" balas Ikmal dengan lembut.
Setelah selesai mereka berpoto bersama dan mengcicipi hidangan disana.
.
.
__ADS_1
.