Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
30


__ADS_3

Setelah selesai berbicara Nadin dan Pranss undur diri dari sana. Karena Amanda dan yang lainnya akan bersiap karena besok akan kembali ke Negara T.


Pranss mengantarkan Nadin kembali ke Apartemennya. Sedangkan ia akan nongkrong terlebih dahulu dengan Tama.


"Thanks ya, Pranss" Ucap Nadin tersenyum.


"Ya sama-sama" Balas Pranss.


Lalu ia melajukan ke Cafe biasa tempat ia nongkrong dengan Tama.


***


Malam Hari di Mansion Pramudya.


Ayu sudah bersiap untuk makan malam bersama dengan Ayah dan Bunda nya.


"Selamat malam" Sapa Ayu tersenyum.


"Malam, Sayang" Balas Rahma dan Antoni.


Mereka langsung makan malam dengan diam. Karena Tuan Antoni akan sangat marah jika ada yang berbicara di meja makan.


Setelah selesai makan, Ayu dan Orangtua nya berkumpul di Ruang keluarga. Mereka berbicara dengan hangat bahkan terdengar gelak tawa Ayu.


Hampir jam 9 malam Ayu pamit untuk istirahat karena merasa badannya sangat lelah.


Ayu merebahkan tubuh di ranjang size nya. Ia menghela nafas lalu memejamkan mata nya.


**


Weekend.


Hari ini adalah hari Weekend dimana Ayu dan Nadin akan pergi ke Mall untuk berbelanja dan sebagainya. Hari ini Ayu meminta pengawalnya untuk berpakaian biasa saja agar tidak menimbulkan kehebohan.


Ayu memakai Celana jeans dan baju sabrina yang pas di tubuhnya. Rambutnya ia ikat dengan sembarang.


Nadin sudah menunggu sejak tadi di ruang keluarga bersama Bunda Rahma.

__ADS_1


"Bun, kenapa Ayu lama sekali keburu siang" Gerutu Nadin dengan kesal


Tak


Tak


"Nah tuh dia" Ucap Bunda Rahma memonyongkan bibirnya.


Ayu berjalan ke arah Nadin dengan senyum cengengesannya. Ia sangat tahu bahwa sahabatnya itu pasti sangat kesal menunggu dia.


"Heh Nona Muda, lu bertelur atau beranak lama bener" Gerutu Nadin dengan wajah masam.


"Hehe mon maaf ya. Aku bertelur emas dulu jadi lama" Balas Ayu tertawa.


"Udah udah sana pergi udah mau siang tuh" Lerai Bunda Rahma


Nadin dan Ayu berpamitan terlebih dahulu setelah itu baru mereka berangkat menggunakan mobil Ayu.


"Wih mobil CEO bening bener" Ucap Nadin terkekeh.


Ayu hanya senyum dan membusungkan dada nya tanda ia sombong. Dengan gemas Nadin menjitak kepala Ayu.


"Ayo jalan, lu yang bawa, Oke" Cuek Nadin dengan cekikikan.


Ayu hanya mendengus saja lalu ia masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi.


Ayu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, mereka ingin menikmati suasana libur dengan santai.


"Din bagaimana keadaan Amanda? Apa benar mereka akan pulang hari ini?" Tanya Ayu yang melirik sekilas Nadin.


"Ya dia akan kembali. Kau tau Yu, semua Butiq miliknya raib di ambil oleh Putri" Cerita Nadin dengan wajah kesal.


"Apaa? Kok bisa sih?" Kaget Ayu untung saja mereka lagi berhenti di lampu merah kalau tidak , Ayu akan mengerem mendadak di tengah jalan.


"Ya dia menjebak Amanda dengan dalih suruh tanda tangan berkas kantor karena Gibran tidak ada, ya dia percaya aja karena memang dia selalu mengambil keputusan jika Gibran tidak ada di perusahaan" Terang Nadin menghela nafas.


"Benar-benar wanita licik. Lihat saja aku akan membalasnya dengan yang lebih" Gumam Ayu dengan emosi.

__ADS_1


Setelah hampir 1 jam di perjalanan mereka akhirnya sampai di Mall terbesar di sana. Mereka masuk dengan wajah berbinar , karena sudah lama tidak berbelanja.


Ayu dan Nadin langsung saja menyerbu ke arah toko baju , tas dan sandal.


Dengan semangat Ayu memilih baju yang harga nya sangat fantastic. Bahkan Nadin langsung melongo melihat harga baju di pegang oleh Ayu.


Ayu membeli beberapa baju kantor dan santai. Setelah selesai di toko baju mereka langsung ke toko tas.


Ayu memilih Tas LV keluaran terbaru , bahkan ia memilih tas Hermes yang limited edition. Ayu membelikan Tas Gucci untuk Bunda nya. Sedangkan untuk Nadin ia membelikan tas LV.


Setelah puas di toko tas ia ke toko sepatu. Ayu dengan antusias membeli beberapa koleksi sepatu terbaru nya.


Bahkan pengawalnya sudah bulak balik menyimpan belanjaan Ayu dan Nadin.


Setelah puas berbelanja mereka langsung masuk ke Restoran karena perutnya sudah keroncongan.


"Kalian makanlah juga" Ucap Ayu tegas.


"Baik, Nona. Kami akan makan bergantian" Jawab pengawal


Lalu Ayu memilih makan di dekat kaca karena ia ingin lebih santai. Setelah pesanannya datang Ayu dan Nadin langsung melahapnya dengan cara elegant.


Nadin sangat takjub melihat Ayu yang seperti banyak mempunyai kepribadian. Ia terlihat sangar , tegas saat berada di perusahaan. Tegapi saat di Rumah ia akan menjadi kucing manis.


**


Di Mall yang sama bahkan di Restoran yang sama , Putri, Gibran dan Jelita juga sedang makan siang disana. Putri habis belanja sebelum besok ia akan pulang ke Negara I.


Tak sengaja netra mata Putri melihat Ayu yang sedang berbelanja dengan Nadin. Bahkan ia belanja lebih banyak dari dirinya.


Saat ia melihat Ayu masuk ke Restoran tersebut ingin rasanya ia mencakar wajah Ayu. Tetapi disana ia sedang bertemu dengan relasi bisnis dari Gibran.


Jiwa iri Putri kembali meronta saat melihat Black Card yang Limited di tangan Ayu. Karena kartu itu hanya kalangan Atas saja yang mempunyai nya. Sedangkan ia hanya Black Card biasa saja.


"Lihat saja aku akan berada di posisimu saat ini suatu hari nanti" Batin Putri


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2