
Kafka menghajar habis kedua rentenir tersebut. Ia sangat murka saat melihat Delisa yang tak berdaya.
"Apakah itu cukup untuk membayar hutang calon istri saya" ucap Kafka dengan emosi yang masih membara.
"Cukup" balas Pria tersebut dan langsung lari dari sana.
Kafka langsung membawa Delisa ke rumah sakit terdekat , ia sangat takut melihat keadaan Delisa yang sudah hampir 1 jam lebih tidak sadar juga.
"Bertahanlah" gumam Kafka dengan memegang tangan Delisa erat.
Sesampainya di Rumah sakit , Kafka langsung membawa Delisa ke UGD ia berteriak meminta Dokter cepat menangani Delisa.
"Tuan , anda tunggu disini terlebih dahulu" ucap perawat
"Selamatkan calon istri saya" balas Kafka dengan tegas.
Perawat tersebut hanya mengangguk dan menutup kembali pintu UGD tersebut.
Kafka duduk dengan gelisah , ia sangat takut akan kondisi Delisa, ia takut trauma Delisa akan datang lagi.
Drrttt Drrtt
Kafka langsung mengangkat telepon dari sang Mommy.
"Halo , Momm" ucap Kafka lesu.
"Kamu ada dimana Bang? Ini hampir jam 10 malam tetapi kamu belum pulang?" tanya Ayu penuh khawatir
"Aku di Rumah sakit, Delisa mengalami kecelakaan. Mungkin aku tidak akan pulang malam ini Mom" jawab Kafka
"Apa , bagaimana keadaannya sekarang? Cepat kau kirimkan lokasi Rumah sakit nya" ucap Ayu dengan cepat. Lalu Ayu memutuskan panggilannya.
Kafka langsung mengirimkan lokasi nya saat ini , lalu ia kembali melihat ruangan yang masih tertutup rapi.
"Aku mohon bertahanlah, maafkan aku sayang" gumam Kafka dengan penuh penyesalan.
Kafka tidak bisa duduk tenang , ia terus saja kesana kemari , pikirannya sangat kalut bahkan ia tidak sempat merapihkan kembali pakaiannya.
Ceklek
__ADS_1
Pintu ruangan UGD terbuka dan keluarlah Dokter.
"Dok, bagaimana keadaan calon istri saya?" tanya Kafka cepat
"Dia tidak apa , hanya saja ia merasa syock dan saya sarankan bawa dia ke Psikiater, Tuan" jawab Dokter
"Baiklah" balas Kafka.
"Tolong pindahkan dia keruangan VVIP , Dok" ucap Kafka
Dokter mengangguk dan kembali memerintah sang perawat. Setelah itu Dokter pamit dari sana.
"Kalau begitu saya permisi , Tuan" pamit Dokter.
Lalu Kafka mengirim pesan kembali pada sang Mommy agar langsung saja menuju ke ruangan VVIP.
Kafka masuk ke dalam ruangan dimana Delisa yang tengah terbaring lemah disana. Kafka sangat sakit melihat wanita yang ia cintai tak berdaya disana.
Kafka memegang erat tangan Delisa , ia mengecup tangan lembut itu beberapa kali.
"Maafkan aku sayang, aku mohon segera sadarlah" ucap Kafka sendu.
Pintu terbuka dan terlihat sang Mommy dan Daddy masuk ke dalam.
"Nak" panggil Ayu lirih.
"Aku lalai menjaga nya , Mom. Hampir saja kejadian beberapa tahun silam terulang kembali" ucap Kafka dengan pelan.
Elga merangkul pundak sang Putra , ia menenangkan Putra nya agar tidak terlalu bersedih.
"Bagaimana ceritanya, Nak?" tanya Ayu dengan pelan karena takut menganggu istirahat Delisa.
"Saat aku akan pulang , aku melihat dompet Delisa yang tertinggal di dalam mobil , lalu aku putar kembali mobil dan saat mendekati Kos nya aku sayup-sayup mendengar suaru Delisa berteriak meminta tolong. Dan saat aku membuka paksa pintu nya , Delisa tengah akan di lecehkan oleh dua orang Pria , untung saja aku datang tepat waktu" ucap Kafka dengan sendu.
Ayu langsung melihat Elga yang tengah mengepalkan tangannya. Ia tahu pasti siapa saja akan merasa emosi mendengar ucapan Kafka.
"Siapa mereka?" tanya Elga dengan tenang.
"Aku rasa dia rentenir karena aku melihat ada nota hutang Ibu nya Delisa" jawab Kafka menghela nafas.
__ADS_1
"Apa kamu tidak tau bahwa Delisa mempunyai beban seperti itu?" tanya Ayu
"Tidak Mom , aku sama sekali tidak tahu" jawab Kafka.
"Ohh iya apa sahabat Daddy ada yang ahli psikiater?" tanya Kafka
"Nanti Dadd tanyakan pada Om Aji" jawab Elga.
Lalu mereka membahas masalah tersebut hingga larut, Ayu dan Elga memutuskan untuk pulang dan Kafka akan menginap disana.
Elga menempatkan beberapa anak buah nya agar menjaga Putra dan calon menantunya.
Kafka merebahkan tubuhnya di samping Delisa , ia memeluk tubuh tak berdaya itu dengan sayang.
Semalaman penuh Kafka memeluk tubuh Delisa, ia sangat takut terjadi apa-apa pada wanita tersebut.
-Pagi Hari.
Kafka mengerjapkan mata dan menatap sosok wanita yang masih terlelap di pelukannya.
kafka bangun dan beranjak ke kamar mandi. Ia ingin membersihkan badannya yang sangat lengket.
Delisa mengerjapkan mata dan menatap sekelilingnya , ia melihat tangannya yang di pasang infus.
Sedetik kemudian Delisa berteriak histeris karena melihat Dokter Pria masuk ke sana.
Brak.
Kafka langsung saja keluar dari kamar mandi dan mencoba menenangkan Delisa.
"Arrrrggghhh jangan , jangan sakiti saya" teriak Delisa dengan berontak.
Kafka langsung memeluk tubuh Delisa , ia mencoba menenangkan Delisa.
"Hei sayang , tenanglah ada aku disini" ucap Kafka dengan terus memeluk Delisa.
Perlahan Delisa mulai tenang dan memeluk erat Kafka dengan terisak. Kafka hanya mengusap punggung bergetar Delisa.
.
__ADS_1
.