Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Shaqilla Mauren Ardmaja, atau Qilla adik kesayangan Kafka serta Adel, dan dia adalah Putri bungsu dari Ayu dan Elga.


Kehidupan mewah dan bergelimang harta yang dia miliki tidak menjamin akan kehidupan nya bahagia.


Bahkan wanita cantik itu memilih hidup mandiri, sederhana dan menyembunyikan semua nya dari publik.


Qilla ingin memiliki sahabat dan pasangan yang benar-benar tulus tanpa memandang siapa dirinya.


Bahkan ia tinggal di Rumah yang kecil dan juga tanpa Art satu pun.


Dan ia juga memilih hidup jauh dari Kakak nya agar lebih mandiri.


***


Hari ini adalah hari pertama ia masuk bekerja di Restoran yang sama dengan Erna sahabat nya


Ya, Erna bersahabatan dengan Qilla sejak masuk kuliah.


Awal nya Erna kecewa dan minder saat tahu siapa Qilla sebenar nya, tetapi ia juga merasa salut karena Qilla memilih jadi wanita biasa.


Erna juga pernah menjauh dari Qilla karena dirinya merasa tak pantas, tetapi ia juga tak tega karena melihat Qilla sering di kerjain karena dia miskin.


Tapi sampai saat ini, Erna selalu bersama Qilla bahkan mereka tinggal bersama dan kemana pun bersama.


Qilla merasa bahagia karena Erna masih mau memasukan nya untuk bekerja di Restoran yang sama dengannya


"Nana ayo" teriak Qilla dengan lantang.


"Ya ampun suaru mu itu akan menulikan telinga ku" gerutu Erna dengan kesal.

__ADS_1


Sedangkan Qilla, dia hanya cengengesan dan bergelayut di lengan Erna.


"Sekarang gak ada jadwal pagi kan?" tanya Erna saat Qilla akan melajukan motor nya


"Tidak ada, kita hari ini hanya ada 2 jadwal saja, lalu setelah itu kita pulang dan bersiap untuk bekerja" jawab Qilla sambil melajukan motor nya.


"Kalau begitu kau jangan ngebut bawa motor nya" ucap Erna santai.


"Iya-iyaa Nana" kesal Qilla dan membawa motor nya dengan sedang saja.


Hingga tepat saat mereka sampai, geng Disti pun sampai dengan mobil nya yang masih kalah jauh dengan punya Qilla di mansion.


"Hai anak miskin, wah sekarang selalu bersama ya. Percuma kalian pintar tapi m*sk*n" ejek Disti dengan tawa yang di ikuti oleh teman-teman nya


"Kalian juga percuma kaya kalau bo*oh dan selalu mendapatkan nilai jelek" balas Erna dan Qilla bersama.


"Hei kaliannnnn, awas yaaa" teriak Disti dengan emosi.


"Kami gak takut tuh" tantang Qilla dengan menjulurkan lidah nya


Seketika emosi Disti langsung memuncak dan ia sudah siap untuk mengejar Qilla, tetapi ia langsung urungkan saat ada Dosen yang akan masuk ke kelas nya.


"Nanti saja kita kerjain di kantin" ucap teman Disti dengan memanasi.


"Iyaa aku akan kerjain mereka berdua, awas saja" balas Disti dengan mengepalkan tangan.


Lalu mereka langsung masuk ke kelas nya, Disti dan Qilla memang berbeda kelas karena Qilla mengambil jurusan manajemen bisnis dan Disti modeling.


Tetapi, Disti merasa tersaingi saat semua siswa disana terpesona dengan tingkah ceria, pintar dan ke cantikan Shaqilla, meski mereka tau bahwa Qilla itu adalah orang sederhana.

__ADS_1


Qilla dan Erna langsung duduk di kursi nya masing-masing.


"Dia pasti akan membalas kita nanti pas di kantin, La" ucap Erna sambil mengeluarkan buku nya.


"Kita tinggal makan disini saja, toh kita membawa bekal' balas Qilla dengan santai.


"Kau benar juga' kekeh Erna dengan menepuk jidat nya sendiri.


"Na, libur semester ini mau gak pergi ke Negara P untuk menjenguk Kaka dan Kakak ipar ku?" tanya Qilla pelan.


"Emm lihat nanti saja ya" jawab Erna menundukan kepala.


"Na, jangan selalu menolak dong ah" kesal Qilla.


"Aku malu, Qill. Dan kita juga kan harus kerja" ucap Erna tersenyum.


"Iya kalau gitu kita cuti ya, mau ya aku mohon" balas Qilla dengan memohon.


"Baiklah" pasrah Erna dengan menghela nafas.


"Terimakasih" balas Qilla dengan senang.


Lalu mereka duduk dengan tenang karena Dosen sudah hadir, mereka belajar dengan sangat serius dan juga fokus.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2