
Sesampainya di mansion dengan gerakan cepat , Qilla langsung berlari ke ruang makan. Dan benar saja disana Sela sedang menyicipi puding buatan Vani.
"Ihhhhhh itu kan buat aku, Kakak jangan makan puding" teriak Qilla dengan cepat mengambil puding di tangan Sela.
"Hei itukan buatan Bunda ku yaaaa" balas Sela dengan sinis.
"Iya , tapi ini khusus untuk aku" ucap Qilla dengan membawa puding tersebut.
Sela hanya mendengus dan mengkrucutkan bibir nya kesal. Sedangkan Vani ia tertawa kecil melihat Putrinya yang tak pernah akur dengan Qilla.
"Ahh kalian sudah datang, ayo makan dulu" ucap Vani tersenyum.
Lalu mereka duduk di kursi masing-masing dan memulai makan malam dengan tenang.
Kafka makan hanya sedikit karena ia sudah merasa mengantuk. Setelah berpamitan, Kafka langsung beranjak ke kamar nya.
Mereka hanya bisa menghela nafas dan membiarkannya.
Setelah selesai mereka juga langsung istirahat , sedangkan Sahabat dan Asisten Kafka mereka berbelanja untuk besok pesta bbq'an di halaman belakang mansion Ardmaja.
Qilla dengan tenang nya ikut mereka masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang.
"Kamu mau kemana, kucrit?" tanya Sela dengan sinis.
"Aku mau ikutlah , kalau Kakak nolak aku menangis disini" balas Qilla dengan mengancam.
Sela mendengus dan duduk kembali. Sedangkan Retika masuk kembali dan memberitahu pada Ayu bahwa Qilla ikut bersama mereka.
Setelah semua masuk , Rendi langsung melajukan mobilnya ke supermarket terdekat disana.
Qilla tak berhenti mengunyah sepanjang jalan , karena ia membawa camilan beserta toples nya.
"Ayooo lets go kita belanja" ucap Sela dengan semangat.
__ADS_1
Retika menggandeng tangan Qilla dan mengikuti Sela dari belakang. Sedangkan para lelaki membawa troli di belakang para wanita.
Sela , Retika dan Qilla membagi tugas , Sela dan Raka bagian minuman. Qilla dan Rendi bagian snack dan Retika serta Andi bagian seafood dan bahan lainnya.
Mereka berburu makanan dengan sangat senang , bahkan Qilla memilih banyak sekali snack dan yang lainnya.
Mereka semua berbelanja dengan semangat apalagi Elga memberikan 1 Atm nya untuk mereka belanja.
Setelah selesai mereka langsung ke kasir san membayar belanjaan mereka. Rendi menunggu di depan karena ia yang memegang Atm nya.
"Wahhh kita borong satu supermarket" ucap Qilla dengan takjub.
Para lelaki memasukan semua belanjaan ke dalam bagasi mobil dan para kaum wanita mereka membeli jajanan yang ada di depan supermarket tersebut.
Saat mereka sedang asyik membeli makanan , manik mata Retika melihat 2 orang wanita yang akan di lecehkan oleh beberapa preman.
"Kalian cepat kesini" teriak Retika pada Rendi dan lainnya.
"Kenapa, Re?" tanya Sela heran.
"Ahh gilaa mereka , ayo cepat" ajak Rendi.
Mereka lalu menghampiri para preman dan wanita tersebut , para Lelaki menghajar habis-habisan para preman tersebut.
Sedangkan Sela dan Retika membawa 2 orang wanita tersebut ke arah mobil yang ada Qilla disana.
"Nih kak minum" ucap Qilla dengan memberikan 2 botol air mineral.
"Terimakasih" balas perempuan yang lebih Tua nya.
Setelah para preman pergi, Rendi dan yang lainnya langsung menghampiri Sela dan kawannya.
"Apa kalian tidak apa-apa? Dan kalian akan kemana?" tanya Rendi
__ADS_1
"Kami dari Kota terpencil dan bermaksud mencari pekerjaan disini karena Orangtua kami sudah tiada. Tetapi di perjalanan kami di jambret dan hampir di perkosa oleh mereka" jawab Perempuan yang seperti Kakaknya.
"Ahhh kalau kalian akan bekerja ayo ikut dengan aku, soalnya Mommy butuh pembantu karena Bi sumi dan Bi sari akan pensiun sudah tuaa" ucap Qilla dengan tersenyum.
Kedua perempuan tersebut mengangguk dengan cepat.
"Kami mau, Dek" balas mereka dengan cepat.
"Siapa nama kalian?" tanya Retika.
"Saya Adelia dan ini adik saya Milsi" jawab Adelia.
"Ayo masuk dan kita akan pulang" ajak Rendi.
Mereka masuk dan pergi pulang ke mansion. Sedangkan Ayu , ia sangat gelisah karena Qilla belum juga pulang karena hari sudah malam.
Setelah lama menunggu akhirnya mobil yang membawa Qilla datang juga. Dengan cepat Ayu dan yang lainnya langsung menghampiri ke depan.
Sedangkan Kafka ia masih saja berdiam diri di dalam kamar. Ia hanya melamun dan menatap kosong ke arah jendela.
"Huhhh , aku tak boleh begini. Aku harus kuat dan bangkit kembali" gumam Kafka dengan yakin.
Lalu Kafka menatap Poto Delisa dengan tersenyum. Ia mengusap Poto tersebut lalu menyimpannya di dalam laci.
Kafka merebahkan tubuh nya dan mencoba memejamkan mata. Ia tidak ada niatan untuk bergabung dengan yang lainnya di bawah.
Sedangkan Ayu dan yang lainnya mereka berkumpul di ruang tamu dengan Adelia dan Milsi.
Lalu Ayu menyuruh Art lainnya mengantarkan mereka ke kamar Art. Sedangkan Bi sumi dan Bi sari merasa bahagia , karena besok mereka akan kembali ke kampungnya masing-masing.
.
.
__ADS_1
.