
Zayn begitu tercengang saat mendengar cerita dari Tuan Elga, ia juga merasa sangat kagum dengan Shaqilla.
"Ehmmm" dehem Elga saat melihat Zayn tengah berbinar-binar.
Zayn langsung tersenyum kikuk, lalu ia memasang kembali wajah datar nya.
"Apa Kakak mu menyukai, Nana?" tanya Elga serius.
"Saya rasa begitu, tetapi biarkan saja dia berusaha sendiri dan mencari tahu nya sendiri, Tuan" jawab Zayn sopan.
"Apa kau juga menyukai Putri ku?" tanya Elga meneliksik.
Eh.
Glek.
"Ehmmm, jika memang saya menyukai nya apakah anda akan keberatan jika saya mendekati nya?" tanya Zayn balik.
Elga tersenyum tipis lalu membenarkan duduk nya.
"Jika memang kau serius , silahkan saja aku tidak akan melarang mu. Tetapi jika kau menyakiti nya, aku tidak akan tinggal diam" jawab Elga dengan sengit.
Zayn lalu tersenyum senang dan menganggukan kepala nya, ia memang menyukai dan mengagumi Qilla sejak bertemu di Restoran lalu.
Lalu Zayn dan Elga berbicara masalah bisnis dan pekerjaannya, entah kenapa Elga merasa sangat cocok dengan sosok Zayn.
Zayn adalah pemuda tampan dengan wajah dingin nan datar nya, tetapi dia tidak pernah melirik wanita manapun dan baru kemarin dia melihat Qilla langsung jatuh hati.
Setelah banyak berbincang, Zayn memutuskan untuk berpamitan karena sang Mommy nya sedang sakit.
Elga duduk dengan senyuman di wajah nya, ia yakin dengan Zayn yang akan tulus pada Putri nya.
__ADS_1
***
Shaqilla, Nana dan Mom Ayu sedang duduk santai di halaman depan mansion Ardmaja.
Hingga tak berselang lama, mobil yang di tumpangi Elga pun datang.
"Nah itu Daddy sudah kembali" ucap Mom Ayu.
Qilla hanya menganggukan kepala saja. Lalu Mom Ayu menghampiri sang Suami dan pergi bersama ke dalam mansion.
"Qill" panggil Nana.
"Apa?" tanya Qilla mengeryitkan kening nya.
"Aku akan pulang ke Rumah kamu ya" ucap Nana
Qilla langsung saja cemberut, ia tidak ingin Nana pergi dari mansion nya.
"Qill, aku akan sesekali menginap disini dan aku juga akan tiap hari main kesini bersama mu, tetapi izinkan aku tinggal di Rumah kamu saja ya" mohon Nana.
"Baiklah, tapi kamu janji jangan kenapa-napa" balas Qilla pasrah.
Nana mengangguk dengan senyuman yang indah di wajah nya.
"Aku akan baik-baik saja dan aku akan menemani mu sukses" ucap Nana dengan tegas.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, ayo antar aku untuk berpamitan dengan keluarga mu" ucap Nana kembali.
Qilla hanya menganggukan kepala dan membawa Nana masuk ke dalam mansion.
Disana, keluarga sedang berkumpul dengan di temani teh dan beberapa camilan.
__ADS_1
"Tuan, Nyonya, saya permisi dulu untuk pulang" pamit Nana dengan sopan.
"Loh kok pulang, Na?" tanya Mom Ayu dengan bingung.
"Iya, Nak. Besok kan kalian akan berlibur kembali" timpal Oma.
"Saya akan pulang dulu, lalu saya besok kesini lagi" jawab Nana dengan ramah.
Elga dan Antoni melihat wajah kusut Qilla, mereka tahu bahwa Qilla sangat dekat dan mereka juga yakin kalau Qilla tidak mau Nana pergi.
"Kenapa tidak tinggal disini saja, Na?" tanya Oppa
Nana menggelengkan kepala dengan tersenyum.
"Tidak Opa, tetapi aku tetap kemari dan menemani Qilla" jawab Nana tersenyum.
"Baiklah, kami akan menghargai keputusan mu" ucap Daddy Elga.
Nana menganggukan kepala dan menyalami mereka, lalu ia keluar dengan di antarkan oleh Qilla.
Nana pergi dengan di antar sopir Elga karena motor nya mereka tinggal di Rumah tersebut.
Qilla masuk dengan wajah masam, ia kesepian kembali karena tidak ada teman.
Mom Ayu langsung saja merangkul Putri nya dan mengajak nya duduk bersama mereka.
.
.
.
__ADS_1