
Sore hari nya Qilla dan Zayn langsung saja pulang , tetapi Zayn mengajak Qilla untuk makan terlebih dulu di Restoran.
"Kita makan dulu ya" ajak Zayn mengusap lembut kepala Qilla.
"Iyaa, tapi yang ada seafood nya" balas Qilla mengerjapkan mata nya lucu.
"No" tegas Zayn
"Ayolah sayangku" bujuk Qilla menggoyangkan tangan Zayn yang sedang memegang tangannya.
Zayn menghela nafas nya, ia mau melarang tapi tidak tega dan akhirnya hanya bisa menganggukan kepala saja dengan pasrah.
CUP
"Terimakasih" pekik Qilla dengan mengecup kilas pipi Zayn.
"Hei, nakal ya" ucap Zayn terkekeh.
Qilla hanya acuh dan tertawa kecil saja. Lalu Zayn menghentikan laju mobil nya di Restoran khusus seafood.
"Wowww" pekik Qilla bahagia.
"Ayo" ajak Zayn dengan lembut.
Lalu Zayn dan Qilla masuk ke Restoran tersebut dengan Zayn yang merangkul mesra pundak Qilla.
***
Sedangkan di kampus, Disti dan teman-temannya baru saja keluar dari kelas.
"Ya tuhann kenapa Dosen itu masuk sih" ucap Tiara dengan kesal.
__ADS_1
"Iyaa, untung saja kita tidak jadi bolos tadi" balas Disti dengan helaan nafas.
Mereka lalu melangkahkan kaki nya ke parkiran, mereka akan langsung pulang karena sudah sore dan nanti malam mereka akan berkumpul kembali di Club biasa.
"Disti" panggil Tiara.
"Apa?" tanya Disti menghentikan langkah nya.
"Apa kamu tahu kenapa Qilla dan Nana cuti selama 2 minggu?" tanya Tiara penasaran.
Disti lalu melangkah dan menghampiri Tiara, lalu mereka duduk terlebih dulu di kursi.
"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti karena alasan yang penting sih" jawab Disti
"Apa Nana akan menikah dengan Pak Dio" ucap Disti menatap Tiara tajam.
Plak.
"Itu gak akan mungkin, karena Pak Dio hanya untukku" balas Tiara dengan tegas.
"Ya siapa tau aja" cuek Disti.
"Lo belum tahu saja siapa Qilla dan keluarga nya, bahkan Nana pun sampai di jaga ketat oleh mereka karena sahabatan dengan Qilla" batin Disti ngeri.
"Kenapa lo?" tanya Tiara saat melihat Disti yang bengong.
"Enggak apa, gue cabut duluan ya" pamit Disti.
Lalu Disti masuk ke dalam mobil nya, ia segera meninggalkan kampus dan menuju ke Rumah Lita, sahabat nya.
Sedangkan Tiara, dia langsung saja melajukan mobil nya untuk ke Rumah nya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika apa yang di ucapkan oleh Disti itu kejadian ya" gumam Tiara.
"Itu tidak akan mungkin, karena Pak Dio hanya milikku seorang" gumam nya lagi.
Setelah sampai di Rumah nya, Tiara langsung saja masuk.
Saat sampai di dalam, netra mata nya menatap sang Kakak yang sedang duduk manis di depan tv.
"Kakak, kapan kesini?" tanya Tiara yang langsung saja duduk di depan Kakak nya.
"Tadi siang, kamu baru pulang?" tanya balik Kakak Tiara.
"Huumm, oh iya tumben Kakak datang kesini" ketus Tiara yang memang jarang sekali Kakak nya datang.
"Weekend besok ada undangan pernikahan dari PramudyaGroup" ucap Reno santai.
"Ohh pantesan" gumam Tiara
Lalu Tiara kembali bangun dan berlalu ke kamar nya yang di lantai atas.
"Bukannya itu perusahaan tempat Nana bekerja, apa jangan-jangan" gumam Tiara dengan mengepalkan kedua tangannya
"Ahh tapi tidak akan mungkin" gumam nya lagi dengan percaya diri.
Tiara langsung saja menuju ke kamar mandi, ia akan membersihkan diri nya sebelum istirahat.
.
.
.
__ADS_1