Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla & Zayn


__ADS_3

Qilla dan Zayn mengecek beberapa berkas yang ada di meja ruangan kerja Zayn.


Sesekali Qilla menatap Zayn yang sedang fokus pada laptop nya.


"Tampan sekali" gumam Qilla dengan terkekeh.


Hingga malam tiba, Zayn mengajak Qilla pulang ke Hotel.


"Ayo cepat sayang" ucap Qilla dengan kesal karena Zayn terus saja memeluk nya.


"Iya iya sayang, ish menganggu saja aku ini sedang senang memeluk mu" gerutu Zayn dengan mencebikan bibir nya.


"Nanti kan di Hotel bisa kembali memeluk ku lagi bahkan sepuas nya" ucap Qilla dengan sabar dan lembut.


Zayn menganggukan kepala dengan semangat, lalu ia menggandeng tangan Qilla keluar dari dalam ruangan.


"Aku sudah lelah dan ingin segera tidur lelap, Mas" ucap Qilla saat mereka sudah di dalam mobil.


"Iya iyaa, nanti kita langsung tidur ya" balas Zayn mengusap lembut kepala sang Istri.


Lalu sopir nya tersebut melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia tidak akan terburu-buru karena cukup padat pengendara yang lainnya.


Qilla tertidur di pelukan Zayn, ia bahkan sampai mendengkur halus karena cukup lelah.


"Agak percepat bawa mobil nya, kasihan istri ku kelelahan" ucap Zayn pada sopir.


"Baik Tuan" balas sopir tersebut patuh.

__ADS_1


Hingga beberapa saat mereka sampai di Hotel, dan Zayn langsung saja membawa Qilla ke dalam.


Sang sopir mengantarkan sampai ke depan kamar Hotel karena Zayn yang cukup kesusahan menekan tombol lift.


Setelah sampai di kamar, Zayn lalu menidurkan Qilla dengan lembut.


Setelah itu, ia mengambil pakaian tidur milik istri nya dan Zayn sendiri yang akan menggantikannya.


Zayn langsung ikut merebahkan diri nya di samping Qilla saat setelah semua nya selesai.


**


Ke esokan pagi nya, Zayn dan Qilla pergi melihat proyek milik Zayn.


Disana memang sedang membangun beberapa bangunan Hotel, Resort dan Caffe.


"Ayo Mas" ucap Qilla setelah rapi.


"Tidak apa Mas, ayo cepat tapi nanti di jalan beli bubur ayam ya" jawab Qilla dengan cepat.


Zayn menganggukan kepala nya, lalu mereka berangkat bersama sopir kembali.


Tak lupa juga Zayn memberitahu agar singgah terlebih dulu di pedagang bubur ayam yang ada di pinggir jalan.


"Pak, itu tukang bubur ayam" ucap Qilla dengan antusias sambil menunjuk ke arah luar.


"Iya Nona" balas sopir dengan patuh.

__ADS_1


Lalu ia menepikan mobil nya dengan aman, setelah itu membukakan pintu untuk ke dua Tuannya.


"Pak, bubur ayam 2 porsi ya, yang satu porsi jumbo dan lengkap" ucap Qilla dengan antusias.


"Sebentar Nona, silahkan duduk dulu" balas pedagang nya.


Zayn dan Qilla duduk disana dengan tenang, bahkan Qilla sudah sangat tak sabar ingin makan bubur tersebut.


"Sabar sayang, sebentar lagi juga siap" ucap Zayn dengan terkekeh.


"Hehe aku sudah sangat ingin Mas" balas Qilla tersenyum kecil.


Tak lama kemudian, pedagang menata bubur tersebut di depan Qilla dan Zayn.


Tak lupa Zayn juga memesankan untuk beberapa pengawal nya dan menyuruh pedagang tersebut mengantarkannya ke mobil.


Qilla langsung saja melahap bubur tersebut dengan tersenyum senang, meski masih panas tetapi ia sangat menikmati nya.


"Emmhh enak sekali, Mas" ucap Qilla dengan tersenyum.


"Iyaa, makanlah yang banyak" balas Zayn dengan mengusap kepala Qilla lembut.


Qilla menganggukan kepala nya dengan tersenyum kecil, lalu ia melahap kembali bubur yang ada di hadapannya.


Sedangkan Zayn, ia tersenyum kecil melihat bagaimana antusias dan bahagia nya Qilla.


.

__ADS_1


.


Maaf ya jika jarang Up, disini nya lagi musim hujan terus signal selalu eror😌


__ADS_2