Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

"Qill, gue gak nyangka banget loh dengan berita kemarin" ucap teman kelas nya sambil menatap Qilla dengan bingung.


"Bener banget, kita semua nya syok banget" timpal yang lainnya.


"Biasa saja kali, gue tetap Qilla yang dulu kok" timpal Qilla dengan santai


Sedangkan Nana, ia sibuk dengan ponsel nya yang terus berdering dari tadi.


"Siapa sih?" tanya Qilla dengan kesal.


"Mas Dio" jawab Nana dengan lirih.


Qilla hanya menganggukan kepala saja, lalu ia berbincang bersama teman-temannya kembali.


"Hai, boleh gabung?" tanya Disti dengan tersenyum.


"Jangan, nanti tertular virus miskin" jawab Nana dengan santai bahkan tanpa menatap Disti.


"Siapa juga yang nanya ke lu, emang gue gak mau deket lu kan elu memang miskin" kesal Tiara teman Disti.


"Ya gak papa yang penting jangan minta di kasihani saja" ucap Nana.


Tiara sudah maju dan ingin sekali menampar wajah Nana yang sangat menyebalkan.


"Maju dong,takut ya" ledek Nana dengan terkekeh.


Tiara langsung saja berlalu bersama dengan Disti.Mereka sangat kesal dengan tingkah laku dari Nana dan Teman-teman sekelas nya.


"Na, kau selalu saja berani melawan mereka" ucap Sam


"Gue kalau bener gak akan takut, Sam" balas Nana santai.

__ADS_1


Qilla tertawa kecil dan ia memeluk Nana dengan senang, ia bahkan tersenyum bangga pada sahabat sekaligus calon Kakak ipar.


"Ehemm, katanya lu mau tunangan ya, Na?" tanya yang lainnya.


"Hemmm" jawab Nana dengan tersenyum malu.


"Wah sama siapa tuh" goda Qilla dengan terkekeh.


Nana hanya diam dan mendelik ke arah Qilla, ia lalu fokus kembali pada makanannya.


"Hemmm" dehem Dio yang sudah berada di belakang Nana.


Ehhh.


Kaget Nana dan ia tersedak makanan yang sedang ia kunyah.


"Nih minum" ucap Qilla


"Pak Dio" sapa Sam dan yang lainnya.


"Qil, gak apa ya aku bawa Nana duluan?" tanya Dio


"Gak papa, tapi jangan lama terus pulang nya bawa makanan" jawab Qilla dengan senyum jahil nya.


"Ck, gak boleh pelit Kakak ipar. Aku tau kalau kalian akan ngambil pesenan kan?" tebak Qilla.


"Iyaa, yaudah aku duluan ya" jawab Nana.


"Jangan ngebut bawa mobil nya, awas saja" ucap Nana dengan tatapan tajam.


"Siap Akak" patuh Qilla dengan mengecup pipi Nana.

__ADS_1


Setelah kepergian Dio dan Nana, mereka langsung menatap Qilla dengan penuh tanda tanya.


"Apaan?" tanya Qilla dengan enteng.


"Nana dan Pak Dio? Apa mereka akan bertunangan?" tanya Sam


"Hemmm, iya mereka akan bertunangan besok malam" jawab Qilla santai.


"Wahhh Tiara pasti kebakaran jenggot nih" celetuk Agnez


"Memang nya kenapa?" tanya Qilla kepo.


"Yang pernah gue denger sih dia itu suka sama Pak Dio, bahkan dia sempet ngegoda Pak Dio katanya" jawab Agnez


"Hahaha, pantesan tadi Tiara kesal banget lihat wajah Nana" celetuk Qilla dengan tertawa renyah.


"Hei, meskipun Nana itu tidak seperti kita tetapi dia pantas bersama Pak Dio kok dan yang pasti Pak Dio pun memilih Nana daripada ulat bulu" ceplos Sam dengan di iringi tawa dari yang lainnya.


"Hahaha kau benar sekali Sam, gue aja gak bernafsu lihat model begituan" timpal yang lainnya.


Mereka terus saja bercanda dengan tawa yang renyah, bahkan Qilla pun disana hampir malam dan baru pulang.


Qilla di jemput oleh anak buah Zayn yang memang sengaja di minta oleh Qilla untuk menyopiri nya.


"Nona, apa anda tidak apa-apa?" tanya anak buah Zayn.


"Tidak, jalan saja aku hanya mengantuk" jawab Qilla dengan tersenyum ramah.


Lalu ia kembali memejamkan mata nya, setelah itu anak buah Zayn langsung membawa mobil nya dengan kecepatan sedang saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2